Who am I ?

Who am I ?

Kawah Outuh Ciwidey

ANALISA SUMBER & PENGGUNAAN KAS, MODAL KERJA & ANALISA BEP

A. ANALISA SUMBER & PENGGUNAAN KAS

Langkah-langkah menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan dana :

1)      Menyusun laporan perubahan neraca, yang menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca antara dua titik waktu yang akan dianalisa (bulanan atau tahunan)

2)      Mengelompokkan perubahan-perubahan dalam golongan perubahan yang memperbesar / memperkecil kas

3)      Mengelompokkan elemen-elemen dalam laporan rugi dan laba (laporan laba ditahan) ke dalam golongan yang memperbesar/ memperkecil kas

4)      Mengadakan konsolidasi dari semua informasi ke dalam laporan sumber-sumber dan penggunaan dana

Perubahan elemen neraca antara dua saat efeknya memperbesar kas disebut sumber-sumber dana, diantaranya :

1)      Berkurangnya aktiva lancar selain kas

a)      Berkurangnya barang (inventory) terjadi karena terjualnya barang tersebut dan hasil penjualan itu merupakan sumber dana/ kas bagi perusahaan.

b)      Berkurangnya piutang berarti piutang telah dibayar dan penerimaan piutang merupakan penambahan dana yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan.

c)       Berkurangnya surat-surat berharga (efek) berarti efek itu terjual dan hasil penjualan tersebut merupakan sumber dana/ kas bagi perusahaan

2)      Berkurangnya aktiva tetap

a)      Berkurangnya aktiva tetap bruto berarti sebagian aktiva tetap harus dijual dan hasil penjualannya merupakan sumber dana

b)      Berkurangnya aktiva tetap neto  berarti adanya depresiasi dalam tahun yang bersangkutan

3)      Bertambahnya setiap jenis hutang

Bertambahnya hutang (hutang lancar, hutang jangka panjang) berarti terjadi penambahan dana yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan

4)      Bertambahnya modal

Bertambahnya modal disebabkan adanya emisi saham baru dan hasil penjualan saham baru tersebut merupakan sumber dana

5)      Adanya keuntungan dari operasi perusahaan

Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan neto dari operasinya berarti bahwa ada tambahan dan bagi perusahaan yang bersangkutan.

Mengenai perubahan-perubahan yang efeknya memperkecil dana/ kas, antara lain :

1.Bertambahnya aktiva lancar selain kas

        Bertambahnya aktiva lancar dapat terjadi karena pembelian barang dan pembelian barang membutuhkan dana. Dengan demikian, penambahan aktiva lancar merupakan penggunaan dana.

2. Bertambahnya aktiva tetap

        Bertambahnya aktiva tetap bruto dapat terjadi karena adanya pembelian aktiva tetap dan pembelian aktiva tetap merupakan penggunaan dana.

3. Berkurangnya hutang

        Berkurangnya hutang, baik hutang lancar maupun hutang jangka panjang dapat terjadi karena perusahaan telah melunasi atau mengangsur hutangnya. Pembayaran kembali hutang berarti penggunaan dana.

4. Berkurangnya modal

Berkurangnya modal dapat terjadi karena pemilik perusahaan mengambil kembali atau mengurangi modal yang tertanam dalam perusahaan. Berkurangnya modal berarti berkurangnya dana. Ini berarti bahwa penggunaan modal itu merupakan penggunaan dana. Dalam P.I. pembelian kembali sahampun merupakan penggunaan dana.

5. Pembayaran cash deviden

Pembayaran cash deviden merupakan penggunaan dana. Cash deviden dibayarkan dari keuntungan neto sesudah pajak.

6. Kerugian operasi perusahaan

Timbulnya kerugian selama periode tertentu dapat disertai dengan berkurangnya aktiva atau bertambahnya hutang. Sebenarnya bertambahnya hutang merupakan sumber dana tetapi dengan adanya kerugian. Dengan demikian, maka adanya kerugian merupakan penggunaan dana.

Contoh laporan sumber-sumber dan penggunaan dana

PERUSAHAAN PT. RAHAYU

LAPORAN PERUBAHAN NERACA 31 DES 1980 – 31 DES 1981

(DALAM RIBUAN RUPIAH)

 

  31/12/1980 31/12/1981

Perubahan

Debet

Kredit

AKTIVA  
Kas Rp.       600 Rp.       700 Rp.     100 Rp.         -
Efek Rp.       700 Rp.       500 Rp.         - Rp.     200
Piutang Rp.    1.200 Rp.    1.000 Rp.         - Rp.     200
Barang Rp.    2.200 Rp.    2.600 Rp.     400 Rp.         -
Mesin Rp.    4.000 Rp.    5.000 Rp.  1.000 Rp.         -
Akum. depresiasi mesin Rp.     (400) Rp.     (600) Rp.         - Rp.     200
Bangunan Rp.    4.000 Rp.    4.000 Rp.         - Rp.         -
Akum. depresiasi bangunan Rp.     (600) Rp.     (900) Rp.         - Rp.     300
Tanah Rp.    2.300 Rp.    3.700 Rp.  1.400 Rp.         -
Jumlah Aktiva Rp.  14.000 Rp.  16.000    
   
HUTANG & MODAL  
Hutang perniagaan Rp.    1.500 Rp.    1.000 Rp.     500 Rp.         -
Hutang wesel Rp.    1.000 Rp.    1.200 Rp.         - Rp.     200
10 % obligasi Rp.    4.500 Rp.    6.000 Rp.         - Rp.  1.500
Modal saham Rp.    5.000 Rp.    5.000 Rp.         - Rp.         -
Surplus modal Rp.    1.000 Rp.    1.000 Rp.         - Rp.         -
Laba ditahan Rp.    1.000 Rp.    1.800 Rp.         - Rp.     800
Jumlah Hutang & Modal Rp.  14.000 Rp.  16.000    
Jumlah     Rp.  3.400 Rp.  3.400

Selama tahun 1981, Perusahaan PT. Rahayu mendapatkan keuntungan netto sesudah pajak sebesar Rp. 1.500.000 dan dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 700.000

PERUSAHAAN PT. RAHAYU

LAPORAN SUMBER-SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

31 DESEMBER 1980 – 31 DESEMBER 1981

(DALAM RIBUAN RUPIAH)

Sumber-Sumber

Penggunaan

Dana berasal dari operasi :
Keuntungan neto Rp.  1.500 Cash deviden Rp.     700
Depresiasi Rp.     500 Bertambahnya mesin Rp.  1.000
Berkurangnya efek Rp.     200 Bertambahnya tanah Rp.  1.400
Bekurangnya piutang Rp.     200 Bertambahnya barang Rp.     400
Bertambahnya hutang wesel Rp.     200 Berkurangnya hut. perniagaan Rp.     500
Bertambahnya obligasi Rp.  1.500 Bertambahnya kas Rp.     100
  Rp.  4.100   Rp.  4.100

Dari laporan penggunaan dana tersebut diatas, nampak bahwa penggunaan dana yang menonjol adalah untuk penambahan mesin, penambahan tanah dan pembayaran cash deviden.

-          Bertambahnya mesin, berarti perusahaan telah mengadakan perluasan usahanya.

-          Bertambahnya mesin, berarti perusahaan telah mengadakan perluasan usaha

-          Pembelian tanah, berarti persiapan ekspansi lebih lanjut

Bagaimana penambahan mesin dan tanah itu dibelanjai ?

Kita harus meneliti sektor sumber-sumber dananya. Sumber-sumber dana yang menonjol adalah dana yang berasal dari keuntungan neto dan depresiasi (internal sources) dan hutang jangka panjang (obligasi).

-          Dari keuntungan neto dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 700.000 (47%) dan masih ada sisa keuntungan neto sebesar Rp. 800.000 (Rp. 1.500.000 – Rp.  700.000). Sisa keuntungan tersebut merupakan modal sendiri. Dana yang paling tepat untuk membiayai pembelian tanah tetapi ternyata dananya tidak cukup karena tambahan tanah meliputi jumlah Rp. 1.400.000. Dengan demikian kekurangannya sebesar Rp. 600.000 dibelanjai dengan hutang jangka panjang

-          Hutang jangka panjang sebagian digunakan untuk menutup kekurangan dana untuk membeli tanah dan sisa hutang jangka panjang yang tersedia untuk pembelian mesin (1.500.000 – Rp.  600.000), tinggal sisanya sebesar Rp. 900.000

-          Tambahan mesin meliputi Rp. 1.000.000 dan dapat dibelanjai dengan hutang jangka panjang dan depresiasi

Dari analisa sumber-sumber dan penggunaan dana PT. Rahayu dapat disimpulkan bahwa perusahaan menggunakan dananya dalam tahun 1981 sebagian besar untuk ekspansi dalam bentuk pembelian mesin dan tanah.

-          Pembelian mesin dibelanjai terutama dengan hutang jangka panjang dan depresiasi. Kebijaksanaan tersebut dapat dibenarkan ditinjau dari sudut likuiditas.

-          Pembelian tanah dibelanjai sebagian dengan modal sendiri dan sebagian dari hutang jangka panjang. Kebijaksanaan pembiayaan tanah dengan hutang tidak dibenarkan ditinjau dari sudut likuiditas

B. ANALISA SUMBER & PENGGUNAAN MODAL KERJA

Dalam kenyataannya selain membuat  laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar kas, perusahaan juga membuat laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar modal kerja (statements of sources and uses of working capital).

Pengertian modal kerja

Modal kerja dapat diartikan beberapa Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancar. Dalam laporan sumber dan penggunaan modal kerja tidak dicantumkan penggunaan dana yang berasal dari modal sendiri karena tidak akan mengakibatkan perubahan modal kerja (netto).

Aktiva Lancar

Hutang Lancar

Kas Rp.  100.000 Hutang perniagaan Rp.  200.000
Piutang Rp.  200.000 Hutang wesel Rp.  100.000
Inventory Rp.  300.000
Modal kerja Rp.  300.000
Jumlah aktiva Rp.  600.000 Jumlah hut. & mod. Rp.  600.000

Selanjutnya terjadi berbagai transaksi yang mengakibatkan perubahan unsur aktiva lancar dan hutang lancar, yaitu :

a. Perubahan ke – 1

Pembelian barang (inventory) secara kredit sebesar Rp. 50.000.

Aktiva Lancar

Hutang Lancar

Kas Rp.  100.000 Hutang perniagaan Rp.  250.000
Piutang Rp.  200.000 Hutang wesel Rp.  100.000
Inventory Rp.  350.000
Modal kerja Rp.  300.000
Jumlah aktiva Rp.  650.000 Jumlah hut. & mod. Rp.  650.000

      b.   Perubahan ke – 2

Pembayaran hutang perniagaan sebesar Rp. 100.000 dengan kas

Aktiva Lancar

Hutang Lancar

Kas Rp.             - Hutang perniagaan Rp.  150.000
Piutang Rp.  200.000 Hutang wesel Rp.  100.000
Inventory Rp.  350.000
Modal kerja Rp.  300.000
Jumlah aktiva Rp.  550.000 Jumlah hut. & mod. Rp.  550.000

Dari contoh diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah modal kerja harga akn berubah jika ada perubahan dalam non current account (aktiva tetap, hutang jangka panjang dan modal sendiri). Perubahan unsur non current account yang memperbesar modal kerja disebut dengan sumber modal kerja atau sources of work capital. Sedangkan yang memperkecil modal kerja disebut dengan penggunaan modal kerja.

Jika penggunaan modal kerja lebih kecil dibandingkan dengan sumber modal kerja maka hal ini akan mempunyai efek neto yang positif. Sedangkan jika penggunaan modal kerjanya lebih besar maka efek netonya akan memperkecil modal kerja.

Sumber-sumber modal kerja, antara lain :

  1. Berkurangnya aktiva tetap
  2. Bertambahnya hutang jangka panjang
  3. Bertambahnya modal
  4. Keuntungan dan operasi perusahaan

Penggunaan modal kerja, antara lain :

  1. Bertambahnya aktiva tetap
  2. Berkurangnya hutang jangka panjang
  3. Berkurangnya modal
  4. Pembayaran cash deviden
  5. Adanya kerugian dalam operasi perusahaan
  6. Bagan perubahan non current account yang mempunyai efek memperbesar modal kerja (sumber-sumber modal)
Current Accounts
Aktiva Lancar Hutang Lancar
(+) Modal Kerja(AL – HL)
(+)    (+)    (+)
Non Current Accounts
     (-)
Aktiva Tetap Hutang Jangka Panjang
Modal Sendiri Modal (+)
Laba Ditahan
(+)

Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan

Bagan  perubahan unsur non current accounts yang mempunyai efek memperkecil modal kerja (penggunaan modal kerja)

Current Accounts
Aktiva Lancar Hutang Lancar
(-) Modal Kerja(AL – HL)
(-)    (-)      (-)
Non Current Accounts
     (+)
Aktiva Tetap Hutang Jangka Panjang
Modal Sendiri Modal (+)
Laba Ditahan
(+)

Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan

Langkah-langkah penyusunan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja :

a.   Menyusun laporan perubahan modal kerja

      Untuk mengetahui adanya kenaikan atau penurunan modal kerja beserta besarnya perubahan modal kerja

  1. Mengelompokkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur non current account ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja
  2. Mengelompokkan unsure-unsur dalam laporan laba ditahan ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang perubahannya mempunyai efek memperkecil modal kerja
  3. Menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja

Contoh Laporan perubahan modal kerja dan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja

Unsur-unsur modal kerja 31/12/1980 31/12/1981

Perubahan Modal Kerja

Bertambah

Berkurang

Aktiva Lancar
Kas Rp.     600 Rp.     700 Rp.      100 Rp.         -
Efek Rp.     700 Rp.     500 Rp.          - Rp.     200
Piutang Rp.  1.200 Rp.  1.000 Rp.          - Rp.     200
Barang Rp.  2.200 Rp.  2.600 Rp.      400 Rp.         -
Jumlah aktiva lancar Rp.  4.700 Rp.  4.800
Hutang Lancar
Hutang perniagaan Rp.  1.500 Rp.  1.000 Rp.      500 Rp.         -
Hutang wesel Rp.  1.000 Rp.  1.200 Rp.          - Rp.     200
Jumlah hutang lancar Rp.  2.500 Rp.  2.200
Modal Kerja Rp.  2.200 Rp.  2.600
Rp.   1.000 Rp.     600
Tambah modal kerja Rp.          - Rp.     400
Jumlah     Rp.  1.000 Rp.  1.000

Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan

Dari tabel diatas, nampak besarnya modal kerja pada akhir tahun 1981 (31/12/1981) lebih besar daripada jumlah modal kerja pada saat sebelumnya (31/12/1980), berarti ada tambahan modal kerja. Kenaikan modal kerja ini disebabkan sumbernya lebih besar daripada penggunaannya (sources > uses)

Contoh laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja

PERUSAHAAN PT. RAHAYU

LAPORAN SUMBER-SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

31 DESEMBER 1980 – 31 DESEMBER 1981

(DALAM RIBUAN RUPIAH)

Sumber-Sumber

Penggunaan

Dana dari operasi :
Keuntungan neto Rp.  1.500 Cash deviden Rp.     700
Depresiasi Rp.     500 Bertambahnya mesin Rp.  1.000
Bertambahnya hutang jangka panjang Rp.  1.500 Bertambahnya tanah Rp.  1.400
Bertambahnya modal kerja Rp.     400
Rp.  3.500   Rp.  3.500

Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan

Arti pentingnya analisa sumber-sumber dan penggunaan modal kerja

  1. Untuk mengetahui laporan tahun lalu
  2. Untuk proyeksi yang dimaksudkan
  3. Untuk menilai kebijaksanaan dalam penggunaan dan cara mendapatkan dana untuk periode mendatang

C. ANALISA BEP

Titik Pulang Pokok atau Titik Impas atau Break Even Point (BEP) adalah suatu titik yang menggambarkan kondisi pada saat itu Total Biaya ( Total Cost ) sama besar dengan Total Pendapatan (Total Revenue).

Total Biaya adalah penjumlahan antara Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya Tetap adalah sejumlah biaya yang perubahannya tidak dipengaruhi oleh volume produksi tetapi dikarenakan oleh adanya faktor waktu.

Contoh : Gaji manager per bulan, Sewa gedung per tahun dsb.

Biaya Variabel adalah sejumlah biaya yang perubahannya dipengaruhi oleh volume produksi, sehingga membentuk fungsi biaya variable.

Contoh : Bahan baku per unit, Tenaga Kerja Langsung per unit.

Total Pendapatan adalah hasil perkalian antara kuantitas yang terjual dengan harga per unit.

Manfaat BEP :
1. Alat perencanaan untuk hasilkan laba
2. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.
3. Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
4. Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti
Rumus BEP :

Rumus Titik Impas dalam Unit

========Biaya tetap========
———————————–
Harga/unit – Biaya variable/unit

Rumus Titik Impas dalam Rupiah

=========Biaya Tetap ( Fixed Cost )==========
——————————————————
{ 1 – ( Biaya Variabel per unit / Harga Jual per unit ) }

Ilustrasi 1 :

Panitia penyelenggara Fa. Tahan Krisis akan mendatangkan artis penyanyi dari luar negeri. Perhitungan kasar yang akan dikeluarkan untuk melangsungkan acara pertunjukan musik tersebut, adalah :

Honor Penyanyi Rp. 50.000.000,-
Honor Band Rp. 30.000.000,-
Sewa tempat dan panggung ( dengan kapasitas 2.500 penonton ) Rp. 87.500.000,-
Brosur, cetak tiket dan iklan lainnya Rp. 20.000.000,-
Snack dan minuman per orang Rp. 25.000,-
Dengan harga karcis masuk Rp. 150.000,- per orang penonton

BEP ( Break Even Point-Titik Impas) dalam jumlah penonton :

Rp. 50.000.000 + 30.000.000,-+87.500.000 + 20.000.000,-
—————————————————————
=======Rp.150.000,-/orang – Rp. 25.000/orang=========

= 1.500 orang penonton

BEP dalam Rupiah :

========Rp. 187.500.000,-===========
——————————————–
1 – ( Rp. 25.000/orang : Rp. 150.000/orang )

= Rp. 187.500.000 / 83,33 = Rp. 225.090.036,-

Ilustrasi 2 :
Nusantara Sakti, Co memproduksi dan menjual mesin penghisap debu. Laporan Rugi Laba yang disusun dengan format kontribusi, sbb :
Penjualan ( 400 unit)==Rp.2.400.000,-==Rp. 6.000,-==100%
Biaya variabel======Rp.1.800.000,-==Rp. 4.500,- == ….. %
Margin Kontribusi====Rp. 600.000,-===Rp. 1.500,-=== ….%
Biaya Tetap=========Rp. 480.000,-
Laba Bersih=========Rp. 120.000,-

Instruksi dan Solusi :
a. Rasio Margin Kontribusi
    Rp. 1.500/Rp.6.000,- x100% = 25%

b. Rasio Biaya Variabel
     Rp.4.500,-/Rp.6.000,- x 100% = 75%

c. Titik Impas, dengan rumus Penjualan = BV + BT + Laba
     6.000 Q = 4.500 Q+ Rp. 480.000,- + 0
     1.500 Q = Rp. 480.000,-
     Q BEP = 320 unit atau Rp. 1.920.000,

ANALISA LAPORAN KEUANGAN (Pertemuan ke-3, Bu Stanty)

1. Jelaskan mengenai neraca menurut yang anda ketahui ?

Neraca (Inggris: Balance Sheet atau Statement of Financial Position)

adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal yang dihubungkan dengan persamaan.

2. Per tgl berapa neraca disajikan, mengapa ?

Neraca biasa disajikan pada akhir bulan atau per tanggal 30/31 karena pada akhir bulan semua  transaksi, pencatatan jurnal. penggolongan dalam buku besar dan pengiktisaran dalam neraca lajur yang merupakan bahan untuk menyajikan laporan keuangan    telah selesai dikerjakan.
3. Bagaimana persamaan keseimbangan untuk suatu neraca ?

Harta = Hutang + Modal

Assets = Liabilities + Equitas

Informasi yang dapat dilihat dari neraca antara lain adalah posisi sumber kekayaan perusahaan dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan perusahaan tersebut dalam suatu periode akuntansi.

Harta yang disajikan dalam neraca disusun berdasarkan likuiditas, yaitu tingkat kecepatan harta tersebut menjadi uang, dalam kegiatan perusahaan. Sedangkan utang disusun atas jangka waktu pembayaran. Dan modal disusun berdasarkan tingkat kekekalan/lamanya bertahan dalam perusahaan.

4. Mengapa laporan tahunan menyajikan neraca, L/R, & arus kas lebih dari 1 tahun, jelaskan menurut pendapat kalian ?

Untuk melihat perubahan – perubahan yang terjadi pada perkiraan – perkiraan dalam suatu neraca ataupun laporan L/R  dan Arus Kas. Dan menilai kewajarannya dengan membandingkan antara laporan tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya. Misalnya kita bisa membandingkan naik – turunya suatu aliran kas perusahaan, dan jika ada aliran kas yang diselewengkan maka akan cepat terdeteksi.

5. Sebutkan jenis2 dari kewajiban perusahaan ?

Kewajiban (bahasa Inggris: liability) adalah utang  yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain.

Liabilitas dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. Liabilitas jangka pendek – liabilitas yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang). Biasanya terdiri dari utang pembayaran (hutang dagang, hutang gaji, hutang pajak pajak, dan sebagainya), pendapatan ditangguhkan, bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam tahun berjalan, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dan lain-lain.
  2. Liabilitas jangka panjang – liabilitas yang penyelesaiannya melebihi satu periode akuntansi (lebih dari satu tahun). Biasanya terdiri dari : utang bank, utang hipotek, obligasi pensiun, dan lain-lain.

CONTOH ANALISA LAPORAN KEUANGAN PT. NURTI NURYATI

PT. NURTI NURYATI

NERACA

PER 31 DESEMBER 2010

AKTIVA PASIVA

Kas                         2.000.000                                             Hutang Dagang                 3.000.000

Efek                            900.000                                             Hutang Wesel                    1.000.000

Piutang                3.000.000                                              Obligasi                               7.400.000

Persediaan         5.000.000                                              Saham                               12.000.000

Tanah                    7.000.000                                             Laba Ditahan                  12.000.000

Bangunan            7.500.000

Mesin                   6.000.000

Total                  31.400.000 Total                   31.400.000

PT. NURTI NURYATI

LAPORAN LABA RUGI

PER 31 DESEMBER 2010

Penjualan                                                                                            15.000.000

HPP                                                                                                        (8.000.000)

Laba Bruto                                                                                            7.000.000

Biaya Operasional                                                                            (4.000.000)

EBIT                                                                                                         3.000.000

Bunga                                                                                                     (1.400.000)

EBT                                                                                                           1.600.000

Tax (15%)                                                                                                 (240.000)

EAT                                                                                                       1.360.000

Hitunglah ratio Likuiditas, Solvabilitas dan rentabilitas !

  1. RATIO LIKUIDITAS
  • Current ratio

Current Ratio =   Aktiva Lancar x 100 %

Hutang Lancar

=  10.900.000 x 100 % = 275,5 % = 2,75

4.000.000

  • Cash Ratio

CashRatio        =   Kas + Efek x 100 %

Hutang Lancar

=  2.000.000 x 100 % = 50 % = 0,5

4.000.000

  • Quick ratio

Quick Ratio        =   Kas + Efek + Piutang x 100 %

Hutang Lancar

=  5.900.000 x 100 % = 147,5 % = 1,47

4.000.000

2.  RATIO SOLVABILITAS

  • Total Hutang terhadap Modal Sendiri

Total Hutang terhadap Modal Sendiri = Hutang lancar + Hutang jangka Panjang x 100 %

Modal sendiri

= 11.400.000 x 100 % = 57 % = 0,57

20.000.000

  • Total Hutang terhadap Aktiva

Total Hutang terhadap Modal Aktiva = Hutang lancar + Hutang jangka Panjang x 100 %

Total Aktiva

= 11.400.000 x 100 % = 36,31 % = 0,36

31.400.000

3. RATIO RENTABILITAS

  • Rentabilitas Ekonomi

Rentabilitas Ekonomi  = EAT x 100 %

Total Aktiva

= 1.360.000 x 100 % = 4,33 % = 0, 04

31.400.000

  • Rentabilitas Modal Sendiri

Rentabilitas Modal Sendiri  = EAT x 100 %

Modal Sendiri

= 1.360.000 x 100 % = 6,8 % = 0,06

20.000.000

MEMORABLE

KENANGAN MUSIM PANAS

Disebuah musim panas
Seseorang telah datang padaku
Menggapai tanganku dan membawaku berlari
Berlari ke dalam dunia yang tak pernah kusapa

Dan aku melihat
Embun pagi di atas dedaunan yang menyegarkan
Ombak yang berkejar – kejaran berguarau bersama angin
Warna pelangi yang mengiringi bidadari turun ke bumi
Matahari senja diantara mega yang berlarian

Bersamanya…
Kurasakan warna beda dalam duniaku
Kunikmati…kunikmati…dan kunikmati
Hingga akhirnya musim panas berganti dengan musim gugur
Dan bersamanya seseorang telah pergi dariku
Duniaku…
Sunyi…sunyi…sunyi

Bagai ranting yang kehilangan daun
Bagai burung yang kehilangan sayap
Kuberjalan seorang diri
Melewati lorong yang tiada berujung
Hingga akhirnya kudapati
Seekor Merpati bertengger pada sebuah ranting kering
Dia menatapku seraya berkata
Dunia tak selamanya musim gugur
Dan seseorang telah menunggumu dimusim panas berikutnya
Ketika Merpati itu mengepakkan sayapnya dan terbang ke langit
Aku tersenyum dan berkata
Atas nama kasih sayang yang selamanya hidup abadi
Aku akan menjadi “Merpati yang terbang bebas ke udara”

TEKA TEKI CINTA

Ada sastrawan barat berkata
Cinta adalah sesuatu yang unik
Seperti Strawberry
Terkadang manis
Saat mutiara – mutiara kebahagiaan menyapanya
Terkadang masam
Ketika kerikil – kerikil tajam menghampirinya.

Sastrawan barat itu kembali berkata
Cinta adalah sesuatu yang ajaib
Terkadang Seperti batu karang
Yang tak pernah terkoyak oleh hebatnya demburan ombak
Terkadang seperti bunga sakura
Yang terus berguguran di satu musim.

Untuk terakhir kalinya sastrawan barat itu kembali berkata
Cinta adalah sebuah teka – teki
Siapapun tidak akan tahu
Kapan strawberry itu manis dan kapan strawberry itu masam
Dan tak seorangpun yang tahu
Akankah batu karang bertahan ?
Atau haruskah bunga sakura berguguran ?

WAKTU

Kadang aku merasa waktu banar – banar tidak adil
Dengan seenaknya saja dia mempertemukan kita
Dengan seseorang yang mungkin akan special di hati kita
Meski saat itu kita belum menyadari
Akan waktu yang mempertemukan kita dengannya

Dan seiring berjalannya waktu dengan mudahnya
Dia menumbuhkan benih – benih cinta
Diantara kita dengannya
Walau saat itu kita merasa
Waktu tarasa begitu indah saat kita bersamanya

Lalu secara perlahan dengan mudahnya pula
Waktu membawa langkah seorang itu pergi
Pergi hingga kita tak mampu memandangnya lagi
Dan saat itu kita merasa waktu begitu jahat
Memisahkan kita dengannya

Bahkan yang lebih menyebalkan
Ketika seseorang bertanya
Apakah kisah dan rasa ini telah berakhir??
Dengan serempak orang – orang berkata
Serahkan saja pada waktu

KENANGAN

Kenangan…

Bagian dari masa lalu yang sulit untuk dilupakan

Kenangan….

Bagian dari kehidupan yang telah dilewatkan

Kenangan….

Indah berharap untuk kembali

Buruk berdoa untuk dapat dilupakan

Kenangan….

Selalu hadir dikala sendiri menerawang kehampaan

Kenangan….

Kenapa harus ada kenangan

Karena dialah yang akan menuntun kita pada suatu kenyataan

Kenyataan betapa berharganya setiap detik bersamanya

KUSADARI…

Kusadari kau tak lagi sisiku

Kusadari duniaku tak seindah dulu

Kusadari sepi dalam hatiku

Kusadari aku telah kehilanganmu

Kusadari hampa hidup yang kujalani

Kusadari sebuah rasa merindukanmu

Kusadari semua telah berakhir

Tapi tak pernah kusadari

Sejauh inikah aku mencintaimu??

DIA

Dia…

Seseorang yang hadir untuk mengisi hari – hariku

Seseorang yang pergi untuk membuatku mengenang hari – hari itu

Dia…

Seseorang yang hadir untuk menemaniku tertawa dan bercanda

Seseorang yang pergi untuk mengubah semuanya menjadi sepi dan rindu akan hadirnya

Dia…

Seseorang yang hadir untuk menyambut keceriaan dan senyum bahagia

Seseorang yang pergi untuk menggantikannya dengan kesedihan dan tangis

Dia…

Seseorang yang hadir untuk mengenalkan apa itu cinta

Seseorang yang pergi untuk mengenalkan apa itu patah hati

Dia…

Yang melahirkan kisah ini

Dan mengakhirinya dengan kegilaan

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (Pertemuan 2, Bu Stanty)

1. Jelaskan arti penting laporan keuangan ?

    Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

    Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

    1. Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier

        2.   Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.

          3.  Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.

          4.  Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.

          5.  Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.

           

            2. Jelaskan pengertian laporan keuangan dan analisis laporan keuangan !

              Pengertian Laporan Keuangan

              ¤Menurut Drs. S. Munawir

              Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

              ¤ Menurut Drs. Djarwanto. P.S

              Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.

              ¤ Menurut Myer, Financial Statement Analysis

              Laporan Keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi laba.

              ¤ Menurut SAK

              Laporan Keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan ( yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan
              arus kas, atau laporan arus dana ), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

              ¤Menurut Drs.Dwi Prastowo.D, M.M, Akt

              Laporan Keuangan adalah merupakan obyek dari analisis terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, memahami latar belakang penyusunan dan penyajian laporan keuangan merupakan langkah yang sangat penting sebelum menganalisis laporan keuangan itu sendiri.

              Pengertian Analisis Laporan Keuangan

              ¤ Menurut Drs. Djarwanto P.S

              Analisis Laporan Keuangan adalah merupakan suatu proses analisis terhadap laporan keuangan, dengan tujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada para pemakai laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sehingga kualitas keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik.

              ¤Menurut Dwi Prastowo D, M.M, Akt

              Analisis Laporan Keuangan adalah suatu proses membedah-bedah laporan keuangan ke dalam komponen-komponen nya. Penelaahan mendalam terhadap masing-masing komponen dan hubungan diantara komponen-komponen tersebut akan menghasilkan pemahaman menyeluruh atas laporan keuangan itu sendiri.

              ¤ Menurut Leopold A.Bernstein

              Financial statement Analysis is the judgemental process that aims to evaluate the current and past financial positions and results of operation of an enterprise with primary objective of determining the best possible estimates and predictions about future conditions and performance.

              ¤ Menurut Ikatan Akuntan Indonesia

              Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang posisi keuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.

              ¤ Menurut Drs.Djarwanto PS

              Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap hasil tindakan pembuatancringkasan data  euangan perusahaan yang digunakan untuk kepentingan perusahaan yang bersangkutan.

               

              3. Sebutkan syarat – syarat laporan keuangan !

                -       Dapat Dipahami

                Informasi yang berkualitas adalah informasi yang dengan mudah dan segera dapat dipahami oleh pemakainya. Pemakai informasi diasumsikan mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi.

                -          Relevan

                Informasi mempunyai kualitas relevan bila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai, yaitu dengan cara berguna untuk mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengkoreksi evaluasi mereka di masa lalu. Relevansi informasi bermanfaat dalam peramalan dan penegasan, yang keduanya berkaitan satu sama lain. Prediksi posisi posisi keuangan dan kinerja masa depan serta hal lainnya seringkali didasarkan pada informasi posisi keuangan dan kinerja masa lalu. Relevansi dipengaruhi oleh hakikat dan materialitasnya

                -          Keandalan

                Informasi memiliki kualitas handal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Keandalan informasi dipengaruhi oleh penyajian jalur, substansi mengungguli bentuk, netralitas, pertimbangan sehat, kelengkapan dan dapat dibandingkan.

                 

                4. Sebutkan keterbatasan yang ada dalam laporan keuangan !

                  • Laporan keuangan sifatnya sementara dan bukan laporan yang final, karena itu jumlah dan hal-hal yang dilaporkan dalam laporan keuangan tidak menunjukan nilai likuiditas atau realisasi dimana dalam pembuatannya terdapat pendapat-pendapat pribadi yang telah dilakukan oleh akuntan atau management yang bersangkutan.
                  • Angka yang tercantum dalam laporan keuangan hanya merupakan nilai buku(book value) yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang maupun nilai gantinya.
                  • Untuk para investor laporan keuangan hanya bersifat membantu, masih memerlukan ramalan-ramalan sebabnya adalah bahwa data-data yang disajikan oleh akutansi semata-mata hanya didasarkan atas “cost” (yang bersifat histories) dan bukan atas dasar nilainya, akhirnya timbul jurang (gap) yang cukup besar antara hak kekayaan pemegang saham berupa aktiva bersih perusahaan yang dinyatakan dalam harga pokok historis dengan harga saham yang tercatat dibursa. (ikatan akutansi Indonesia, Jakarta 1974,hal 14).
                  • Laporan keuangan bersifat konserfatif dalam sikapnya menghadapi ketidakpastian, peristiwa yang tidak menguntungkan segera diperhitungkan kerugiannya. Harta, kekayaan bersih, dan pendapatan bersih selalu dihitung dalam nilainya yang paling rendah.

                   

                  5. Sebutkan bentuk – bentuk laporan keuangan !

                  a. Neraca

                    1. Yaitu laporan systematis yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan meliputi Assets (harta), Liabilities (hutang) dan Capital (modal). Bentuk neraca  harus memenuhi persamaan akuntansi  dan umumnya bebentuk:

                    -   Skontro/Horizontal.

                    Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakan disebelah kiri sedangkan passiva (liabities+modal) diletakan disebelah kanan

                    -   Report form/Laporan.

                    Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakan disebelah atas sedangakan passiva (liabities+modal) diletakan disebelah bawah

                    b. Laporan perubahan Modal (Capital Statement)

                      yaitu laporan yang menggambarkan akibat adanya selisih perhasilan dengan biaya dan unsur lainnya misalnya tambahan investasi (additional investment) atau pengambilan (withdrawals).

                      c. Laporan Rugi Laba (income statement)

                        yaitu laporan systematis yang menggambarkan selisih penghasilan (reveneus) dengan Biaya (Expenses) selama satu periode akuntansi. Selisia antara pendapatan – pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang di derita oleh perusahaan. Bentuk laporan laba rugi harus memenuhi persamaan akuntansi  dan umumnya bebentuk:

                        Multiple Step (Bertahap)

                        Dalam bentuk ini pengelompokan terhadap pendapatan – pendapatan dan biaya – biaya disusun dalam urut – urutan tertentu sehingga dapat diketahui secara langsung laba bruto, penghasilan usaha. Penghasilan bersih sebelum pajak, penghasilan bersih setelah pajak dan penghasilan bersih dari elemen – elemen luar biasa

                        Single Step

                        Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokan pendapatan dan biaya ke dalam kelompok – kelompok usaha dan di luar usaha, tetapi hanya dipisahkan antara pendapatan – pendapatan dan biaya – biaya.

                        d. Laporan Arus Kas

                          Yaitu laporan yang menunjukan arus kas masuk dan arus kas keluar, yang dibedakan menjadi arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas aktivitas dan arus kas pendanaan.

                          ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (Pertemuan I, Bu Stanty)

                          1. Sebutkan tujuan dari analisis laporan keuangan ?

                          Analisis laporan keuangan yang dilakukan dimaksudkan untuk menambah informasi yang ada dalam suatu laporan keuangan. Secara lengkap kegunaan analisis laporan keuangan ini dapat dikemukakan sebagai berikut :

                          1. Dapat diberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang  terdapat dari laporan keuangan biasa.
                          2. Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada di balik laporan keuangan (implicit)
                          3. Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
                          4. Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam
                            hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan
                            komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi
                            yang diperoleh dari luar perusahaan.
                          5. Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan
                            model-model dan teori-teori yang terdapat di lapangan seperti untuk
                            prediksi, peningkatan (rating).1.
                          6. Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan nlain dengan periode
                            sebelumnya atau dengan standar industri normal atau standar ideal.
                          7. Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya.
                          8. Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.

                          Dari sudut lain tujuan analisis Laporan Keuangan menurut Bernstein (1983) adalah sebagai berikut :

                          1.  Screening

                          Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih

                          kemungkinan investasi atau merger

                          2.   Forcasting

                          Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang.

                          3.   Diagnosis

                          Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masakah yang terjadi baik dalam manajemen operasi,

                          keuangan atau masalah lain.

                          4.  Evaluation

                          Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi dan lain-lain

                          5.  Understanding

                          2. Sebutkan urutan dalam menganalisis laporan keuangan ?

                          1. Pertama, Analisa Likuiditas Perusahaan

                          Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial yang segera harus dipenuhi. Gunakan pos –

                          pos yang terdapat dalam neraca untuk menghitung Cash Ratio dan Quick Ratio untuk mengetahui perusahaan sedang dalam

                          kondisi likuid atau ilikuid.

                          2 .   Kedua, Analisa Solvabilitas Perusahaan

                          Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan memenuhi segala kewajiban finansialnya (seluruh Hutang) jangka panjang.

                          Gunakan pos – pos yang terdapat dalam neraca untuk menghitung ratio Hutang terhadap modal ataupun terhadap aktiva.

                          3.    Ketiga, Analisa Rentabilitas & Profitabilitas Perusahaan

                          Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Atau perbandingan antara laba dengan aktiva atau

                          modal yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Dengan menggunakan laporan laba rugi kita dapat menghitug Profit

                          Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin, dan Turn Over of Operating Assets.

                          3. Sebutkan macam-macam metode analisis laporan keuangan ?

                          Ada dua metode analisis yang digunakan oleh setiap analis laporan keuangan, yaitu analisis horisontal dan analisis vertikal.

                          1. Analisis horisontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode horisontal ini disebut pula sebagai metode analisis dinamis.
                          2. Analisis vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya diketaui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Analisis vertikal ini disebut juga sebagai metode analisis yang statis karena kesimpulan yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja tanpa mengetahui perkembangannya.