<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>A60377's Weblog</title>
	<atom:link href="http://a60377.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://a60377.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jun 2011 14:08:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='a60377.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>A60377's Weblog</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://a60377.wordpress.com/osd.xml" title="A60377&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://a60377.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ANALISA SUMBER &amp; PENGGUNAAN KAS, MODAL KERJA &amp; ANALISA BEP</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2011/06/01/analisa-sumber-penggunaan-kas-modal-kerja-analisa-bep/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2011/06/01/analisa-sumber-penggunaan-kas-modal-kerja-analisa-bep/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 13:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[A. ANALISA SUMBER &#38; PENGGUNAAN KAS Langkah-langkah menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan dana : 1)      Menyusun laporan perubahan neraca, yang menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca antara dua titik waktu yang akan dianalisa (bulanan atau tahunan) 2)      Mengelompokkan perubahan-perubahan dalam golongan perubahan yang memperbesar / memperkecil kas 3)      Mengelompokkan elemen-elemen dalam laporan rugi dan laba (laporan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=254&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#00ff00;"><strong>A. ANALISA SUMBER &amp; PENGGUNAAN KAS</strong></span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#00ff00;">Langkah-langkah menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan dana :</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">1)      Menyusun laporan perubahan neraca, yang menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca antara dua titik waktu yang akan dianalisa (bulanan atau tahunan)</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">2)      Mengelompokkan perubahan-perubahan dalam golongan perubahan yang memperbesar / memperkecil kas</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">3)      Mengelompokkan elemen-elemen dalam laporan rugi dan laba (laporan laba ditahan) ke dalam golongan yang memperbesar/ memperkecil kas</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">4)      Mengadakan konsolidasi dari semua informasi ke dalam laporan sumber-sumber dan penggunaan dana</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#00ff00;">Perubahan elemen neraca antara dua saat efeknya memperbesar kas disebut sumber-sumber dana, diantaranya :</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">1)      Berkurangnya aktiva lancar selain kas</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">a)      Berkurangnya barang (inventory) terjadi karena terjualnya barang tersebut dan hasil penjualan itu merupakan sumber dana/ kas bagi perusahaan.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">b)      Berkurangnya piutang berarti piutang telah dibayar dan penerimaan piutang merupakan penambahan dana yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">c)       Berkurangnya surat-surat berharga (efek) berarti efek itu terjual dan hasil penjualan tersebut merupakan sumber dana/ kas bagi perusahaan</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">2)      Berkurangnya aktiva tetap</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">a)      Berkurangnya aktiva tetap bruto berarti sebagian aktiva tetap harus dijual dan hasil penjualannya merupakan sumber dana</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">b)      Berkurangnya aktiva tetap neto  berarti adanya depresiasi dalam tahun yang bersangkutan</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">3)      Bertambahnya setiap jenis hutang</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Bertambahnya hutang (hutang lancar, hutang jangka panjang) berarti terjadi penambahan dana yang diterima oleh perusahaan yang bersangkutan</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">4)      Bertambahnya modal</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Bertambahnya modal disebabkan adanya emisi saham baru dan hasil penjualan saham baru tersebut merupakan sumber dana</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">5)      Adanya keuntungan dari operasi perusahaan</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan neto dari operasinya berarti bahwa ada tambahan dan bagi perusahaan yang bersangkutan.</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#00ff00;"> Mengenai perubahan-perubahan yang efeknya memperkecil dana/ kas, antara lain :</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">1.Bertambahnya aktiva lancar selain kas</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">        Bertambahnya aktiva lancar dapat terjadi karena pembelian barang dan pembelian barang membutuhkan dana. Dengan demikian, penambahan aktiva lancar merupakan penggunaan dana.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">2. Bertambahnya aktiva tetap</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">        Bertambahnya aktiva tetap bruto dapat terjadi karena adanya pembelian aktiva tetap dan pembelian aktiva tetap merupakan penggunaan dana.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">3. Berkurangnya hutang</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">        Berkurangnya hutang, baik hutang lancar maupun hutang jangka panjang dapat terjadi karena perusahaan telah melunasi atau mengangsur hutangnya. Pembayaran kembali hutang berarti penggunaan dana.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">4. Berkurangnya modal</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Berkurangnya modal dapat terjadi karena pemilik perusahaan mengambil kembali atau mengurangi modal yang tertanam dalam perusahaan. Berkurangnya modal berarti berkurangnya dana. Ini berarti bahwa penggunaan modal itu merupakan penggunaan dana. Dalam P.I. pembelian kembali sahampun merupakan penggunaan dana.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">5. Pembayaran cash deviden</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Pembayaran cash deviden merupakan penggunaan dana. Cash deviden dibayarkan dari keuntungan neto sesudah pajak.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">6. Kerugian operasi perusahaan</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Timbulnya kerugian selama periode tertentu dapat disertai dengan berkurangnya aktiva atau bertambahnya hutang. Sebenarnya bertambahnya hutang merupakan sumber dana tetapi dengan adanya kerugian. Dengan demikian, maka adanya kerugian merupakan penggunaan dana.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#00ff00;">Contoh laporan sumber-sumber dan penggunaan dana</span></p></blockquote>
<table width="574" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="5" valign="top" width="574">
<p align="center"><strong>PERUSAHAAN PT. RAHAYU</strong></p>
<p align="center"><strong>LAPORAN PERUBAHAN NERACA 31 DES 1980 – 31 DES 1981</strong></p>
<p align="center"><strong>(DALAM RIBUAN RUPIAH)</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" valign="top" width="204"><strong> </strong></td>
<td rowspan="2" valign="top" width="99"><strong>31/12/1980</strong></td>
<td rowspan="2" valign="top" width="96"><strong>31/12/1981</strong></td>
<td colspan="2" valign="top" width="175">
<p align="center"><strong>Perubahan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>Debet</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>Kredit</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>AKTIVA</strong></td>
<td valign="top" width="99"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="84"></td>
<td valign="top" width="91"><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Kas</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.       600</td>
<td valign="top" width="96">Rp.       700</td>
<td valign="top" width="84">Rp.     100</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.         -</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Efek</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.       700</td>
<td valign="top" width="96">Rp.       500</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.     200</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Piutang</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    1.200</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    1.000</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.     200</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Barang</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    2.200</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    2.600</td>
<td valign="top" width="84">Rp.     400</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.         -</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Mesin</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    4.000</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    5.000</td>
<td valign="top" width="84">Rp.  1.000</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.         -</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Akum. depresiasi mesin</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.     (400)</td>
<td valign="top" width="96">Rp.     (600)</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.     200</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Bangunan</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    4.000</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    4.000</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.         -</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Akum. depresiasi bangunan</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.     (600)</td>
<td valign="top" width="96">Rp.     (900)</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.     300</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Tanah</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    2.300</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    3.700</td>
<td valign="top" width="84">Rp.  1.400</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.         -</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Jumlah Aktiva</strong></td>
<td valign="top" width="99"><strong>Rp.  14.000</strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong>Rp.  16.000</strong></td>
<td valign="top" width="84"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="99"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="84"></td>
<td valign="top" width="91"><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>HUTANG &amp; MODAL </strong></td>
<td valign="top" width="99"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="84"></td>
<td valign="top" width="91"><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Hutang perniagaan</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    1.500</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    1.000</td>
<td valign="top" width="84">Rp.     500</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.         -</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Hutang wesel</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    1.000</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    1.200</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.     200</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>10 % obligasi</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    4.500</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    6.000</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.  1.500</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Modal saham</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    5.000</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    5.000</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.         -</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Surplus modal</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    1.000</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    1.000</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.         -</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Laba ditahan</strong></td>
<td valign="top" width="99">Rp.    1.000</td>
<td valign="top" width="96">Rp.    1.800</td>
<td valign="top" width="84">Rp.         -</td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.     800</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Jumlah Hutang &amp; Modal</strong></td>
<td valign="top" width="99"><strong>Rp.  14.000</strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong>Rp.  16.000</strong></td>
<td valign="top" width="84"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="204"><strong>Jumlah</strong></td>
<td valign="top" width="99"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="84"><strong>Rp.  3.400</strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.  3.400</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#00ff00;">Selama tahun 1981, Perusahaan PT. Rahayu mendapatkan keuntungan netto sesudah pajak sebesar Rp. 1.500.000 dan dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 700.000</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" valign="top" width="590">
<p align="center"><strong>PERUSAHAAN PT. RAHAYU</strong></p>
<p align="center"><strong>LAPORAN SUMBER-SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA</strong></p>
<p align="center"><strong>31 DESEMBER 1980 – 31 DESEMBER 1981</strong></p>
<p align="center"><strong>(DALAM RIBUAN RUPIAH)</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="283">
<p align="center"><strong>Sumber-Sumber</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="top" width="307">
<p align="center"><strong>Penggunaan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">Dana berasal dari operasi :</td>
<td valign="top" width="84"></td>
<td valign="top" width="216"></td>
<td valign="top" width="91"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">Keuntungan neto</td>
<td valign="top" width="84">Rp.  1.500</td>
<td valign="top" width="216">Cash deviden</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     700</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">Depresiasi</td>
<td valign="top" width="84">Rp.     500</td>
<td valign="top" width="216">Bertambahnya mesin</td>
<td valign="top" width="91">Rp.  1.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">Berkurangnya efek</td>
<td valign="top" width="84">Rp.     200</td>
<td valign="top" width="216">Bertambahnya tanah</td>
<td valign="top" width="91">Rp.  1.400</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">Bekurangnya piutang</td>
<td valign="top" width="84">Rp.     200</td>
<td valign="top" width="216">Bertambahnya barang</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     400</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">Bertambahnya hutang wesel</td>
<td valign="top" width="84">Rp.     200</td>
<td valign="top" width="216">Berkurangnya hut. perniagaan</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     500</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">Bertambahnya obligasi</td>
<td valign="top" width="84">Rp.  1.500</td>
<td valign="top" width="216">Bertambahnya kas</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     100</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="84"><strong>Rp.  4.100</strong></td>
<td valign="top" width="216"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.  4.100</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#00ff00;">Dari laporan penggunaan dana tersebut diatas, nampak bahwa penggunaan dana yang menonjol adalah untuk penambahan mesin, penambahan tanah dan pembayaran cash deviden.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">-          Bertambahnya mesin, berarti perusahaan telah mengadakan perluasan usahanya.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">-          Bertambahnya mesin, berarti perusahaan telah mengadakan perluasan usaha</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">-          Pembelian tanah, berarti persiapan ekspansi lebih lanjut</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Bagaimana penambahan mesin dan tanah itu dibelanjai ?</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Kita harus meneliti sektor sumber-sumber dananya. Sumber-sumber dana yang menonjol adalah dana yang berasal dari keuntungan neto dan depresiasi (internal sources) dan hutang jangka panjang (obligasi).</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">-          Dari keuntungan neto dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 700.000 (47%) dan masih ada sisa keuntungan neto sebesar Rp. 800.000 (Rp. 1.500.000 – Rp.  700.000). Sisa keuntungan tersebut merupakan modal sendiri. Dana yang paling tepat untuk membiayai pembelian tanah tetapi ternyata dananya tidak cukup karena tambahan tanah meliputi jumlah Rp. 1.400.000. Dengan demikian kekurangannya sebesar Rp. 600.000 dibelanjai dengan hutang jangka panjang</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">-          Hutang jangka panjang sebagian digunakan untuk menutup kekurangan dana untuk membeli tanah dan sisa hutang jangka panjang yang tersedia untuk pembelian mesin (1.500.000 – Rp.  600.000), tinggal sisanya sebesar Rp. 900.000</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">-          Tambahan mesin meliputi Rp. 1.000.000 dan dapat dibelanjai dengan hutang jangka panjang dan depresiasi</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Dari analisa sumber-sumber dan penggunaan dana PT. Rahayu dapat disimpulkan bahwa perusahaan menggunakan dananya dalam tahun 1981 sebagian besar untuk ekspansi dalam bentuk pembelian mesin dan tanah.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">-          Pembelian mesin dibelanjai terutama dengan hutang jangka panjang dan depresiasi. Kebijaksanaan tersebut dapat dibenarkan ditinjau dari sudut likuiditas.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">-          Pembelian tanah dibelanjai sebagian dengan modal sendiri dan sebagian dari hutang jangka panjang. Kebijaksanaan pembiayaan tanah dengan hutang tidak dibenarkan ditinjau dari sudut likuiditas</span></p>
<p><strong></strong><strong><span style="color:#00ccff;">B. ANALISA SUMBER &amp; PENGGUNAAN MODAL KERJA</span><br />
</strong></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Dalam kenyataannya selain membuat  laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar kas, perusahaan juga membuat laporan sumber dan penggunaan dana atas dasar modal kerja (statements of sources and uses of working capital).</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#00ccff;">Pengertian modal kerja</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Modal kerja dapat diartikan beberapa Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancar. Dalam laporan sumber dan penggunaan modal kerja tidak dicantumkan penggunaan dana yang berasal dari modal sendiri karena tidak akan mengakibatkan perubahan modal kerja (netto).</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="276">
<p align="center"><strong>Aktiva Lancar</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="top" width="259">
<p align="center"><strong>Hutang Lancar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">Kas</td>
<td valign="top" width="108">Rp.  100.000</td>
<td valign="top" width="156">Hutang perniagaan</td>
<td valign="top" width="103">Rp.  200.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">Piutang</td>
<td valign="top" width="108">Rp.  200.000</td>
<td valign="top" width="156">Hutang wesel</td>
<td valign="top" width="103">Rp.  100.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">Inventory</td>
<td valign="top" width="108">Rp.  300.000</td>
<td valign="top" width="156"></td>
<td valign="top" width="103"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168"></td>
<td valign="top" width="108"></td>
<td valign="top" width="156">Modal kerja</td>
<td valign="top" width="103">Rp.  300.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168"><strong>Jumlah aktiva</strong></td>
<td valign="top" width="108"><strong>Rp.  600.000</strong></td>
<td valign="top" width="156"><strong>Jumlah hut. &amp; mod.</strong></td>
<td valign="top" width="103"><strong>Rp.  600.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#00ccff;">Selanjutnya terjadi berbagai transaksi yang mengakibatkan perubahan unsur aktiva lancar dan hutang lancar, yaitu :</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">a. Perubahan ke – 1</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Pembelian barang (inventory) secara kredit sebesar Rp. 50.000.</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="252">
<p align="center"><strong>Aktiva Lancar</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="top" width="259">
<p align="center"><strong>Hutang Lancar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144">Kas</td>
<td valign="top" width="108">Rp.  100.000</td>
<td valign="top" width="156">Hutang perniagaan</td>
<td valign="top" width="103">Rp.  250.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144">Piutang</td>
<td valign="top" width="108">Rp.  200.000</td>
<td valign="top" width="156">Hutang wesel</td>
<td valign="top" width="103">Rp.  100.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144">Inventory</td>
<td valign="top" width="108">Rp.  350.000</td>
<td valign="top" width="156"></td>
<td valign="top" width="103"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144"></td>
<td valign="top" width="108"></td>
<td valign="top" width="156">Modal kerja</td>
<td valign="top" width="103">Rp.  300.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144"><strong>Jumlah aktiva</strong></td>
<td valign="top" width="108"><strong>Rp.  650.000</strong></td>
<td valign="top" width="156"><strong>Jumlah hut. &amp; mod.</strong></td>
<td valign="top" width="103"><strong>Rp.  650.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#00ccff;">      b.   Perubahan ke – 2</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Pembayaran hutang perniagaan sebesar Rp. 100.000 dengan kas</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="252">
<p align="center"><strong>Aktiva Lancar</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="top" width="259">
<p align="center"><strong>Hutang Lancar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144">Kas</td>
<td valign="top" width="108">Rp.             -</td>
<td valign="top" width="156">Hutang perniagaan</td>
<td valign="top" width="103">Rp.  150.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144">Piutang</td>
<td valign="top" width="108">Rp.  200.000</td>
<td valign="top" width="156">Hutang wesel</td>
<td valign="top" width="103">Rp.  100.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144">Inventory</td>
<td valign="top" width="108">Rp.  350.000</td>
<td valign="top" width="156"></td>
<td valign="top" width="103"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144"></td>
<td valign="top" width="108"></td>
<td valign="top" width="156">Modal kerja</td>
<td valign="top" width="103">Rp.  300.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="144"><strong>Jumlah aktiva</strong></td>
<td valign="top" width="108"><strong>Rp.  550.000</strong></td>
<td valign="top" width="156"><strong>Jumlah hut. &amp; mod.</strong></td>
<td valign="top" width="103"><strong>Rp.  550.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#00ccff;">Dari contoh diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah modal kerja harga akn berubah jika ada perubahan dalam non current account (aktiva tetap, hutang jangka panjang dan modal sendiri). Perubahan unsur non current account yang memperbesar modal kerja disebut dengan sumber modal kerja atau sources of work capital. Sedangkan yang memperkecil modal kerja disebut dengan penggunaan modal kerja.</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;"><em>Jika penggunaan modal kerja lebih kecil dibandingkan dengan sumber modal kerja maka hal ini akan mempunyai efek neto yang positif. Sedangkan jika penggunaan modal kerjanya lebih besar maka efek netonya akan memperkecil modal kerja.</em></span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#00ccff;">Sumber-sumber modal kerja, antara lain :</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ccff;">Berkurangnya aktiva tetap</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Bertambahnya hutang jangka panjang</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Bertambahnya modal</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Keuntungan dan operasi perusahaan</span></li>
</ol>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#00ccff;">Penggunaan modal kerja, antara lain :</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ccff;">Bertambahnya aktiva tetap</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Berkurangnya hutang jangka panjang</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Berkurangnya modal</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Pembayaran cash deviden</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Adanya kerugian dalam operasi perusahaan</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Bagan perubahan non current account yang mempunyai efek memperbesar modal kerja (sumber-sumber modal)</span></li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td colspan="2" valign="top" width="204">Current Accounts</td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116">Aktiva Lancar</td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128">Hutang Lancar</td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40">(+)</td>
<td valign="top" width="128">Modal Kerja(AL – HL)</td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128">(+)    (+)    (+)</td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td colspan="2" valign="top" width="204">Non Current Accounts</td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116">     (-)</td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116">Aktiva Tetap</td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td colspan="2" valign="top" width="204">Hutang Jangka Panjang</td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td rowspan="2" valign="top" width="97">Modal Sendiri</td>
<td valign="top" width="107">Modal</td>
<td valign="top" width="40">(+)</td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="107">Laba Ditahan</td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40">(+)</td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#00ccff;">Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Bagan  perubahan unsur non current accounts yang mempunyai efek memperkecil modal kerja (penggunaan modal kerja)</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td colspan="2" valign="top" width="204">Current Accounts</td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116">Aktiva Lancar</td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128">Hutang Lancar</td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40">(-)</td>
<td valign="top" width="128">Modal Kerja(AL – HL)</td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128">(-)    (-)      (-)</td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td colspan="2" valign="top" width="204">Non Current Accounts</td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116">     (+)</td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116">Aktiva Tetap</td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td colspan="2" valign="top" width="204">Hutang Jangka Panjang</td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td rowspan="2" valign="top" width="97">Modal Sendiri</td>
<td valign="top" width="107">Modal</td>
<td valign="top" width="40">(+)</td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="107">Laba Ditahan</td>
<td valign="top" width="40"></td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="16"></td>
<td valign="top" width="116"></td>
<td valign="top" width="36"></td>
<td valign="top" width="97"></td>
<td valign="top" width="107"></td>
<td valign="top" width="40">(+)</td>
<td valign="top" width="128"></td>
<td valign="top" width="19"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#00ccff;">Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#00ccff;">Langkah-langkah penyusunan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja :</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">a.   Menyusun laporan perubahan modal kerja</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">      Untuk mengetahui adanya kenaikan atau penurunan modal kerja beserta besarnya perubahan modal kerja</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ccff;">Mengelompokkan perubahan-perubahan dari unsur-unsur non current account ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang mempunyai efek memperkecil modal kerja</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Mengelompokkan unsure-unsur dalam laporan laba ditahan ke dalam golongan yang mempunyai efek memperbesar modal kerja dan golongan yang perubahannya mempunyai efek memperkecil modal kerja</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#00ccff;">Contoh Laporan perubahan modal kerja dan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" valign="top" width="180"><strong>Unsur-unsur modal kerja</strong></td>
<td rowspan="2" valign="top" width="96"><strong>31/12/1980</strong></td>
<td rowspan="2" valign="top" width="96"><strong>31/12/1981</strong></td>
<td colspan="2" valign="top" width="187">
<p align="center"><strong>Perubahan Modal Kerja</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="96">
<p align="center"><strong>Bertambah</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>Berkurang</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180"><strong><span style="text-decoration:underline;">Aktiva Lancar</span></strong></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="91"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180">Kas</td>
<td valign="top" width="96">Rp.     600</td>
<td valign="top" width="96">Rp.     700</td>
<td valign="top" width="96">Rp.      100</td>
<td valign="top" width="91">Rp.         -</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180">Efek</td>
<td valign="top" width="96">Rp.     700</td>
<td valign="top" width="96">Rp.     500</td>
<td valign="top" width="96">Rp.          -</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     200</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180">Piutang</td>
<td valign="top" width="96">Rp.  1.200</td>
<td valign="top" width="96">Rp.  1.000</td>
<td valign="top" width="96">Rp.          -</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     200</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180">Barang</td>
<td valign="top" width="96">Rp.  2.200</td>
<td valign="top" width="96">Rp.  2.600</td>
<td valign="top" width="96">Rp.      400</td>
<td valign="top" width="91">Rp.         -</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180"><strong>Jumlah aktiva lancar</strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong>Rp.  4.700</strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong>Rp.  4.800</strong></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="91"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="91"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180"><strong><span style="text-decoration:underline;">Hutang Lancar</span></strong></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="91"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180">Hutang perniagaan</td>
<td valign="top" width="96">Rp.  1.500</td>
<td valign="top" width="96">Rp.  1.000</td>
<td valign="top" width="96">Rp.      500</td>
<td valign="top" width="91">Rp.         -</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180">Hutang wesel</td>
<td valign="top" width="96">Rp.  1.000</td>
<td valign="top" width="96">Rp.  1.200</td>
<td valign="top" width="96">Rp.          -</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     200</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180"><strong>Jumlah hutang lancar</strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong>Rp.  2.500</strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong>Rp.  2.200</strong></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="91"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="91"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180"><strong><span style="text-decoration:underline;">Modal Kerja</span></strong></td>
<td valign="top" width="96">Rp.  2.200</td>
<td valign="top" width="96">Rp.  2.600</td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="91"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96">Rp.   1.000</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     600</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180">Tambah modal kerja</td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96"></td>
<td valign="top" width="96">Rp.          -</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     400</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="180"><strong>Jumlah</strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong>Rp.  1.000</strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.  1.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#00ccff;">Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Dari tabel diatas, nampak besarnya modal kerja pada akhir tahun 1981 (31/12/1981) lebih besar daripada jumlah modal kerja pada saat sebelumnya (31/12/1980), berarti ada tambahan modal kerja. Kenaikan modal kerja ini disebabkan sumbernya lebih besar daripada penggunaannya (sources &gt; uses)</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Contoh laporan sumber-sumber dan penggunaan modal kerja</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" valign="top" width="559">
<p align="center"><strong>PERUSAHAAN PT. RAHAYU</strong></p>
<p align="center"><strong>LAPORAN SUMBER-SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA</strong></p>
<p align="center"><strong>31 DESEMBER 1980 – 31 DESEMBER 1981</strong></p>
<p align="center"><strong>(DALAM RIBUAN RUPIAH)</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="252">
<p align="center"><strong>Sumber-Sumber</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="top" width="307">
<p align="center"><strong>Penggunaan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">Dana dari operasi :</td>
<td valign="top" width="84"></td>
<td valign="top" width="216"></td>
<td valign="top" width="91"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">Keuntungan neto</td>
<td valign="top" width="84">Rp.  1.500</td>
<td valign="top" width="216">Cash deviden</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     700</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">Depresiasi</td>
<td valign="top" width="84">Rp.     500</td>
<td valign="top" width="216">Bertambahnya mesin</td>
<td valign="top" width="91">Rp.  1.000</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">Bertambahnya hutang jangka panjang</td>
<td valign="top" width="84">Rp.  1.500</td>
<td valign="top" width="216">Bertambahnya tanah</td>
<td valign="top" width="91">Rp.  1.400</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168"></td>
<td valign="top" width="84"></td>
<td valign="top" width="216">Bertambahnya modal kerja</td>
<td valign="top" width="91">Rp.     400</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168"></td>
<td valign="top" width="84"><strong>Rp.  3.500</strong></td>
<td valign="top" width="216"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong>Rp.  3.500</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#00ccff;">Sumber: Bambang Riyanto: Dasar-dasar Pembelajaan Perusahaan</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#00ccff;">Arti pentingnya analisa sumber-sumber dan penggunaan modal kerja<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ccff;">Untuk mengetahui laporan tahun lalu</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Untuk proyeksi yang dimaksudkan</span></li>
<li><span style="color:#00ccff;">Untuk menilai kebijaksanaan dalam penggunaan dan cara mendapatkan dana untuk periode mendatang</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#ffff00;"><strong>C. ANALISA BEP</strong></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><strong><em>Titik Pulang Pokok</em></strong> atau Titik Impas atau Break Even Point (BEP) adalah suatu titik yang menggambarkan kondisi pada saat itu Total Biaya ( Total Cost ) sama besar dengan Total Pendapatan (Total Revenue).</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><strong><em>Total Biaya</em></strong> adalah penjumlahan antara Biaya Tetap dan Biaya Variabel</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><strong><em>Biaya Tetap</em></strong> adalah sejumlah biaya yang perubahannya tidak dipengaruhi oleh volume produksi tetapi dikarenakan oleh adanya faktor waktu.</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Contoh : Gaji manager per bulan, Sewa gedung per tahun dsb.</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><strong><em>Biaya Variabel</em></strong> adalah sejumlah biaya yang perubahannya dipengaruhi oleh volume produksi, sehingga membentuk fungsi biaya variable.</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Contoh : Bahan baku per unit, Tenaga Kerja Langsung per unit.</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><strong><em>Total Pendapatan</em></strong> adalah hasil perkalian antara kuantitas yang terjual dengan harga per unit.</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#ffff00;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Manfaat BEP </strong></span>:</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> 1. Alat perencanaan untuk hasilkan laba</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> 2. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> 3. Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> 4. Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti</span><br />
<span style="text-decoration:underline;color:#ffff00;"> <span style="text-decoration:underline;">Rumus BEP :</span></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><strong>Rumus Titik Impas dalam Unit</strong></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> ========Biaya tetap========</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Harga/unit – Biaya variable/unit</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"><strong>Rumus Titik Impas dalam Rupiah </strong></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> =========Biaya Tetap ( Fixed Cost )==========</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> { 1 – ( Biaya Variabel per unit / Harga Jual per unit ) }</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Ilustrasi 1 :</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Panitia penyelenggara Fa. Tahan Krisis akan mendatangkan artis penyanyi dari luar negeri. Perhitungan kasar yang akan dikeluarkan untuk melangsungkan acara pertunjukan musik tersebut, adalah :</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Honor Penyanyi Rp. 50.000.000,-</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Honor Band Rp. 30.000.000,-</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Sewa tempat dan panggung ( dengan kapasitas 2.500 penonton ) Rp. 87.500.000,-</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Brosur, cetak tiket dan iklan lainnya Rp. 20.000.000,-</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Snack dan minuman per orang Rp. 25.000,-</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Dengan harga karcis masuk Rp. 150.000,- per orang penonton</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> <strong>BEP ( Break Even Point-Titik Impas) dalam jumlah penonton </strong>:</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> Rp. 50.000.000 + 30.000.000,-+87.500.000 + 20.000.000,-</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> =======Rp.150.000,-/orang &#8211; Rp. 25.000/orang=========</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> = 1.500 orang penonton</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> <strong>BEP dalam Rupiah :</strong></span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> ========Rp. 187.500.000,-===========</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> 1 – ( Rp. 25.000/orang : Rp. 150.000/orang )</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> = Rp. 187.500.000 / 83,33 = Rp. 225.090.036,-</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> Ilustrasi 2 :</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Nusantara Sakti, Co memproduksi dan menjual mesin penghisap debu. Laporan Rugi Laba yang disusun dengan format kontribusi, sbb :</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Penjualan ( 400 unit)==Rp.2.400.000,-==Rp. 6.000,-==100%</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Biaya variabel======Rp.1.800.000,-==Rp. 4.500,- == &#8230;.. %</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Margin Kontribusi====Rp. 600.000,-===Rp. 1.500,-=== &#8230;.%</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Biaya Tetap=========Rp. 480.000,-</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> Laba Bersih=========Rp. 120.000,-</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> Instruksi dan Solusi :</span><br />
<span style="color:#ffff00;"> a. Rasio Margin Kontribusi</span><br />
<span style="color:#ffff00;">     Rp. 1.500/Rp.6.000,- x100% = 25%</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> b. Rasio Biaya Variabel</span><br />
<span style="color:#ffff00;">      Rp.4.500,-/Rp.6.000,- x 100% = 75%</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> c. Titik Impas, dengan rumus Penjualan = BV + BT + Laba</span><br />
<span style="color:#ffff00;">      6.000 Q = 4.500 Q+ Rp. 480.000,- + 0</span><br />
<span style="color:#ffff00;">      1.500 Q = Rp. 480.000,-</span><br />
<span style="color:#ffff00;">      Q BEP = 320 unit atau Rp. 1.920.000,</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=254&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2011/06/01/analisa-sumber-penggunaan-kas-modal-kerja-analisa-bep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANALISA LAPORAN KEUANGAN (Pertemuan ke-3, Bu Stanty)</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2011/04/06/analisa-laporan-keuangan-pertemuan-ke-3-bu-stanty/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2011/04/06/analisa-laporan-keuangan-pertemuan-ke-3-bu-stanty/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 08:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[1. Jelaskan mengenai neraca menurut yang anda ketahui ? Neraca (Inggris: Balance Sheet atau Statement of Financial Position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban, dan modal yang dihubungkan dengan persamaan. 2. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=249&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>1. Jelaskan mengenai neraca menurut yang anda ketahui ?</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>Neraca</strong> (Inggris: <em><span style="color:#00ffff;">Balance Sheet</span></em> atau<em><span style="color:#00ffff;"> Statement of Financial Position</span></em>)</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">adalah bagian dari laporan keuangan</span><span style="color:#00ff00;"> suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi </span><a title="Periode  akuntansi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Periode_akuntansi"></a><span style="color:#00ff00;"> yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva, kewajiban,</span><a title="Aktiva" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aktiva"></a><span style="color:#00ff00;"> dan modal</span><span style="color:#00ff00;"> yang dihubungkan dengan persamaan.</span><br />
<strong></strong></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>2. Per tgl  berapa neraca disajikan, mengapa ?</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Neraca biasa disajikan pada akhir bulan atau per tanggal 30/31 karena pada akhir bulan semua  transaksi, pencatatan jurnal. penggolongan dalam buku besar dan pengiktisaran dalam neraca lajur yang merupakan bahan untuk menyajikan laporan keuangan    telah selesai dikerjakan.</span><br />
<span style="color:#ff00ff;"> <strong>3. Bagaimana persamaan  keseimbangan untuk suatu neraca ?</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Harta = Hutang + Modal </span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><span style="color:#00ffff;"><em>Assets = Liabilities + Equitas</em></span><br />
</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Informasi yang dapat dilihat dari neraca antara lain adalah posisi sumber kekayaan perusahaan dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan perusahaan tersebut dalam suatu periode akuntansi.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Harta yang disajikan dalam neraca disusun berdasarkan likuiditas, yaitu tingkat kecepatan harta tersebut menjadi uang, dalam kegiatan perusahaan. Sedangkan utang disusun atas jangka waktu pembayaran. Dan modal disusun berdasarkan tingkat kekekalan/lamanya bertahan dalam perusahaan.</span><br />
<span style="color:#00ff00;"> <strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>4. Mengapa laporan tahunan  menyajikan neraca, L/R, &amp; arus kas lebih dari 1 tahun, jelaskan menurut pendapat kalian ?</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Untuk melihat perubahan &#8211; perubahan yang terjadi pada perkiraan &#8211; perkiraan dalam suatu neraca ataupun laporan L/R  dan Arus Kas. Dan menilai kewajarannya dengan membandingkan antara laporan tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya. Misalnya kita bisa membandingkan naik &#8211; turunya suatu aliran kas perusahaan, dan jika  ada aliran kas yang diselewengkan maka akan cepat terdeteksi.</span><br />
<span style="color:#00ff00;"> <strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>5. Sebutkan jenis2 dari kewajiban  perusahaan ?</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>Kewajiban</strong> (bahasa Inggris: <span style="color:#00ffff;"><em>liability</em></span>) adalah utang  yang harus dilunasi  atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Liabilitas dimasukkan dalam neraca</span><span style="text-decoration:underline;"> </span><span style="color:#00ff00;"> dengan saldo normal kredit</span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saldo_normal"></a><a title="Kredit  (akuntansi)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kredit_%28akuntansi%29"></a><span style="color:#00ff00;">, dan biasanya dibagi menjadi dua kelompok,  yaitu:</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ff00;">Liabilitas jangka pendek &#8211; liabilitas yang dapat diharapkan untuk  dilunasi dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang). Biasanya terdiri  dari utang pembayaran (hutang dagang, hutang gaji, hutang pajak pajak, dan sebagainya),  pendapatan ditangguhkan, bagian dari utang jangka panjang yang jatuh  tempo dalam tahun berjalan, obligasi jangka pendek (misalnya dari  pembelian peralatan), dan lain-lain.</span></li>
<li><span style="color:#00ff00;">Liabilitas jangka panjang &#8211; liabilitas yang penyelesaiannya melebihi  satu periode akuntansi (lebih dari satu tahun). Biasanya terdiri dari : utang bank, utang hipotek, obligasi pensiun, dan lain-lain.</span></li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=249&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2011/04/06/analisa-laporan-keuangan-pertemuan-ke-3-bu-stanty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CONTOH ANALISA LAPORAN KEUANGAN PT. NURTI NURYATI</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2011/02/27/contoh-analisa-laporan-keuangan-pt-nurti-nuryati/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2011/02/27/contoh-analisa-laporan-keuangan-pt-nurti-nuryati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 17:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[PT. NURTI NURYATI NERACA PER 31 DESEMBER 2010 AKTIVA PASIVA Kas                         2.000.000                                             Hutang Dagang                 3.000.000 Efek                            900.000                                             Hutang Wesel                    1.000.000 Piutang                3.000.000                                              Obligasi                               7.400.000 Persediaan         5.000.000                                              Saham                               12.000.000 Tanah                    7.000.000                                             Laba Ditahan                  12.000.000 Bangunan            7.500.000 Mesin                   6.000.000 Total                  31.400.000 Total                   31.400.000 PT. NURTI NURYATI LAPORAN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=242&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#ff0000;"><strong> PT. NURTI NURYATI</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong> NERACA</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong> PER 31 DESEMBER 2010</strong></span></p></blockquote>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">AKTIVA</span> <span style="text-decoration:underline;color:#ff00ff;">PASIVA</span></span></strong></p>
<p>Kas                         2.000.000                                             Hutang Dagang                 3.000.000</p>
<p>Efek                            900.000                                             Hutang Wesel                    1.000.000</p>
<p>Piutang                3.000.000                                              Obligasi                               7.400.000</p>
<p>Persediaan         5.000.000                                              Saham                               12.000.000</p>
<p>Tanah                    7.000.000                                             Laba Ditahan                  12.000.000</p>
<p>Bangunan            7.500.000</p>
<p>Mesin                   6.000.000</p>
<p>Total                 <span style="color:#0000ff;"> <strong>31.400.000</strong> </span> Total                  <span style="color:#ff00ff;"> <strong> 31.400.000</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong> PT. NURTI NURYATI</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong> LAPORAN LABA RUGI</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong> PER 31 DESEMBER 2010</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Penjualan                                                                                            15.000.000</p>
<p>HPP                                                                                                        <span style="text-decoration:underline;">(8.000.000)</span></p>
<p>Laba Bruto                                                                                            7.000.000</p>
<p>Biaya Operasional                                                                            <span style="text-decoration:underline;"> (4.000.000)</span></p>
<p>EBIT                                                                                                         3.000.000</p>
<p>Bunga                                                                                                     <span style="text-decoration:underline;"> (1.400.000)</span></p>
<p>EBT                                                                                                           1.600.000</p>
<p>Tax (15%)                                                                                                 <span style="text-decoration:underline;"> (240.000)</span></p>
<p><strong><span style="color:#800080;">EAT                                                                                                       1.360.000</span></strong></p>
<p>Hitunglah ratio Likuiditas, Solvabilitas dan rentabilitas !</p>
<ol>
<li><span style="color:#008000;"><strong>RATIO LIKUIDITAS</strong></span></li>
</ol>
<ul>
<li><strong><span style="color:#00ff00;">Current ratio</span></strong></li>
</ul>
<p>Current Ratio =   <span style="text-decoration:underline;">Aktiva Lancar</span> x 100 %</p>
<p>Hutang Lancar</p>
<p>=  <span style="text-decoration:underline;">10.900.000</span> x 100 % = 275,5 % = 2,75</p>
<p>4.000.000</p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#00ff00;">Cash Ratio</span></strong></li>
</ul>
<p>CashRatio        =   <span style="text-decoration:underline;">Kas + Efek</span> x 100 %</p>
<p>Hutang Lancar</p>
<p>=  <span style="text-decoration:underline;">2.000.000</span> x 100 % = 50 % = 0,5</p>
<p>4.000.000</p>
<ul>
<li><span style="color:#00ff00;"><strong>Quick ratio</strong></span></li>
</ul>
<p>Quick Ratio        =   <span style="text-decoration:underline;">Kas + Efek + Piutang</span> x 100 %</p>
<p>Hutang Lancar</p>
<p>=  <span style="text-decoration:underline;">5.900.000</span> x 100 % = 147,5 % = 1,47</p>
<p>4.000.000</p>
<p><strong><span style="color:#00ccff;"> 2.  RATIO SOLVABILITAS</span></strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#00ffff;">Total Hutang terhadap Modal Sendiri</span></strong></li>
</ul>
<p>Total Hutang terhadap Modal Sendiri = <span style="text-decoration:underline;">Hutang lancar + Hutang jangka Panjang</span> x 100 %</p>
<p>Modal sendiri</p>
<p>= <span style="text-decoration:underline;">11.400.000</span> x 100 % = 57 % = 0,57</p>
<p>20.000.000</p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#00ffff;">Total Hutang terhadap Aktiva</span></strong></li>
</ul>
<p>Total Hutang terhadap Modal Aktiva = <span style="text-decoration:underline;">Hutang lancar + Hutang jangka Panjang </span>x 100 %</p>
<p>Total Aktiva</p>
<p>= <span style="text-decoration:underline;">11.400.000</span> x 100 % = 36,31 % = 0,36</p>
<p>31.400.000</p>
<p><span style="color:#ff6600;"><strong> 3. RATIO RENTABILITAS</strong></span></p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#ff9900;">Rentabilitas Ekonomi</span></strong></li>
</ul>
<p>Rentabilitas Ekonomi  = <span style="text-decoration:underline;"> EAT </span> x 100 %</p>
<p>Total Aktiva</p>
<p>= <span style="text-decoration:underline;">1.360.000 </span> x 100 % = 4,33 % = 0, 04</p>
<p>31.400.000</p>
<ul>
<li><span style="color:#ff9900;"><strong>Rentabilitas Modal Sendiri</strong></span></li>
</ul>
<p>Rentabilitas Modal Sendiri  = <span style="text-decoration:underline;"> EAT </span> x 100 %</p>
<p>Modal Sendiri</p>
<p>= <span style="text-decoration:underline;">1.360.000 </span> x 100 % = 6,8 % = 0,06</p>
<p>20.000.000</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=242&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2011/02/27/contoh-analisa-laporan-keuangan-pt-nurti-nuryati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMORABLE</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2011/02/27/memorable/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2011/02/27/memorable/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 16:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Poetri]]></category>
		<category><![CDATA[PUISI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[KENANGAN MUSIM PANAS Disebuah musim panas Seseorang telah datang padaku Menggapai tanganku dan membawaku berlari Berlari ke dalam dunia yang tak pernah kusapa Dan aku melihat Embun pagi di atas dedaunan yang menyegarkan Ombak yang berkejar &#8211; kejaran berguarau bersama angin Warna pelangi yang mengiringi bidadari turun ke bumi Matahari senja diantara mega yang berlarian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=237&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><span style="color:#0000ff;"><strong>KENANGAN MUSIM PANAS</strong></span></h3>
</blockquote>
<p><span style="color:#0000ff;">Disebuah musim panas</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Seseorang telah datang padaku</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Menggapai tanganku dan membawaku berlari</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Berlari ke dalam dunia yang tak pernah kusapa</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Dan aku melihat</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Embun pagi di atas dedaunan yang menyegarkan</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Ombak yang berkejar &#8211; kejaran berguarau bersama angin</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Warna pelangi yang mengiringi bidadari turun ke bumi</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Matahari senja diantara mega yang berlarian</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Bersamanya…</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Kurasakan warna beda dalam duniaku</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Kunikmati…kunikmati…dan kunikmati</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Hingga akhirnya musim panas berganti dengan musim gugur</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Dan bersamanya seseorang telah pergi dariku</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Duniaku…</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Sunyi…sunyi…sunyi</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Bagai ranting yang kehilangan daun</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Bagai burung yang kehilangan sayap</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Kuberjalan seorang diri</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Melewati lorong yang tiada berujung</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Hingga akhirnya kudapati</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Seekor Merpati bertengger pada sebuah ranting kering</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Dia menatapku seraya berkata</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Dunia tak selamanya musim gugur</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Dan seseorang telah menunggumu dimusim panas berikutnya</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Ketika Merpati itu mengepakkan sayapnya dan terbang ke langit</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Aku tersenyum dan berkata</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Atas nama kasih sayang yang selamanya hidup abadi</span><br />
<span style="color:#0000ff;">Aku akan menjadi &#8220;Merpati yang terbang bebas ke udara&#8221;</span></p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#ff00ff;">TEKA TEKI CINTA</span></strong></p></blockquote>
<p><span style="color:#ff00ff;">Ada sastrawan barat berkata</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Cinta adalah sesuatu yang unik</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Seperti Strawberry</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Terkadang manis</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Saat mutiara – mutiara kebahagiaan menyapanya</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Terkadang masam</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Ketika kerikil – kerikil tajam menghampirinya.</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Sastrawan barat itu kembali berkata</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Cinta adalah sesuatu yang ajaib</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Terkadang Seperti batu karang</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Yang tak pernah terkoyak oleh hebatnya demburan ombak</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Terkadang seperti bunga sakura</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Yang terus berguguran di satu musim.</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Untuk terakhir kalinya sastrawan barat itu kembali berkata</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Cinta adalah sebuah teka – teki</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Siapapun tidak akan tahu</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Kapan strawberry itu manis dan kapan strawberry itu masam</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Dan tak seorangpun yang tahu</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Akankah batu karang bertahan ?</span><br />
<span style="color:#ff00ff;">Atau haruskah bunga sakura berguguran ?</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#ff00ff;"><strong><span style="color:#00ff00;">WAKTU</span></strong><br />
</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#00ff00;">Kadang aku merasa waktu banar – banar tidak adil</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Dengan seenaknya saja dia mempertemukan kita </span><br />
<span style="color:#00ff00;">Dengan seseorang yang mungkin akan special di hati kita </span><br />
<span style="color:#00ff00;">Meski saat itu kita belum menyadari </span><br />
<span style="color:#00ff00;">Akan waktu yang mempertemukan kita dengannya</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Dan seiring berjalannya waktu dengan mudahnya </span><br />
<span style="color:#00ff00;">Dia menumbuhkan benih – benih cinta</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Diantara kita dengannya</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Walau saat itu kita merasa</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Waktu tarasa begitu indah saat kita bersamanya</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Lalu secara perlahan dengan mudahnya pula</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Waktu membawa langkah seorang itu pergi</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Pergi hingga kita tak mampu memandangnya lagi</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Dan saat itu kita merasa waktu begitu jahat</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Memisahkan kita dengannya</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Bahkan yang lebih menyebalkan</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Ketika seseorang bertanya</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Apakah kisah dan rasa ini telah berakhir??</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Dengan serempak orang – orang berkata</span><br />
<span style="color:#00ff00;">Serahkan saja pada waktu</span></p>
<div>
<blockquote><p><span style="color:#ff0000;"><strong>KENANGAN</strong></span></p></blockquote>
</div>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenangan…</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Bagian dari masa lalu yang sulit untuk dilupakan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenangan….</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Bagian dari kehidupan yang telah dilewatkan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenangan….</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Indah berharap untuk kembali</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Buruk berdoa untuk dapat dilupakan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenangan….</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Selalu hadir dikala sendiri menerawang kehampaan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenangan….</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenapa harus ada kenangan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Karena dialah yang akan menuntun kita pada suatu kenyataan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Kenyataan betapa berharganya setiap detik bersamanya</span></p>
<p><strong> </strong></p>
<div>
<blockquote><p><span style="color:#00ffff;"><strong>KUSADARI&#8230;</strong></span></p></blockquote>
</div>
<p><span style="color:#00ffff;">Kusadari kau tak lagi sisiku</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Kusadari duniaku tak seindah dulu</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Kusadari sepi dalam hatiku</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Kusadari aku telah kehilanganmu</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Kusadari hampa hidup yang kujalani</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Kusadari sebuah rasa merindukanmu</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Kusadari semua telah berakhir</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Tapi tak pernah kusadari</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Sejauh inikah aku mencintaimu??</span></p>
<p><strong> </strong></p>
<div>
<blockquote><p><span style="color:#ffff00;"><strong>DIA</strong></span></p></blockquote>
</div>
<p><span style="color:#ffff00;">Dia…</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Seseorang yang hadir untuk mengisi hari – hariku</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Seseorang yang pergi untuk membuatku mengenang hari – hari itu</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> </span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Dia…</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Seseorang yang hadir untuk menemaniku tertawa dan bercanda</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Seseorang yang pergi untuk mengubah semuanya menjadi sepi dan rindu akan hadirnya</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> </span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Dia…</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Seseorang yang hadir untuk menyambut keceriaan dan senyum bahagia</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Seseorang yang pergi untuk menggantikannya dengan kesedihan dan tangis</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> </span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Dia&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Seseorang yang hadir untuk mengenalkan apa itu cinta</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Seseorang yang pergi untuk mengenalkan apa itu patah hati</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> </span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Dia…</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Yang melahirkan kisah ini</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;"> Dan mengakhirinya dengan kegilaan</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=237&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2011/02/27/memorable/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (Pertemuan 2, Bu Stanty)</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2011/02/27/analisis-laporan-keuangan-pertemuan-2-bu-stanty/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2011/02/27/analisis-laporan-keuangan-pertemuan-2-bu-stanty/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 15:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[1. Jelaskan arti penting laporan keuangan ? Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=232&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>1. Jelaskan arti penting laporan keuangan ?</strong></span></p>
<ol></ol>
<p style="text-align:justify;">Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.</p>
<p><span style="color:#ffff00;"><strong>Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:</strong></span></p>
<ol>
<li> <strong><span style="color:#0000ff;">Bagi pihak manajemen</span></strong>: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier</li>
</ol>
<ol></ol>
<ol></ol>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> 2.   Bagi pemegang saham</span></strong>: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi. <strong><span style="color:#0000ff;"> </span></strong></p>
<ol></ol>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> 3.  Bagi kreditor</span></strong>: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya. <strong><span style="color:#0000ff;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> 4.  Bagi pemerintah</span></strong>: pajak, persetujuan untuk go public. <strong><span style="color:#0000ff;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> 5.  Bagi karyawan</span></strong>: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol></ol>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>2. </strong><strong>Jelaskan pengertian laporan keuangan dan analisis laporan keuangan !</strong></span></p>
<ol></ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Pengertian Laporan Keuangan </span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>¤</strong><strong>Menurut Drs. S. Munawir</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.</p>
<p><strong>¤</strong><strong> Menurut Drs. Djarwanto. P.S</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Laporan Keuangan adalah hasil dari proses Akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan.</p>
<p><strong>¤</strong><strong> Menurut Myer, Financial Statement Analysis</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Laporan Keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi laba.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>¤</strong><strong> Menurut SAK</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Laporan Keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan ( yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan<br />
arus kas, atau laporan arus dana ), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.</p>
<p><strong>¤</strong><strong>Menurut Drs.Dwi Prastowo.D, M.M, Akt</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Laporan Keuangan adalah merupakan obyek dari analisis terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, memahami latar belakang penyusunan dan penyajian laporan keuangan merupakan langkah yang sangat penting sebelum menganalisis laporan keuangan itu sendiri.</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Pengertian Analisis Laporan Keuangan </span></strong></span></p>
<p><strong>¤</strong><strong> Menurut Drs. Djarwanto P.S </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Analisis Laporan Keuangan adalah merupakan suatu proses analisis terhadap laporan keuangan, dengan tujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada para pemakai laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sehingga kualitas keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>¤</strong><strong>Menurut Dwi Prastowo D, M.M, Akt </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Analisis Laporan Keuangan adalah suatu proses membedah-bedah laporan keuangan ke dalam komponen-komponen nya. Penelaahan mendalam terhadap masing-masing komponen dan hubungan diantara komponen-komponen tersebut akan menghasilkan pemahaman menyeluruh atas laporan keuangan itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>¤</strong><strong> Menurut Leopold A.Bernstein </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Financial statement Analysis is the judgemental process that aims to evaluate the current and past financial positions and results of operation of an enterprise with primary objective of determining the best possible estimates and predictions about future conditions and performance.</p>
<p><strong>¤</strong><strong> Menurut Ikatan Akuntan Indonesia </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampiran nya untuk mengetahui gambaran tentang posisi keuangan dan perkembangan usaha perusahaan yang bersangkutan.</p>
<p><strong>¤</strong><strong> Menurut Drs.Djarwanto PS </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Analisis Laporan Keuangan adalah analisis terhadap hasil tindakan pembuatancringkasan data  euangan perusahaan yang digunakan untuk kepentingan perusahaan yang bersangkutan.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>3. </strong></span><strong><span style="color:#ff0000;">Sebutkan syarat – syarat laporan keuangan</span> !</strong><strong> </strong></p>
<ol></ol>
<p><span style="color:#00ffff;">-       <strong>Dapat Dipahami</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Informasi yang berkualitas adalah informasi yang dengan mudah dan segera dapat dipahami oleh pemakainya. Pemakai informasi diasumsikan mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ffff;">-          <strong>Relevan</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Informasi mempunyai kualitas relevan bila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai, yaitu dengan cara berguna untuk mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengkoreksi evaluasi mereka di masa lalu. Relevansi informasi bermanfaat dalam peramalan dan penegasan, yang keduanya berkaitan satu sama lain. Prediksi posisi posisi keuangan dan kinerja masa depan serta hal lainnya seringkali didasarkan pada informasi posisi keuangan dan kinerja masa lalu. Relevansi dipengaruhi oleh hakikat dan materialitasnya</p>
<p><span style="color:#00ffff;">-          <strong>Keandalan</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Informasi memiliki kualitas handal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Keandalan informasi dipengaruhi oleh penyajian jalur, substansi mengungguli bentuk, netralitas, pertimbangan sehat, kelengkapan dan dapat dibandingkan.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>4. </strong><strong>Sebutkan keterbatasan yang ada dalam laporan keuangan !</strong></span></p>
<ol></ol>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Laporan keuangan sifatnya sementara dan bukan laporan yang final, karena itu jumlah dan hal-hal yang dilaporkan dalam laporan keuangan tidak menunjukan nilai likuiditas atau realisasi dimana dalam pembuatannya terdapat pendapat-pendapat pribadi yang telah dilakukan oleh akuntan atau management yang bersangkutan.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li style="text-align:justify;">Angka yang tercantum dalam laporan keuangan hanya merupakan nilai buku(book value) yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang maupun nilai gantinya.</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Untuk para investor laporan keuangan hanya bersifat membantu, masih memerlukan ramalan-ramalan sebabnya adalah bahwa data-data yang disajikan oleh akutansi semata-mata hanya didasarkan atas “cost” (yang bersifat histories) dan bukan atas dasar nilainya, akhirnya timbul jurang (gap) yang cukup besar antara hak kekayaan pemegang saham berupa aktiva bersih perusahaan yang dinyatakan dalam harga pokok historis dengan harga saham yang tercatat dibursa. (ikatan akutansi Indonesia, Jakarta 1974,hal 14).</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Laporan keuangan bersifat konserfatif dalam sikapnya menghadapi ketidakpastian, peristiwa yang tidak menguntungkan segera diperhitungkan kerugiannya. Harta, kekayaan bersih, dan pendapatan bersih selalu dihitung dalam nilainya yang paling rendah.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>5. Sebutkan bentuk &#8211; bentuk laporan keuangan !</strong></span> <strong> </strong></p>
<p><strong><span style="color:#800080;">a. Neraca</span></strong></p>
<ol>
<li><strong> </strong>
<ol></ol>
<p>Yaitu laporan systematis yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan meliputi Assets (harta), Liabilities (hutang) dan Capital (modal). Bentuk neraca  harus memenuhi persamaan akuntansi  dan umumnya bebentuk:</li>
</ol>
<p>-   <strong>Skontro/Horizontal. </strong></p>
<p>Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakan disebelah kiri sedangkan passiva (liabities+modal) diletakan disebelah kanan</p>
<p>-   <strong>Report form/Laporan. </strong></p>
<p>Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakan disebelah atas sedangakan passiva (liabities+modal) diletakan disebelah bawah</p>
<p><span style="color:#800080;"><strong>b. </strong><strong>Laporan perubahan Modal (Capital Statement) </strong></span></p>
<ol></ol>
<p>yaitu laporan yang menggambarkan akibat adanya selisih perhasilan dengan biaya dan unsur lainnya misalnya tambahan investasi (additional investment) atau pengambilan (withdrawals).</p>
<p><span style="color:#800080;"><strong>c</strong></span><strong>.</strong><strong><a href="http://zulidamel.wordpress.com/2008/04/18/laporan-rugi-laba/"></a></strong><span style="color:#800080;"><strong> Laporan Rugi Laba</strong></span><strong> </strong><span style="color:#800080;"><strong>(income statement)</strong></span></p>
<ol></ol>
<p style="text-align:justify;">yaitu laporan systematis yang menggambarkan selisih penghasilan (reveneus) dengan Biaya (Expenses) selama satu periode akuntansi. Selisia antara pendapatan – pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang di derita oleh perusahaan. Bentuk laporan laba rugi harus memenuhi persamaan akuntansi  dan umumnya bebentuk:</p>
<p style="text-align:justify;">-  <strong>Multiple Step (Bertahap)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bentuk ini pengelompokan terhadap pendapatan – pendapatan dan biaya – biaya disusun dalam urut – urutan tertentu sehingga dapat diketahui secara langsung laba bruto, penghasilan usaha. Penghasilan bersih sebelum pajak, penghasilan bersih setelah pajak dan penghasilan bersih dari elemen – elemen luar biasa</p>
<p>-  <strong>Single Step</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokan pendapatan dan biaya ke dalam kelompok – kelompok usaha dan di luar usaha, tetapi hanya dipisahkan antara pendapatan – pendapatan dan biaya – biaya.</p>
<p><span style="color:#800080;"><strong>d. </strong><strong>Laporan Arus Kas</strong></span></p>
<ol></ol>
<p style="text-align:justify;">Yaitu laporan yang menunjukan arus kas masuk dan arus kas keluar, yang dibedakan menjadi arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas aktivitas dan arus kas pendanaan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=232&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2011/02/27/analisis-laporan-keuangan-pertemuan-2-bu-stanty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (Pertemuan I, Bu Stanty)</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2011/02/26/224/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2011/02/26/224/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 16:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[1. Sebutkan tujuan dari analisis laporan keuangan ? Analisis laporan keuangan yang dilakukan dimaksudkan untuk menambah informasi yang ada dalam suatu laporan keuangan. Secara lengkap kegunaan analisis laporan keuangan ini dapat dikemukakan sebagai berikut : Dapat diberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang  terdapat dari laporan keuangan biasa. Dapat menggali informasi yang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=224&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Sebutkan tujuan dari analisis laporan keuangan ?</em></strong></span></p>
<p>Analisis laporan keuangan yang dilakukan dimaksudkan untuk menambah informasi yang ada dalam suatu laporan keuangan.<span style="color:#ffff00;"> Secara lengkap kegunaan analisis laporan keuangan ini dapat dikemukakan sebagai berikut :</span></p>
<ol>
<li>Dapat diberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang  terdapat dari laporan keuangan biasa.</li>
<li>Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada di balik laporan keuangan (implicit)</li>
<li>Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.</li>
<li>Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam<br />
hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan<br />
komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi<br />
yang diperoleh dari luar perusahaan.</li>
<li>Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan<br />
model-model dan teori-teori yang terdapat di lapangan seperti untuk<br />
prediksi, peningkatan (rating).1.</li>
<li>Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan nlain dengan periode<br />
sebelumnya atau dengan standar industri normal atau standar ideal.</li>
<li>Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya.</li>
<li>Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.</li>
</ol>
<p><span style="color:#ffff00;">Dari sudut lain tujuan analisis Laporan Keuangan menurut Bernstein (1983) adalah sebagai berikut :</span> <span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">1.  Screening </span></p>
<p>Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih</p>
<p>kemungkinan investasi atau merger</p>
<p><span style="color:#ff6600;"> 2.   Forcasting </span></p>
<p>Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang.</p>
<p><span style="color:#ff6600;"> 3.   Diagnosis </span></p>
<p>Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masakah yang terjadi baik dalam manajemen operasi,</p>
<p>keuangan atau masalah lain.</p>
<p><span style="color:#ff6600;"> 4.  Evaluation</span></p>
<p>Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi dan lain-lain</p>
<p><span style="color:#ff6600;"> 5.  Understanding</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong><em> </em></strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Sebutkan urutan dalam menganalisis laporan keuangan ?</em></strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#ff00ff;">Pertama, Analisa Likuiditas Perusahaan</span></li>
</ol>
<p>Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial yang segera harus dipenuhi. Gunakan pos –</p>
<p>pos yang terdapat dalam neraca untuk menghitung Cash Ratio dan Quick Ratio untuk mengetahui perusahaan sedang dalam</p>
<p>kondisi likuid atau ilikuid.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">2 .   Kedua, Analisa Solvabilitas Perusahaan</span></p>
<p>Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan memenuhi segala kewajiban finansialnya (seluruh Hutang) jangka panjang.</p>
<p>Gunakan pos – pos yang terdapat dalam neraca untuk menghitung ratio Hutang terhadap modal ataupun terhadap aktiva.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 3.    Ketiga, Analisa Rentabilitas &amp; Profitabilitas Perusahaan</span></p>
<p>Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Atau perbandingan antara laba dengan aktiva atau</p>
<p>modal yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Dengan menggunakan laporan laba rugi kita dapat menghitug Profit</p>
<p>Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin, dan Turn Over of Operating Assets.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong><em>3. </em></strong><strong><em>Sebutkan macam-macam metode analisis laporan keuangan ?</em></strong></span><strong><em> </em></strong></p>
<p>Ada dua metode analisis yang digunakan oleh setiap analis laporan keuangan, yaitu analisis horisontal dan analisis vertikal.</p>
<ol>
<li><strong> </strong><span style="color:#00ff00;">Analisis horisontal</span> adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode horisontal ini disebut pula sebagai metode analisis dinamis.<strong> </strong><strong> </strong></li>
<li><strong> </strong><span style="color:#00ff00;">Analisis vertikal</span> adalah apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya diketaui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Analisis vertikal ini disebut juga sebagai metode analisis yang statis karena kesimpulan yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja tanpa mengetahui perkembangannya.<strong></strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=224&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2011/02/26/224/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VACANCY</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2010/12/01/218/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2010/12/01/218/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 08:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[PT. AIR SURYA RADIATOR adalah perusahaan yang sedang berkembang  dalam pengadaan dan fabrikasi Cooling Engine, yang digunakan untuk Power Plant, Heavy Duty, Diesel Engine, Gas Turbine, Compressor maupun peralatan pemindah kalor untuk industri lainnya. Saat ini PT. AIR SURYA RADIATOR sedang membuka lowongan kerja untuk A.Staff Engineering / Drafter  (4) Orang Kualifikasi : - Pria/Wanita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=218&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;">PT. AIR SURYA RADIATOR adalah perusahaan yang sedang berkembang  dalam pengadaan dan fabrikasi Cooling Engine, yang digunakan untuk Power Plant, Heavy Duty, Diesel Engine, Gas Turbine, Compressor maupun peralatan pemindah kalor untuk industri lainnya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Saat ini PT. AIR SURYA RADIATOR sedang membuka lowongan kerja untuk</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>A.Staff Engineering / Drafter  (4) Orang</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kualifikasi :</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Pria/Wanita</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Usia Max 30 Thn</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Pendidikan Min D3</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Semua Jurusan (Teknik Mesin lebih diutamakan)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Menguasai Program Ms. Office &amp; Autocad (Dimensi 3)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Mampu Membaca gambar</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Pengalaman lebih diutamakan</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Mau bekerja keras &amp; Memiliki loyalitas yang tinggi</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>B. Staff Marketing (2) Orang</strong></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Wanita</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Single</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Usia Max 25 Thn</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Pendidikan Min SMU/SMK</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Pengalaman/Non Pengalaman</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Menguasai Ms. Office</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">- Mau bekerja keras &amp; Memiliki loyalitas yang tinggi</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Kirim segera lamaran langsung atau email paling lambat 10 Desember 2010 ke alamat di bawah ini.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">PT. AIR SURYA RADIATOR</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Jl. Mawar Rt 04/02 No. 88</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Padurenan Mustikajaya Bekasi 17156</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Telp : (021) 825 2396 Ext HRD (108)</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Fax  : (021) 826 02832</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Emai: marketing@ptasr.co.id</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Website : www.ptasr.co.id</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=218&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2010/12/01/218/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN &amp; PENDEKATAN SISTEM, SIKLUS HIDUP SISTEM &amp; DASAR &#8211; DASAR PEMROSESAN KOMPUTER</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2010/11/20/213/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2010/11/20/213/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 15:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[BAB IV MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN &#38; PENDEKATAN SISTEM A. MODEL UMUM PERUSAHAAN Model : penyederhanaan dari suatu objek. Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas. Model adalah penyederhanaan (abstraksi) dari sesuatu yang mewakili sejumlah objek atau aktivitas, yang disebut entitas (entity). Jenis- jenis model : 1. Model Fisik Model ini adalah penggambaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=213&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>BAB IV </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN &amp; PENDEKATAN SISTEM</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#00ff00;">A. MODEL UMUM PERUSAHAAN</span></p>
<p>Model : penyederhanaan dari suatu objek.<br />
Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.<br />
Model adalah penyederhanaan (abstraksi) dari sesuatu yang mewakili sejumlah objek atau aktivitas, yang disebut entitas (entity).</p>
<p>Jenis- jenis model :<br />
1. Model Fisik<br />
Model ini adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi atau bentuk nyata<br />
Model ini biasanya berupa maket atau prototipe produk yang menggambarkan<br />
bagaimana hasil akhir produk tersebut.<br />
Model ini memiliki skala nilai paling kecil bagi para manajer dalam pemecahan<br />
masalah manajemen.<br />
2. Model Naratif<br />
Model yang penggambaran entitasnya secara lisan atau tulisan deskriptif.<br />
Model yang digunakan oleh manajer setiap hari. Salah satu bentuk model naratif<br />
yang populer adalah komunikasi bisnis.<br />
3. Model Grafik<br />
Model yang penggambarannya entitasnya menggunakan sejumlah garis, simbol, atau<br />
bentuk disebut model grafik.<br />
Kebanyakan digunakan di dunia bisnis untuk mengkomunikasikan informasi, seperti<br />
grafik keuangan perusahaan, kondisi pasar dan sebagainya.<br />
Model grafik juga digunakan dalam rancangan sistem informasi. Banyak peralatan yg<br />
digunakan oleh sistem analis dan programmer yang bersifat grafik, seperti bagan<br />
arus (flowchart ) dan diagram arus data (data flow diagram).<br />
4. Model Matematika<br />
Keunggulan dari model ini adalah ketelititannya dalam menjelaskan hubungan antara<br />
berbagai bagian dari suatu objek dengan persamaan matematika.</p>
<p>KEGUNAAN MODEL :<br />
1.  Mempermudah Pengertian, suatu model pasti lebih sederhana dari pada  entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan  hubungannya disajikan dalam cara yang sederhana.<br />
2. Mempermudah  Komunikasi, setelah problem solver mengerti entitasnya, pengertian itu  sering pula dikomunikasikan pada orang lain.<br />
3. Memperkirakan Masa  Depan, ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika  dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat disediakan model-model jenis  lain.</p>
<p>MODEL SISTEM UMUM<br />
1. Sistem Fisik, merupakan sistem terbuka, yang berhubungan dengan l<br />
ingkungannya melalui arus sumber daya fisik.<br />
Arus sumber daya fisik yang mengalir :<br />
2. Sistem Konseptual,<br />
Sebagian  sistem terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, sebagian lagi  tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran  yang disebut “Lingkaran Umpan Balik” yang menyediakan suatu jalur bagi  sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian begitu pula  sebaliknya.<br />
Sistem Lingkaran Terbuka.<br />
Sistem Lingkaran Tertutup.<br />
Arus material.<br />
Arus personil.<br />
Arus mesin.<br />
Arus uang.<br />
Pengendalian Manajemen; pihak manajemen menerima informasi yang menggambarkan output sistem.<br />
Pengolah  Informasi; Perjalanan informasi tidak selalu dari sistem fisik kepada  manajer. Para manajer memperoleh informasi dari sistem yang menghasilkan  informasi dari data yang terkumpul.</p>
<p><span style="color:#cc99ff;">B. PENDEKATAN SISTEM</span></p>
<p>PENDEKATAN SISTEM DALAM MEMECAHKAN<br />
MASALAH DAN MEMBUAT KEPUTUSAN</p>
<p>PENDAHULUAN<br />
Suatu pendekatan sistematis untuk pecahan masalah telah diciptakan yang terdiri dari tiga jenis usaha :<br />
- persiapan<br />
- definisi<br />
- solusi</p>
<p>Dalam  mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai  suatu sistem dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasi  subsistem-subsistem dalam perusahaan. Dalam mendefinisikan masalah,  manajer bergerak dari tingkat sistem ke subsistem dan menganalisis  bagian-bagian sistem menurut suatu urutan tertentu. Dalam memecahkan  masalah manajer mengidentifikasi berbagai solusi altenatif,  mengevaluasinya, memilih yang terbaik, menerapkannya, dan membuat tindak  lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagai mana  mestinya.</p>
<p>PEMECAHAN MASALAH<br />
Dengan kenyataan tersebut, kita  mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk  menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar bisa.  Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah  untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya.  Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang  dihabiskan tetapi pada konsekuensinya. Keputusan adalah pemilihan suatu  strategi atau tindakan.<br />
Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih  strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik  atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah  identifikasi berbagai alternatif keputusan. Solusi bagi suatu masalah  harus mendayagunakan sistem untuk memenuhi tujuannya, seperti tercermin  pada standar kinerja sistem. Standar ini menggambarkan keadaan yang  diharapkan, apa yang harus dicapai oleh sistem.<br />
Selanjutnya manajer  harus memiliki informasi yang terkini, Informasi itu menggambarkan  keadaan saat ini, apa yang sedang dicapai oleh sistem. Jika keadaan saat  ini dan keadaan yang diharapkan sama, tidak terdapat masalah dan  manajer tidak mengambil tindakan. Jika kedua keadaan itu berbeda,  sejumlah masalah merupakan penyebabnya dan harus dipecahkan. Perbedaan  antara keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan menggambarkan  kriteria solusi (solution criterion), atau apa yang diperlukan untu  mengubah keadaan saat ini menjadi keadaan yang diharapkan.<br />
Setelah  berbagai alternatif diidentifikasi, sistem informasi dapat digunakan  umtuk mengevaluasi tiap alternatif. Evaluasi ini harus mempertimbangkan  berbagai kendala (constraints) yang mungkin, baik intern maupun extern /  lingkungan.</p>
<p>1. Kendala intern dapat berupa sumber daya yang  terbatas, seperti kurangnya bahan baku,  modal kerja, SDM yang kurang  memenuhi syarat, dan lain lain.<br />
2. Kendala lingkungan dapat berupa  tekanan dari berbagai elemen lingkungan, seperti pemerintah atau pesaing  untuk bertindak menurut cara tertentu.</p>
<p>Gejala adalah kondisi  yang dihasilkan oleh masalah. Sangat sering para manajer melihat gejala  dari pada masalah. Gejala menarik perhatian manajer melalui lingkaran  umpan balik. Namun gejala tidak mengungkapkan seluruhnya, bahwa suatu  masalah adalah penyebab dari suatu persoalan, atau penyebab dari suatu  peluang.</p>
<p>STRUKTUR MASALAH<br />
Masalah terstruktur terdiri dari  elemen-elemen dan hubungan-hubungan antar elemen yang semuanya dipahami  oleh pemecah masalah. Masalah tak terstruktur berisikan elemen-elemen  atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah  masalah. Sebenarnya dalam suatu organisasi sangat sedikit permasalahan  yang sepenuhnya terstruktur atau sepenuhnya tidak terstruktur. Sebagaian  besar masalah adalah masalah semi-terstruktur, yaitu manajer memiliki  pemahaman yang kurang sempurna mengenai elemen-elemen dan hubungannya.  Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian  elemen-elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah.</p>
<p>PENDEKATAN SISTEM<br />
Proses  pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang  profesor filosofi di Columbia University pada awal abad ini. Dalam  bukunya tahun 1910, ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yang  terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontroversi secara memadai  yaitu:</p>
<p>1. Mengenali kontroversi<br />
2. Menimbang klaim alternatif<br />
3. Membentuk penilaian</p>
<p>Kerangka kerja yang dianjurkan untuk penggunaan komputer dikenal sebagai pendekatan sistem.<br />
Serangkaian  langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah itu  pertama-tama dipahami, solusi alternative dipertimbangkan, dan solusi  yang dipilih bekerja.</p>
<p>TAHAP PEMECAHAN MASALAH<br />
Dalam memecahkan  masalah kita berpegangan pada tiga jenis usaha yang harus dilakukan  oleh manajer yaitu usaha persiapan, usaha definisi, dan usaha solusi /  pemecahan.</p>
<p>- Usaha persiapan, mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan    orientasi sistem.<br />
- Usaha definisi, mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya.<br />
-  Usaha solusi, mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif,  mengevaluasinya, memilih salah satu yang tampaknya terbaik, menerapkan  solusi itu dan membuat tindak lanjutnya untuk menyakinkan bahwa masalah  itu terpecahkan.</p>
<p>Sistem informasi berbasis komputer atau CBIS  dapat digunakan sebagai system dukungan (support systems) saat  menerapkan pendekatan sistem.<br />
1. Usaha persiapan<br />
Tiga langkah  persiapan tidak harus dilaksanakan secara berurutan, karena ketiganya  bersama-sama menghasilkan kerangka pikir yang diinginkan untuk mengenai  masalah. Ketiga masalah itu terdiri dari:<br />
a) Memandang perusahaan sebagai suatu sistem<br />
b) Mengenal sistem lingkungan<br />
c) Mengidentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan<br />
2. Usaha definisi<br />
Usaha  definisi mencakup pertama-tama menyadari bahwa suatu masalah ada atau  akan ada (identifikasi masalah) dan kemudian cukup mempelajarinya untuk  mencari solusi (pemahaman masalah). Usaha definisi mencakup dua langkah  yaitu :<br />
a) Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem<br />
b) Menganalisis bagian-bagian sistem dalam sustu urutan tertentu<br />
3. Usaha pemecahan<br />
Usaha pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternatif yang layak (feasible), pemilihan alternatif terbaik, dan penerapannya.</p>
<p>FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH<br />
Tiap  manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik. Gaya mereka  mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam merasakan masalah,  mengumpulkan informasi, dan menggunakan informasi.</p>
<p>Merasakan masalah<br />
Manajer  dapat dibagi dalam tiga kategori dasar dalam hal gaya merasakan masalah  (problem solving styles) mereka, yaitu bagaimana mereka menghadapi  masalah.<br />
Penghindar masalah (problem avoider), manajer ini mengambil  sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. Ia berusaha  menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi atau  menghindarinya sepanjang perencanaan.<br />
Pemecah masalah (problem  solver), manajer ini tidak mencari masalah juga tidak menghalanginya.  Jika timbul suatu masalah, masalah tersebut dipecahkan.<br />
Pencari masalah (problem seeker), manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.<br />
Mengumpulkan informasi<br />
Para  manajer dapat menunjukkan salah satu dari dua gaya mengumpulkan  informasi (information-gathering styles) atau sikap terhadap total  volume informasi yang tersedia bagi mereka.<br />
Gaya teratur (preceptive  style), manajer jenis ini mengikuti management by exception dan  menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.<br />
Gaya  menerima (receptive style), manajer jenis ini ingin melihat semuanya,  kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau  orang lain dalam organisasi.<br />
Menggunakan informasi<br />
Manajer juga  cenderung lebih menyukai salah satu dari dua gaya menggunakan informasi  (information-using styles), yaitu cara-cara menggunakan informasi untuk  memecahkan suatu masalah.<br />
Gaya sistematik (systematic style), manajer  memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah  ditetapkan, misalnya pendekatan sistem.<br />
Gaya intuitif (intuitive  style), manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi  menyesuaikan pendekatan dengan situasi.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><strong> BAB V</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><strong> SIKLUS  HIDUP SISTEM</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">A. PENGERTIAN SIKLUS HIDUP SISTEM</span><br />
Metodologi  adalah suatu cara yang disarankan untuk melakukan suatu hal. Pendekatan  sistem adalah metodologi dasar untuk memecahkan masalah.<br />
SIKLUS HIDUP SISTEM (System Life Cycle-SLC)<br />
System  Life Cycle (SLC) adalah proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan  system informasi dasar-dasar atau subsistem. Telah ada pendekatan  implementasi tradisional sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum  antara ahli-ahli komputer sehubungan dengan tugas-tugas yang  dilaksanakan. Adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan  sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Sering disebut  sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan  penggunaan sistem.</p>
<p>Berbagai metodologi SLC telah dikembangkan  untuk memandu proses yang terlibat termasuk model air terjun (asli  metode SLC), pengembangan aplikasi cepat (RAD), pengembangan aplikasi  bersama (JAD), maka air mancur model dan spiral model.Umumnya, beberapa  model digabungkan ke dalam beberapa jenis hibrida metodologi.  Dokumentasi sangat penting berapapun jenis model dipilih atau dibuat  untuk setiap aplikasi, dan biasanya dilakukan bersamaan dengan proses  pembangunan. Beberapa metode kerja lebih spesifik untuk jenis proyek,  tetapi dalam analisis terakhir, faktor yang paling penting bagi  keberhasilan suatu proyek dapat seberapa dekat rencana tertentu diikuti.<br />
Beberapa  SLC terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada  seratus atau lebih. Pada kenyataannya SLC adalah sarana yang digunakan  oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis. Konsep life cycle  menjadikan segala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan  akhirnya mati. Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti  subsistem pemrosesan data atau SSD.</p>
<p><span style="color:#ffff00;">B. System Life Cycle terdiri dari lima fase yaitu :</span><br />
1. Fase Perencanaan<br />
Fase  ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem  penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi  yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.<br />
2. Fase Analisis<br />
Fase  ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukkan kebutuhan pemakai  informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk  memuaskan kebutuhan tersebut. Fase ini meliputi penetapan jangkauan  proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar  untuk kontrol. Analisis mengumpulkan persyaratan untuk sistem. Tahap  ini meliputi rinci kajian terhadap kebutuhan bisnis organisasi.Pilihan  untuk mengubah proses bisnis dapat dianggap. Berfokus pada desain  tingkat tinggi seperti desain, program apa yang diperlukan dan bagaimana  mereka akan berinteraksi, desain tingkat rendah (bagaimana setiap  program akan bekerja), desain interface (antarmuka apa saja yang akan  terlihat seperti) dan data desain (data yang akan diperlukan). Selama  tahap ini, perangkat lunak dari keseluruhan struktur yang ditetapkan.  Analisis dan Desain sangat krusial dalam pembangunan seluruh siklus. Any  glitch dalam tahap desain dapat menjadi sangat mahal untuk memecahkan  di kemudian tahap pengembangan perangkat lunak. Banyak perawatan  dilakukan selama tahap ini. Yang logis sistem produk dikembangkan di  tahap ini.<br />
3. Fase Desain<br />
Fase Desain ini meliputi penentuan  pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan  konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain  system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh  sistem yang baru. Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke  sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum  dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur  perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma)  prosedural. Merancang alir kerja (workflow) dari sistem dalam bentuk  diagram alir (flowchart) atau Data Flow Diagram (DFD). Merancang basis  data (database) dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) bisa juga  sekalian membuat basis data secara fisik. Merancang input ouput  aplikasi (interface) dan menentukan form-form dari setiap modul yang  ada. Merancang arsitektur aplikasi dan jika diperlukan menentukan juga  kerangka kerja (framework) aplikasi. Pada tahapan ini atau sebelumnya  sudah ditentukan teknologi dan tools yang akan digunakan baik selama  tahap pengembangan (development) maupun pada saat implementasi  (deployment).<br />
4. Fase Pelaksanaan / Implementasi<br />
Fase ini  melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain  dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data.  Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber  secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem. Dalam  tahap ini, desain yang sudah diterjemahkan ke dalam kode.Program  komputer yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman konvensional atau  aplikasi generator. Alat pemrograman seperti kompiler, Juru, Debuggers  digunakan untuk menghasilkan kode. Berbagai bahasa pemrograman tingkat  tinggi seperti C, C ++, Pascal, Java digunakan untuk coding. Sehubungan  dengan jenis aplikasi, hak bahasa pemrograman yang dipilih.<br />
5. Fase Pemakaian / Penggunaan<br />
Selama  fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa  sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan  sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.<br />
Pada  fase 1-3 adalah siklus hidup pengembangan system. Tahap 4 adalah tahap  penggunaan (implementasi) yang berlangsung hingga tiba waktunya untuk  merancang system itu kembali jika diperlukan. Proses merancang kembali  akan mengakibatkan berulangnya siklus hidup sistem secara keseluruhan.</p>
<p>TAHAP-TAHAP SIKLUS HIDUP<br />
Dari  kelima fase di atas, empat tahap pertama adalah perencanaan, analisis,  rancangan dan penerapan. Tahap-tahap ini secara bersama-sama dinamakan  siklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle-SDLC).  Tahap kelima adalah tahap penggunaannya, yg berlangsung sampai sudah  waktunya untuk merancang sistem itu kembali. Proses merancang kembali  mengakibatkan siklus itu akan diulangi lagi.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">C. PROTOTYPING</span><br />
Bagaimana cara mengekspresikan ide-ide perancangan?<br />
-  Tidak ada software pengkodean pada tahap ini.</p>
<p>Catatan:<br />
-  Membuat dengan cepat.<br />
-  Perkenankan banyak fleksibilitas untuk desain yang berbeda.<br />
-  Membuat dengan murah.<br />
-  Meningkatkan nilai umpan balik.</p>
<p>Permasalahan yang timbul:<br />
1. Anda tidak dapat mengevaluasi rancangan tersebut sampai rancangan tersebut dibangun.<br />
2. Namun, setelah pembuatan, jika ingin melakukan perubahan maka akan sangat sulit.</p>
<p>Solusinya:<br />
Simulasikan  perancangan dengan biaya yang kecil, salah satunya dengan membuat model  (prototype). Untuk itu kita dapat menerapkan UCD (User Centered Design)  dalam pembuatan prototype tersebut. UCD adalah mengenai perancangan  teknologi yang interaktif untuk memenuhi kebutuhan user.</p>
<p>Tahapan dalam UCD antara lain:<br />
1. Memahami kebutuhan user.<br />
2. Mendeskripsikan kebutuhan user.<br />
3. Merancang prototype sebagai alternatif.<br />
4. Mengevaluasi perancangan.</p>
<p>Karakteristik dalam proses UCD:<br />
1. Memahami user dan kebutuhannya.<br />
2. Fokus pada user pada tahap awal desain dan mengevaluasi hasil desain.<br />
3. Mengidentifikasi, membuat dokumentasi dan menyetujui kegunaan dan tujuan pengalaman user.<br />
4. Perulangan hampir dapat dipastikan. Para perancang tidak pernah berhasil hanya dalam satu kali proses.</p>
<p>Dalam bidang yang lain perancangan sebuah prototype biasanya berupa model dalam skala kecil.<br />
Contoh: Maket Bangunan</p>
<p>Mengapa menggunakan Prototype?<br />
- Evaluasi dan feedback pada rancangan interaktif.<br />
-  Stakeholder (dalam hal ini user) dapat melihat, menyentuh, berinteraksi  dengan prototype.<br />
-  Anggota tim dapat berkomunikasi secara efektif.<br />
-  Para perancang dapat mengeluarkan ide-idenya.<br />
-  Memunculkan ide-ide secara visual dan mengembangkannya.<br />
-  Dapat menjawab pertanyaan , membantu pemilihan di antara alternatif-alternatif.</p>
<p>Dimensi Prototype<br />
1. Penyajian<br />
-  Bagaimana desain dilukiskan atau diwakili?<br />
- Dapat berupa uraian tekstual atau dapat visual dan diagram.<br />
2. Lingkup<br />
Apakah hanya interface atau apakah mencakup komponen komputasi?<br />
3. Executability (Dapat dijalankan)<br />
- Dapatkah prototype tersebut dijalankan?<br />
- Jika dikodekan, akan ada periode saat prototype tidak dapat dijalankan.<br />
4. Maturation (Pematangan)<br />
Apakah tahapan-tahapan produk ini mengikuti?<br />
- Revolusioner: mengganti yang lama.<br />
- Evolusioner : terus melakukan perubahan pada perancangan yang sebelumnya.</p>
<p>Metode Pembuatan Prototyping Dengan Cepat</p>
<p>Non-Computer : (biasanya dikerjakan lebih awal dalam proses pembuatan)<br />
vs<br />
Computer-Based : (biasanya dikerjakan kemudian)</p>
<p>Metode Non-Computer (Manual)<br />
Tujuan<br />
Ingin menyatakan gagasan desain dan mendapatkan dengan mudah dan cepat pendapat atas sistem.</p>
<p>Deskripsi Desain<br />
Dapat berupa deskripsi tekstual dari suatu desain sistem.<br />
- Kelemahan yang nyata adalah seberapa jauh dari sistem yang   sebenarnya.<br />
- Tidak dapat melakukan suatu pekerjaan yang mewakili aspek dari   interface.</p>
<p>Sketsa, Mock-ups<br />
- Paper-Based “menggambarkan” interface.<br />
- Baik untuk mengungkapkan pendapat.<br />
- Difokuskan pada orang dengan desain tingkat tinggi.<br />
- Tidak terlalu baik untuk menggambarkan alur dan rinciannya.<br />
- Murah dan cepat<br />
- umpan balik sangat menolong.</p>
<p>Storyboarding<br />
Pensil dan simulasi catatan atau walkthrough dari kemampuan dan tampilan sistem.<br />
- Menggunakan urutan diagram/gambar.<br />
- Menunjukkan kunci snap shots.<br />
- Cepat dan mudah.</p>
<p>Skenario<br />
Hipotesis atau imajinasi penggunaan.<br />
- Biasanya menyertakan beberapa orang, peristiwa, lingkungan dan situasi.<br />
- Menyediakan konteks operasi.<br />
- Terkadang dalam format naratif, tetapi juga dapat berupa sketsa atau  bahkan video.</p>
<p>Utilitas Skenario<br />
- Melibatkan dan menarik.<br />
- Mengijinkan perancang untuk melihat masalah dari pandangan orang  lain.<br />
- Memudahkan umpan balik dan pendapat.<br />
- Dapat sangat kreatif dan futuristik.</p>
<p>Teknik Lain<br />
- Tutorial dan Manual<br />
- Mungkin menuliskannya lebih berguna daripada disimpan dalam kepala.<br />
- Memaksa perancang untuk membuat keputusan dengan tegas.<br />
- Menulis/meletakkannya di atas kertas jauh lebih berharga.</p>
<p>Metode Komputer<br />
- Menirukan lebih banyak kemampuan sistem.<br />
- Pada umumnya hanya baru beberapa aspek atau fitur<br />
- Dapat berpusat pada lebih banyak detail<br />
- Bahaya: Para pemakai jadi lebih segan untuk menyarankan perubahan sekali ketika mereka melihat prototype yang lebih realistis.</p>
<p>Terminologi<br />
1. Prototype Horisontal<br />
Sangat luas, mengerjakan atau menunjukkan sebagian besar interface, tetapi ini dilakukan dengan cara yang licik.<br />
2. Prototype Vertikal<br />
Lebih sedikit aspek atau fitur dari interface yang disimulasikan, tetapi dilaksanakan dengan rincian yang sangat baik.<br />
3. Early Prototyping<br />
4. Late Prototyping<br />
5. Low-fidelity Prototyping (prototype dengan tingkat ketepatan yang rendah)</p>
<p>Contoh (1) storyboard:<br />
- Digunakan di awal desain.<br />
- Biasanya digunakan dengan skenario, lebih terinci, dan dapat diputar ulang.<br />
- Kumpulan dari sketsa/frame individual.<br />
- menyajikan urutan inti cerita.<br />
- menunjukkan bagaimana kemungkinan user dapat mengalami peningkatan melalui setiap  aktifitas.</p>
<p>Contoh (2) sketsa:<br />
- Sketsa sangat penting untuk low-fidelity prototyping.<br />
- Jangan takut dengan kemampuan menggambar.<br />
- Menyajikan “tampilan” yang kotor dan cepat dari interface, konsep desain, dll.</p>
<p>Contoh (3) “wizard-of-oz”:<br />
- User berpikir mereka berinteraksi dengan komputer, tapi developer lebih menanggapi hasilnya daripada sistemnya.<br />
- Biasanya dilakukan di awal desain untuk memahami apa yang diharapkan oleh user.</p>
<p>6. Mid-fidelity prototyping (prototype dengan tingkat ketepatan sedang)<br />
- Form skematik.<br />
- Navigasi dan fungsi yang disimulasikan �� biasanya berbasis pada<br />
apa yang tampil pada layar atau simulasi layar.<br />
- Contoh tools yang digunakan: powerpoint, illustrator, dll.</p>
<p>7. High-fidelity prototyping (prototype dengan tingkat ketepatan yang<br />
tinggi)<br />
- Hi-fi prototype seperti sistem akhir.<br />
- Menggunakan bahan baku yang sama seperti produk akhir.</p>
<p>Tools umum yang digunakan: Macromedia Director, Visual Basic, Flash, Illustrator.</p>
<p>Prototyping Tools<br />
1. Draw/Paint Program, contoh: Photoshop, Coreldraw<br />
- Menggambar setiap layar, baik untuk dilihat.<br />
- Prototype horisontal, tipis.<br />
- Adobe Photoshop.<br />
2. Scripted Simulations/Slide Show, contoh: Powerpoint, Hypercard, Macromedia Director, HTML.<br />
- Letakkan tampilan seperti storyboard dengan (animasi) perubahan diantaranya.<br />
- Dapat memberikan user catatan yang sangat spesifik.<br />
- Disebut chauffeured prototyping.<br />
- Macromedia Director.</p>
<p>3. Interface Builders, contoh: Visual Basic, Delphi, UIMX.<br />
- Tools untuk menampilkan jendela, kendali, dan lain-lain dari interface.<br />
• Fitur yang baik<br />
- Mudah dikembangkan dan memodifikasi layar.<br />
- Mendukung jenis interface yang dikembangkan.<br />
- Mendukung berbagai macam divasi Input/Output.<br />
- Mudah untuk memodifikasi dan menghubungkan layar.<br />
- Mengijinkan memanggil prosedur eksternal dan program.<br />
- Mengijinkan mengimpor teks, grafik, media lain.<br />
- Mudah untuk dipelajari dan digunakan.<br />
- Dukungan yang baik dari vendor.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ff00;"><strong> BAB VI </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ff00;"><strong>DASAR &#8211; DASAR PEMROSESAN KOMPUTER</strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#00ffff;">A. ARSITEKTUR KOMPUTER</span></p>
<p>Abstraksi  dari sebuah arsitektur komputer dan hubungannya dengan bagian perangkat  keras, firmware, assembler, kernel, sistem operasi, dan perangkat lunak  aplikasinya<br />
Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah  konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem  komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan  deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain  (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini,  implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan  terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara  pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram  keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah  arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll.<br />
Arsitektur  komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan  sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat  keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan  fungsional, kinerja, dan target biayanya.<br />
Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori:<br />
Set instruksi (ISA)<br />
Arsitektur mikro dari ISA, dan<br />
Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.</p>
<p>PENDAHULUAN<br />
Mikrokontroler  adalah salah satu dari bagian dasar dari suatu sistem komputer.  Meskipun mempunyai bentuk yang jauh lebih kecil dari suatu komputer  pribadi dan komputer mainframe, mikrokontroler dibangun dari  elemen-elemen dasar yang sama. Secara sederhana, komputer akan  menghasilkan output spesifik berdasarkan inputan yang diterima dan  program yang dikerjakan.<br />
Seperti umumnya komputer, mikrokontroler  adalah alat yang mengerjakan instruksi &#8211; instruksi yang diberikan  kepadanya. Artinya, bagian terpenting dan utama dari suatu sistem  terkomputerisasi adalah program itu sendiri yang dibuat oleh seorang  programmer. Program ini menginstruksikan komputer untuk melakukan  jalinan yang panjang dari aksi-aksi sederhana untuk melakukan tugas yang  lebih kompleks yang diinginkan oleh programmer.</p>
<p>Sistem Input Komputer<br />
Piranti  input menyediakan informasi kepada sistem komputer dari dunia luar.  Dalam sistem komputer pribadi, piranti input yang paling umum adalah  keyboard. Komputer mainframe menggunakan keyboard dan pembaca kartu  berlubang sebagai piranti inputnya. Sistem dengan mikrokontroler umumnya  menggunakan piranti input yang jauh lebih kecil seperti saklar atau  keypad kecil.<br />
Hampir semua input mikrokontroler hanya dapat memproses  sinyal input digital dengan tegangan yang sama dengan tegangan logika  dari sumber. Level nol disebut dengan VSS dan tegangan positif sumber  (VDD) umumnya adalah 5 volt. Padahal dalam dunia nyata terdapat banyak  sinyal analog atau sinyal dengan tegangan level yang bervariasi. Karena  itu ada piranti input yang mengkonversikan sinyal analog menjadi sinyal  digital sehingga komputer bisa mengerti dan menggunakannya. Ada beberapa  mikrokontroler yang dilengkapi dengan piranti konversi ini, yang  disebut dengan ADC, dalam satu rangkaian terpadu.</p>
<p>Sistem Output Komputer<br />
Piranti  output digunakan untuk berkomunikasi informasi maupun aksi dari sistem  komputer dengan dunia luar. Dalam sistem komputer pribadi (PC), piranti  output yang umum adalah monitor CRT. Sedangkan sistem mikrokontroler  mempunyai output yang jauh lebih sederhana seperti lampu indikator atau  beeper. Frasa kontroler dari kata mikrokontroler memberikan penegasan  bahwa alat ini mengontrol sesuatu.<br />
Mikrokontroler atau komputer  mengolah sinyal secara digital, sehingga untuk dapat memberikan output  analog diperlukan proses konversi dari sinyal digital menjadi analog.  Piranti yang dapat melakukan konversi ini disebut dengan DAC (Digital to  Analog Converter).</p>
<p>CPU (Central Processing Unit)<br />
CPU adalah  otak dari sistem komputer. Pekerjaan utama dari CPU adalah mengerjakan  program yang terdiri atas instruksi-instruksi yang diprogram oleh  programmer. Suatu program komputer akan menginstruksikan CPU untuk  membaca informasi dari piranti input, membaca informasi dari dan menulis  informasi ke memori, dan untuk menulis informasi ke output.<br />
Dalam  mikrokontroler umumnya hanya ada satu program yang bekerja dalam suatu  aplikasi. CPU M68HC05 mengenali hanya 60 instruksi yang berbeda. Karena  itu sistem komputer ini sangat cocok dijadikan model untuk mempelajari  dasar dari operasi komputer karena dimungkinkan untuk menelaah setiap  operasi yang dikerjakan.</p>
<p>Clock dan Memori Komputer<br />
Sistem  komputer menggunakan osilator clock untuk memicu CPU mengerjakan satu  instruksi ke instruksi berikutnya dalam alur yang berurutan. Setiap  langkah kecil dari operasi mikrokontroler memakan waktu satu atau  beberapa clock untuk melakukannya.<br />
Ada beberapa macam tipe dari  memori komputer yang digunakan untuk beberapa tujuan yang berbeda dalam  sistem komputer. Tipe dasar yang sering ditemui dalam mikrokontroler  adalah ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory). ROM  digunakan sebagai media penyimpan program dandata permanen yang tidak  boleh berubah meskipun tidak ada tegangan yang diberikan pada  mikrokontroler. RAM digunakan sebagai tempat penyimpan data sementara  dan hasil kalkulasi selama proses operasi. Beberapa mikrokontroler  mengikutsertakan tipe lain dari memori seperti EPROM (Erasable  Programmable Read Only Memory) dan EEPROM (Electrically Erasable  Programmable Read Only Memory).</p>
<p>Program Komputer<br />
Program  digambarkan sebagai awan karena sebenarnya program adalah hasil  imajinasi seorang programmer. Komponen utama dari program adalah  instruksi-instruksi dari instruksi set CPU. Program disimpan dalam  memori dalam sistem komputer di mana mereka dapat secara berurutan  dikerjakan oleh CPU.</p>
<p>Sistem Mikrokontroler<br />
Setelah dipaparkan  bagian-bagian dari suatu sistem komputer, sekarang akan dibahas mengenai  mikrokontroler. Digambarkan sistem komputer dengan bagian yang  dikelilingi oleh garis putus-putus. Bagian inilah yang menyusun  mikrokontroler. Bagian yang dilingkupi kotak bagian bawah adalah gambar  lebih detail dari susunan bagian yang dilingkupi garis putus-putus.  Kristal tidak termasuk dalam sistem mikrokontroler tetapi diperlukan  dalam sirkuit osilator clock.<br />
Suatu mikrokontroler dapat  didefinisikan sebagai sistem komputer yang lengkap termasuk sebuah CPU,  memori, osilator clock, dan I/O dalam satu rangkaian terpadu. Jika  sebagian elemen dihilangkan, yaitu I/O dan memori, maka chip ini akan  disebut sebagai mikroprosesor.</p>
<p><span style="color:#00ff00;">B. SOFTWARE</span><br />
Dalam Ilmu  komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system  atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan  kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar  sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program  pengolah kata dan browser web.<br />
Secara umum, Sistem Operasi adalah  software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada  saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan  setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan  layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum  tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan  antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi  melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan  dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas  inti dan umum tersebut dinamakan dengan &#8220;kernel&#8221; suatu Sistem Operasi.<br />
Pendahuluan<br />
Biasanya,  istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua software yang  masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi  software terinstall. Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam  bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem  yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras  serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software  aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.<br />
Secara  umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang  ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan.  Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi  berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk  software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk,  manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga  masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum  tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi.  Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan  dengan &#8220;kernel&#8221; suatu Sistem Operasi<br />
Kalau sistem komputer terbagi  dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah penghubung antara  lapisan hardware dan lapisan software. Lebih jauh daripada itu, Sistem  Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin  aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan  lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi software lainnya dapat  menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain,  dan memiliki akses kepada sistem file. Apabila beberapa aplikasi  berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur skedule yang  tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan  waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling  mengganggu.<br />
Dalam banyak kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu  pustaka dari fungsi-fungsi standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil  fungsi-fungsi itu, sehingga dalam setiap pembuatan program baru, tidak  perlu membuat fungsi-fungsi tersebut dari awal.<br />
Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:<br />
1.Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory<br />
2.Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi<br />
3.Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna<br />
4.Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain<br />
5.Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrol mereka.<br />
Sebagian  Sistem Operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada  satu waktu (misalnya DOS), tetapi sebagian besar Sistem Operasi baru  mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang  bersamaan. Sistem Operasi seperti ini disebut sebagai Multi-tasking  Operating System (misalnya keluarga sistem operasi UNIX). Beberapa  Sistem Operasi berukuran sangat besar dan kompleks, serta inputnya  tergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya  sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia  sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS,  sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS<br />
Sebagai contoh, yang  dimaksud sistem operasi itu antara lain adalah Windows, Linux, Free BSD,  Solaris, palm, symbian, dan sebagainya.</p>
<p>Layanan inti umum<br />
Seiring  dengan berkembangnya Sistem Operasi, semakin banyak lagi layanan yang  menjadi layanan inti umum. Kini, sebuah OS mungkin perlu menyediakan  layanan network dan koneksitas internet, yang dulunya tidak menjadi  layanan inti umum. Sistem Operasi juga perlu untuk menjaga kerusakan  sistem komputer dari gangguan program perusak yang berasal dari komputer  lainnya, seperti virus. Daftar layanan inti umum akan terus bertambah.<br />
Program  saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan Antarmuka  Pemrograman Aplikasi, Application Programming Interface atau disingkat  dengan API. Dengan API inilah program aplikasi dapat berkomunikasi  dengan Sistem Operasi. Sebagaimana manusia berkomunikasi dengan komputer  melalui Antarmuka User, program juga berkomunikasi dengan program  lainnya melalui API.<br />
Walaupun demikian API sebuah komputer tidaklah  berpengaruh sepenuhnya pada program-program yang dijalankan diatas  platform operasi tersebut. Contohnya bila program yang dibuat untuk  windows 3.1 bila dijalankan pada windows 95 dan generasi setelahnya akan  terlihat perbedaan yang mencolok antara window program tersebut dengan  program yang lain.</p>
<p>Sistem Operasi saat ini<br />
Sistem  operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum  (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar:<br />
1.Keluarga  Microsoft Windows &#8211; yang antara lain terdiri dari Windows Desktop  Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98,  dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows  2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows 7 (Seven)  yang dirilis pada tahun 2009, dan Windows Orient yang akan dirilis pada  tahun 2014)).<br />
2.Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem  operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software  Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang  dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.<br />
3.Mac OS,  adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut  Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi  10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 direncanakan peluncuran versi 10.5  (Leopard).<br />
Sedangkan komputer Mainframe, dan Super komputer  menggunakan banyak sekali sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya  merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor  seperti IBM AIX, HP/UX, dll.</p>
<p>Proses<br />
Prosesor mengeksekusi  program-program komputer. Prosesor adalah sebuah chip dalam sistem  komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program komputer. Dalam  setiap detiknya prosesor dapat menjalankan jutaan instruksi.<br />
Program  adalah sederetan instruksi yang diberikan kepada suatu komputer.  Sedangkan proses adalah suatu bagian dari program yang berada pada  status tertentu dalam rangkaian eksekusinya. Di dalam bahasan Sistem  Operasi, kita lebih sering membahas proses dibandingkan dengan program.  Pada Sistem Operasi modern, pada satu saat tidak seluruh program dimuat  dalam memori, tetapi hanya satu bagian saja dari program tersebut.  Sedangkan bagian lain dari program tersebut tetap beristirahat di media  penyimpan disk. Hanya pada saat dibutuhkan saja, bagian dari program  tersebut dimuat di memory dan dieksekusi oleh prosesor. Hal ini sangat  menghemat pemakaian memori.<br />
Beberapa sistem hanya menjalankan satu  proses tunggal dalam satu waktu, sedangkan yang lainnya menjalankan  multi-proses dalam satu waktu. Padahal sebagian besar sistem komputer  hanya memiliki satu prosesor, dan sebuah prosesor hanya dapat  menjalankan satu instruksi dalam satu waktu. Maka bagaimana sebuah  sistem prosesor tunggal dapat menjalankan multi-proses? Sesungguhnya  pada granularity yang sangat kecil, prosesor hanya menjalankan satu  proses dalam satu waktu, kemudian secara cepat ia berpindah menjalankan  proses lainnya, dan seterusnya. Sehingga bagi penglihatan dan perasaan  pengguna manusia, seakan-akan prosesor menjalankan beberapa proses  secara bersamaan.<br />
Setiap proses dalam sebuah sistem operasi  mendapatkan sebuah PCB (Process Control Block) yang memuat informasi  tentang proses tersebut, yaitu: sebuah tanda pengenal proses (Process  ID) yang unik dan menjadi nomor identitas, status proses, prioritas  eksekusi proses dan informasi lokasi proses dalam memori. Prioritas  proses merupakan suatu nilai atau besaran yang menunjukkan seberapa  sering proses harus dijalankan oleh prosesor. Proses yang memiliki  prioritas lebih tinggi, akan dijalankan lebih sering atau dieksekusi  lebih dulu dibandingkan dengan proses yang berprioritas lebih rendah.  Suatu sistem operasi dapat saja menentukan semua proses dengan prioritas  yang sama, sehingga setiap proses memiliki kesempatan yang sama. Suatu  sistem operasi dapat juga merubah nilai prioritas proses tertentu, agar  proses tersebut akan dapat memiliki kesempatan lebih besar pada eksekusi  berikutnya (misalnya: pada proses yang sudah sangat terlalu lama  menunggu eksekusi, sistem operasi menaikkan nilai prioritasnya).</p>
<p>Status Proses<br />
Jenis  status yang mungkin dapat disematkan pada suatu proses pada setiap  sistem operasi dapat berbeda-beda. Tetapi paling tidak ada 3 macam  status yang umum, yaitu:<br />
1.Ready, yaitu status dimana proses siap untuk dieksekusi pada giliran berikutnya<br />
2.Running, yaitu status dimana saat ini proses sedang dieksekusi oleh prosesor<br />
3.Blocked, yaitu status dimana proses tidak dapat dijalankan pada saat prosesor siap/bebas</p>
<p>APLIKASI<br />
Perangkat  lunak aplikasi merupakan bagian perangkat lunak yang sangat banyak di  jumpai dan terus berkembang. Sebelum tahun 1990-an aplikasi yang di  kenal yaitu pemroses kata (Word Star, Chi Write), pemroses tabel (Lotus  123, Quatro Pro), database (DBASE), dan hiburan (game). Pada  perkembangan pemroses kata, tabel dan database saat ini telah di bundel  menjadi aplikasi office dengan tambahan aplikasi untuk pembuatan  presentasi.<br />
Perangkat lunak aplikasi ini terbagi atas beberapa kelompok, yaitu:<br />
1. Office Application,<br />
2. Multimedia Application,<br />
3. Internet Application.<br />
yaitu  suatu program komputer yang berfungsi untuk melakukan tugas-tugas  khusus, seperti membuat dokumen, memanipulasi foto, membuat laporan  keuangan, atau merancang rumah. Pengertian software aplikasi tidak lepas  dari beberapa macam program pembangunnya, yaitu terdiri dari software  hiburan, pendidikan, bisnis, perangkat lunak khusus, serta produktivitas  kerja.  Perangkat lunak penunjang produktivitas kerja memberikan  peranan yang sangat bermanfaat untuk optimalisasi mutu kerja.</p>
<p>Seluk Beluk Software Aplikasi<br />
Berikut beberapa jenis perangkat lunak yang terdapat di pasaran untuk aplikasi komputer.<br />
Perangkat  lunak hiburan. Beberapa contoh dari software ini, yaitu winamp untuk  mendengarkan musik, games, dan sebagainya untuk hiburan.<br />
Perangkat lunak pendidikan. Berguna untuk mempelajari atau mereferensikan tentang pendidikan atau pengetahuan.<br />
Perangkat  lunak bisnis. Software ini berguna untuk aplikasi bisnis, contohnya  untuk menangani utang piutang, pencatatan barang, dan sebagainya.<br />
Perangkat lunak khusus.<br />
Perangkat lunak produktivitas kerja.</p>
<p>Pengertian software aplikasi pada software produktivitas kerja adalah sebagai berikut:<br />
Word processing<br />
Word  processing disebut juga pengolah kata untuk membuat dokumen. Berguna  untuk memformat teks sehingga teks lebih rapi, misalnya rata kanan-kiri  dan sebagainya. Gramer checker digunakan untuk mengidentifikasi  kesalahan tata bahasa. Thesaurus adalah untuk mencari padanan kata.<br />
Spreadsheet<br />
Spreadsheet  berupa sekumpulan sel yang khas. Setiap sel terdiri dari nama baris  dinyatakan dengan angka dan nama kolom dinyatakan dengan huruf.   Beberapa contoh nama spreadsheet, yaitu Claris Resolve dari Claris  Corporation, excel dari Microsoft, lotus 1-2-3 dari Lotus. Development  Corporation, QuatroPro dari Novel Corporation, StarOffice Calc dari Sun  Microsystems.<br />
Desktop Publishing<br />
Biasanya digunakan untuk  mencetak kartu undangan. Cocok sekali bagi yang ingin membuka usaha  percetakan, karena ia bisa menggabungkan metode dari perangkat lunak  yang lain.  Contoh nama dari program desktop publishing, yaitu corel  draw, frame maker, indesign, ventura, dan lain-lain.<br />
Presentasi Grafik<br />
Software  ini biasanya digunakan untuk membuat bahan presentasi grafik sehingga  pembuatan bahan presentasi mudah dan cepat. Anda juga bisa menambahkan  fitur-fitur penambah cantiknya bahan presentasi Anda. Contoh aplikasi  ini adalah dengan menambahkan gambar animasi atau bahkan menambahkan  video untuk ditayangkan guna memperjelas bahan presentasi. Contoh nama  software ini adalah StarOffice Impress, FreeLance Grafics, Power Point,  dan lain-lain.<br />
Komunikasi<br />
Software ini berfungsi untuk  berkomunikasi antar orang melalui e-mail (electronic-mail), atau disebut  juga dengan surat elektronik. Beberapa contoh nama software email ini  adalah Perfect Office, Kmail, OutLook Express, Netscape messenger, dan  lain-lain.<br />
Personal Information Manager (PIM)<br />
PIM sangat berguna  untuk mengelola informasi pribadi, seperti tugas, jadwal, rekanan atau  klien dan juga keuangan. Beberapa contoh dari software ini adalah  commence, computer organizer, lotus organizer, Microsoft outlook.</p>
<p>Manajemen Data<br />
Software  manajemen data disebut juga dengan DBMS (Database Management System).  DBMS berguna untuk mencatat, memanipulasi, dan mengambil data agar lebih  cepat dan tepat. Beberapa contoh nama DBMS, yaitu access dari Microsoft  Corporation, paradox, visual Dbase, visual express, dan visual foxpro.  DBMS memiliki fitur yang canggih sekali, misalnya mampu menyediakan  fasilitas keamanan bagi pengakses yang tidak  berwewenang.</p>
<p>Software  aplikasi atau software aplikasi adalah software program yang memiliki  aktivitas pemrosesan perintah yang diperlukan untuk melaksanakan  permintaan pengguna dengan tujuan tertentu. Software aplikasi terdiri  dari :</p>
<p>1. Bahasa pemrograman (programming language)<br />
2. Program aplikasi (Application Program)<br />
3. Program paket / paket aplikasi (packet program)<br />
4. Program utilitas (utility program)<br />
5. Games dan entertainment dan lain-lain</p>
<p>Untuk mendukung operasi software aplikasi di atas tugas pengguna komputer dibagi menjadi :</p>
<p>a. analis system<br />
b. programmer<br />
c. operator<br />
d.  administrator database, yaitu orang yang bertugas melakukan definisi  dan manipulasi software database. Ini dibutuhkan jika software yang  dioperasikan akan menggunakan aplikasi database.<br />
e. administrator  jaringan, yaitu orang yang bertugas mengelola software system operasi,  software aplikasi yang digunakan dalam sebuah jaringan komputer</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=213&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2010/11/20/213/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SISTEM INFORMASI MANAJEMEN</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2010/11/06/sistem-informasi-manajemen/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2010/11/06/sistem-informasi-manajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 15:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[PENGANTAR SISTEM INFORMASI BERBASIS  KOMPUTER 1.       KONSEP SISTEM MANAJEMEN INFORMASI SEBAGAI SUMBER DAYA Banyak organisasi yang ingin membangun sistem Informasi Manajemennya sendiri, dan telah menyediakan dana yang cukup, tetapi ternyata usaha tersebut sering kali gagal. Penyebabnya antara lain ialah: struktur organisasi keseluruhan yang kurang wajar, rencana organisasi keseluruhan yang belum memadai, personil sistem yang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=204&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong>PENGANTAR SISTEM INFORMASI </strong></span></div>
<div><span style="color:#0000ff;"><strong> BERBASIS  KOMPUTER</strong></span></div>
</blockquote>
<h3>1.       <span style="color:#ff00ff;">KONSEP SISTEM MANAJEMEN INFORMASI SEBAGAI SUMBER DAYA</span></h3>
<p>Banyak organisasi yang ingin membangun sistem Informasi Manajemennya sendiri, dan telah menyediakan dana yang cukup, tetapi ternyata usaha tersebut sering kali gagal. Penyebabnya antara lain ialah: struktur organisasi keseluruhan yang kurang wajar, rencana organisasi keseluruhan yang belum memadai, personil sistem yang tidak memadai, dan yang terpenting adalah kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat. Sebelum membahas konsep sistem Informasi Manajemen lebih lanjut, berikut ini akan diberikan definisi ringkas dan formal dari sistem Informasi Manajemen yaitu: “serangkaian sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi yang secara rasional mampu menstransformasikan data sehingga menjadi informasi dengan berbagai cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer”.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Konsep Dasar Manajemen Informasi</span></strong></span></p>
<p>Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan penting dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis bisnis, meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis mereka, pengambilan keputusan manajerial, dan kerjasama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kopentitif mereka dalam pasar yang cepat sekali berubah. Hal ini berlaku ketika teknologi informasi digunakan untuk mendukung tim pengembangan produk, proses dukungan untuk pelanggan, transaksi e-commerce, atau dalam aktivitas bisnis lainnya. Gambar berikut memperlihatkan kerangka kerja konseptual yang berguna untuk mengatur pengetahuan yang disajikan dan memberi garis besar tentang hal yang perlu diketahui mengenai system informasi.</p>
<p><em>Kerangka kerja tersebut dipusatkan kedalam 5 area pengetahuan SI berikut in.</em></p>
<p>1. Konsep konsep dasar</p>
<p>Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan peran sistem informasi. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar yang berasal dari teori sistem umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.</p>
<p>2. Teknologi informasi</p>
<p>Konsep &#8211; konsep utama, pengembangan, dan berbagai isu manajemen teknologi informasi yaitu meliputi hardware, software, jaringan, manajemen data, dan banyak teknologi berbasis internet.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>3. Aplikasi bisnis</p>
<p>Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan kompetitif bisnis.</p>
<p>4. Proses pengembangan</p>
<p>Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>5. Tantangan manajemen</p>
<p>Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkat pemakai akhir, perusahaan, dan global dalam bisnis.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;color:#00ff00;"><strong>Sumber Daya Sistem Informasi</strong></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p>Sistem informasi terdiri dari 5 sumber daya dasar, yaitu: Manusia, Hardware, Software, Data dan Jaringan. Dibawah ini merupakan contoh Sumber daya sistem informasi dan produknya, meliputi:</p>
<p>1. Sumber daya manusia</p>
<p>Pemakai akhir merupakan orang orang yang menggunakan sistem informasi atau informasi yang dihasilkan sistem tersebut. Mereka berupa pelanggan, tenaga penjualan, teknisi, staff administrasi, akuntan dan para manajer. Para pakar merupakan orang orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi. Mereka meliputi sistem analis, pembuat software, operator sistem.</p>
<p>2. Sumber daya hardware</p>
<p>Dapat digolongkan menjadi: Mesin dan Media.</p>
<p>3. Sumber daya software</p>
<ul>
<li>Software sistem, seperti program sistem operasi, yang mengendalikan serta mendukung operasi sistem computer.</li>
<li>Software aplikasi, yang memprogram pemrosesan langsung bagi penggunaan tertentu komputer oleh pemakai akhir. Contohnya, program analisis penjualan, program pengolahan kata dan program penggajian.</li>
<li>Prosedur, yang mengoperasikan perintah bagi orang orang yang akan menggunakan sistem informasi. Contohnya, prosedur entri data, prosedur untuk memperbaiki kesalahan, prosedur pendistribusian cek gaji.</li>
</ul>
<p>4. Sumber daya data</p>
<p>Termasuk deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian, database persediaan.</p>
<p>5. Sumber daya jaringan</p>
<p>Media komunikasi, pemroses komunikasi, software untuk akses dan pengendalian jaringan.</p>
<h3><span style="color:#ff00ff;">2.       PENGGUNA INFORMASI DIPANDANG DARI TINGKAT MANAJEMEN DAN AREA FUNGSIONAL PERUSAHAAN</span></h3>
<h3><span style="color:#ff00ff;">3.       KONSEP SISTEM, DATA DAN INFORMASI</span></h3>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Realitas Sistem Informasi (SI) </span></strong></span><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p>Sejak permulaan peradaban, Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain dan dengan menggunakan berbagai jenis instrumen/alat fisik <em>(hardware)</em>, perintah dan prosedur pemrosesan informasi <em>(software)</em>, saluran komunikasi <em>(jaringan) </em>dan data yang di simpan <em>(sumber daya data)</em>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Pengertian Tentang Sistem Informasi (SI) </span></strong></span><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<ul>
<li>Sistem Informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, softwarejaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.</li>
<li>Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.</li>
<li>Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.</li>
</ul>
<p>Tetapi Pengertian Sistem Informasi Secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses dan berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Konsep – Konsep Dasar Sistem Informasi (SI) </span></strong></span></p>
<p>Sumber Daya Sistem Informasi dan Produknya</p>
<p>1<em>. Sumber Daya Manusia (SDM) </em></p>
<ul>
<li>Para Pakar : Sistem Analis, Pembuat Software dan Sistem Operator.          <em> </em></li>
<li>Pemakai Akhir (End User) : Orang Lain Yang Menggunakan Sistem Informasi.</li>
</ul>
<p><em>2. Sumber Daya Hardware</em></p>
<ul>
<li>Mesin  : Komputer, Monitor Video, disk drive magnetis, printer, dll.</li>
<li>Media : Floppy disk magnetic tape, formulir kertas dan kartu plastik.</li>
</ul>
<p><em>3. Sumber Daya Software </em></p>
<ul>
<li>Program   : Program sistem operasi, program <em>spreadsheets, </em>program word prcessing dan  program penggajian.</li>
<li>Prosedur : Prosedur entri data, prosedur perbaikan kesalahan dan prosedur dan pendistribusian cek gaji.</li>
</ul>
<p><em>4. Sumber Daya Data</em> : Deskripsi produk, Catatan Pelanggan, file kepegawaian dan database</p>
<p>persedian.</p>
<p><em>5. Sumber Daya Jaringan</em> : Media Komunikasi, pemrosesan komunikasi, software untuk akses</p>
<p>pengendalian  jaringan.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Arsitektur Informasi Yang Mendukung Tujuan </span></strong></span></p>
<p>Ada beberapa definisi tentang arsitektur informasi :</p>
<ul>
<li>Arsitektur informasi adalah bentuk khusus yang menggunakan teknologi informasi dalam organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan atau fungsi-fungsi yang telah dipilih. (Laudon 1998).</li>
<li>Arsitektur Informasi adalah desain sistem komputer secara keseluruhan (termasuk sistem jaringan) untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi yang spesifik. (Zwass.1998).</li>
</ul>
<p>Ada 3 Macam Arsitektur Informasi Yang Mendukung Tujuan Diantaranya adalah :</p>
<ul>
<li>Arsitektur Tersentralisasi</li>
</ul>
<p>Arsitektur ini sudah dikenal semenjak tahun 1960-an dengan mainframe sebagai faktor utama. Mainframe adalah komputer yang berukuran relatif besar yang ditujukan untuk menangani data yang berukuran besar,dengan ribuan terminal untuk mengakses data dengan tanggapan yang sangat cepat dan melibatkan jutaan transaksi.</p>
<ul>
<li>Arsitektur Desentralisasi</li>
</ul>
<p>Arsitektur desentralisasi merupakan konsep dari pemrosesan data tersebar (terdistribusi). Sistem pemrosesan data terdistribusi (atau biasa disebut sebagai komputasi tersebar) sebagai sistem yang terdiri atas sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai lokasi yang dihubungkan dengan sarana telekomunikasi dengan masing-masing komputer mampu melakukan pemrosesan yang serupa secara mandiri, tetapi bisa saling berinteraksi dalam pertukaran data.</p>
<ul>
<li>Arsitektur Client/Server</li>
</ul>
<p>Pada arsitektur ini ada sebagian yang disebut client dan ada yang disebut server. Server adalah sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client. Secara fisik sebuah server dapat berupa komputer (mainframe, mini &#8211; komputer, workstation ataupun PC) atau piranti lain (misalnya printer).</p>
<p>Client mempunyai kemampuan untuk melakukan proses sendiri. Ketika sebuah client meminta suatu data ke server, server akan segera menanggapinya dengan memberikan data yang diminta ke client bersangkutan. Setelah diterima client segera melakukannya.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>4. </strong><strong>EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER</strong></span></p>
<ul>
<li>Fokus awal pada data, Pengolahan  Data Elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (S IA).</li>
<li>Fokus baru pada informasi, Konsep penggunaan komputer sebagai S IM.</li>
</ul>
<ul>
<li>Fokus revisi pada pendukung keputusan, Sistem pendukung keputusan</li>
<li>Fokus pada Komunikasi, perhatian difokuskan pada otomatisasi kantor</li>
<li>Fokus potensial pada konsultasi, contoh Sistem Pakar</li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff00ff;">5.       MODEL SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER</span></h3>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Model dari Computer Based Information System (CBIS)</span></strong></span></p>
<p>Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan informasi. Informasi disajikan secara lisan atau tulisan oleh suatu pengolah informasi. Porsi komputer dalam pengolah informasi terdiri dari tiap area aplikasi yang berbasis komputer – SIA, SIM, DSS, OA, dan ES. Sistem informasi berbasis komputer (<em>computer-based information system) </em>atau CBIS digunakan untuk menggambarkan lima subsistem yang menggunakan computer, yaitu :<strong> </strong></p>
<p><strong>1. </strong>Sistem Informasi Akuntansi (S IA)</p>
<p>Sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi.</p>
<p>Fungsi penting yang dibentuk S IA pada sebuah organisasi antara lain:</p>
<ul>
<li>Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi</li>
<li>Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan</li>
<li>Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi</li>
</ul>
<p><strong>2</strong>. Sistem Pendukung      Keputusan (Decision Support S ystem)</p>
<ul>
<li>Suatu sistem yang berbasis computer secara terpadu, yang dirancang untuk membantu para manajer dalam aktivitas sehari-hari. Terutama dalam aktivitas pengambilan keputusan</li>
<li>Suatu proses memasukkan beberapa aspek dari mekanisme keputusan ke dalam SIM, sehingga pengambilan keputusan pada dasarnya hanyalah tinggal memilih saja<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong>3. </strong>Sistem Informasi Manajemen</p>
<ul>
<li>Merupakan sistem informasi yangmenghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen</li>
<li>Sistem informasi Manajemen adalah serangkaiansub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai denganmgaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.</li>
</ul>
<p><strong>4</strong>. Otomatisasi Kantor</p>
<ul>
<li>Sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas pekerjaan.</li>
<li>Semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berada didalam maupun diluar perusahaan.</li>
</ul>
<p><strong>5.</strong> Sistem      Pakar</p>
<ul>
<li>Sistem pakar<strong> </strong>adalah suatu <strong>program komputer</strong> yangmengandung <strong>pengetahuan</strong> dari satu atau lebih <strong>pakar manusia </strong>mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset <strong>kecerdasan buatan</strong> pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an.</li>
<li>Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut.</li>
<li>Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu  rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. S istem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.<strong> </strong></li>
</ul>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><strong> </strong><strong>TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF</strong></span></p>
</blockquote>
<h3><span style="color:#ff00ff;">1.       PERUSAHAAN DALAM LINGKUNGANNYA</span></h3>
<p>Perusahaan dalam lingkungannya :</p>
<p>Sumberdaya :</p>
<p>- pelanggan</p>
<p>- pemasok</p>
<p>- pesaing</p>
<p>- pemegang saham</p>
<p>- pemerintah</p>
<p>- masyarakat keuangan</p>
<p>- masyarakat global</p>
<p>-</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="95" height="53"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="100" height="6"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3><span style="color:#ff00ff;">2.       KEUNGGULAN KOMPETITIF</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Suatu perusahaan dikatakan memiliki keunggulan kompetitif ketika perusahaan tersebut mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki pesaing, melakukan sesuatu lebih baik dari perusahaan lain, atau mampu melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh perusahaan lain.</p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Tahapan Model <em>Resource-Based</em></span></strong></span></p>
<ul>
<li>Mengidentifikasi sumber daya perusahaan</li>
<li>Tentukan kapabilitas perusahaan</li>
<li>Tentukan bagaimana sumber daya dan kapabilitas perusahaan dapat menciptakan keunggulan kompetitif</li>
<li>Lokasikan suatu industri dengan peluang yang dapat dieksploitasi</li>
<li>Pilih strategi terbaik untuk mengeksploitasi sumber daya dan kapabilitas dalam lingkungan industri</li>
<li>Mengimplementasikan strategi yang dipilih agar mengungguli pesaing dan memperoleh penghasilan di atas rata-rata industri</li>
</ul>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Model Gerilya</span></strong></span></p>
<ul>
<li>Berbagai macam gangguan yang signifikan dan tidak diperkirakan sebelumnya dapat menghambat perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan</li>
<li>Sebuah organisasi yang berhasil harus pandai dalam menyesuaikan dengan setiap perubahan yang terjadi</li>
</ul>
<p>Hiperkompetisi dalam Model Gerilya</p>
<ul>
<li>Hiprkompetisi yaitu lingkungan bisnis yang diwarnai dengan perubahan terus-menerus</li>
<li>Untuk memenangkan persaingan dalam lingkungan yang hiperkompetitif, diperlukan visi terhadap perubahan dan gangguan, kapabilitas, dan taktik</li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff00ff;">3.       PERENCANAAN STRATEGI PERUSAHAAN</span></h3>
<p>Perencanaan stratejik hadir sekitar pertengahan tahun 1960-an dan para pimpinan perusahaan mengakui bahwa perencanaan stratejik merupakan ”<em>the one</em> <em>best way</em>” untuk memutuskan dan mengimplementasikan strategi yang dapat meningkatkan kompetitif pada setiap unit bisnis. Seperti yang diungkapkan oleh ahli penelitian Frederick Taylor, perencanaan stratejik merupakan cara yang melibatkan pemikiran melalui sebuah karya, penciptaan dari fungsi manajemen staf baru yaitu munculnya ahli perencanaan. Dimana sistem perencanaan ini merupakan strategi yang bagus sebagai suatu tahapan strategi yang akan diterapkan para pelaku bisnis, manajer perusahaan dan mengarahkan agar tidak membuat kekeliruan (Mintzberg,H.1994).</p>
<p>Menurut (Allison, Kaye,2005) definisi perencanaan stratejik adalah proses sistematik yang disepakati organisasi dan membangun keterlibatan diantara <em>stakeholder </em>utama-tentang prioritas yang hakiki bagi misinya dan tanggap terhadap lingkungan operasi.</p>
<p>Perencanaan stratejik khususnya digunakan untuk mempertajam focus organisasi, agar semua sumber organisasi digunakan secara optimal untuk melayani misi organisasi itu. Artinya bahwa perencanaan stratejik menjadi pedoman sebuah organisasi harus tanggap terhadap lingkungan yang dinamis dan sulit diramal. Perencanaan stratejik menekankan pentingnya membuat keputusan18 keputusan yang menempatkan organisasi untuk berhasil menanggapi perubahan lingkungan. Fokus perencanaan stratejik adalah pada pengelolaan stratejik, artinya penerapan pemikiran stratejik pada tugas memimpin sebuah organisasi guna mencapai maksudnya.</p>
<p>Pengertian lain dari perencanaan stratejik menurut (Shrader,Taylor dan Dalton,1984) adalah perencanaan jangka panjang yang tertulis dimana didalamnya terdiri dari kesepakatan misi dan tujuan perusahaan. Beberapa dimensi dari perencanaan stratejik telah dikemukakan (Frederickson,1986) menurut kategori yaitu : inisiasi proses, aturan tujuan, arti dan akhir dari hubungan, penjelasan dari pelaksanaan stratejik dan tingkat keputusan yang terintergrasi.</p>
<p>Menurut Philips (2000) perencanaan stratejik yang efektif pengaruhnya pada kinerja keuangan pada contoh kasus pada hotel, ditunjukkan pada peranan perilaku manajer dalam pengambilan keputusan. Studi lanjutan dari Bracker et al (1988) menyatakan hubungan antara proses perencanaan dengan kinerja keuangan pada perusahaan kecil yang terseleksi menunjukkan hasil yang signifikan.</p>
<p>Studi lain dari Robinson dan Pearce (1988) menganalisa pengaruh moderating dari perencanaan stratejik dalam kinerja strategi di 97 perusahaan manufaktur dengan 60 industri yang berbeda menghasilkan efek moderasi positif dan</p>
<p>signifikan.</p>
<p>Formulasi dari perencanaan stratejik dipengaruhi oleh budaya perusahaan dan perilaku manajer (Bailey,Johnson dan Daniels,2000; Haberberg dan Rieple,2001; Hart dan Banbury,1994; Lynch,2000; Miesling dan Wolfe,1985; Venkatraman,1989). Sehingga pengaruhnya dapat dilihat pada perubahan dan pengembangan suatu organisasi.</p>
<p>Kaitan selanjutnya mengenai pengembangan perencanaan stratejik adalah pada penciptaan keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Hal ini tercapai ketika kemampuan manajemen dan menggunakan kreasi dan mengimplentasikan strategi agar tahan pada keunggulan yang banyak terjadi peniruan, mampu menciptakan faktor hambatan dalam jangka waktu yang lama (Bharawaj, Varadarajan dan Fahy,1993; Grant,1995; Mahoney dan Pandian,1992; Rumelt,1984).</p>
<p>Berdasarkan penelitian para pakar secara umum, disimpulkan bahwa perencana mengalahkan non-perencana, pemikirannya adalah bahwa perusahaan yang memiliki rencana formal lebih unggul dibandingkan dengan rencana informal, karena proses penulisan rencana mengharuskan untuk menuangkan ideide dan tujuan-tujuan untuk dipikirkan secara matang (Hopkins and Hopkins,1997; Rue dan Ibrahim,1998; Shrader et al.1989). Pendapat ini juga didukung oleh Robinson dan pearce (1984) yang dikutip oleh Shrader et al. (1989) bahwa makin rumit proses perencanaan maka makin baik pula kinerja organisasi.</p>
<p>Proses perencanaan terdiri dari tiga komponen utama (Armstrong, 1982 dalam Shrader et al, 1989; Robinson and pearce,1984) yaitu : (1) perumusan, yang meliputi pengembangan misi, penentuan tujuan utama, penilaian lingkungan eksternal dan internal dan evaluasi serta pemilihan alternatif; (2) penerapan; dan (3) pengendalian.</p>
<p>Orpen (1985) menyatakan bahwa perencanaan menguntungkan perusahaanperusahaan kecil dengan mendorong mereka untuk mencari alternatif-alternatif baru guna meningkatkan penjualan dan posisi kompetitif mereka. Menurut Bracker et al (1988) mengemukakan bahwa perencanaan yang matang menguntungkan perusahaan kecil dalam industri dinamis yang berkembang pesat. Berdasar hasil penelitian Rue dan Ibrahim (1998) dan Shrader et al (1989), menyatakan bahwa top manajer atau CEO dalam perusahaan kecil menengah mengindikasikan perencanaan perusahaan pada umumnya dikerjakan sendiri, yang artinya top manajer atau CEO sekaligus perencana. Perencanaan strategi pada berbagai keadaan usaha yang seharusnya dimiliki oleh perusahaan baik besar atau kecil. Karena dengan manajemen strategi akan dapat berfungsi sebagai sarana untuk mengkomunikasikan tujuan perusahaan serta alternatif jalan yang akan ditempuh guna pencapaian tujuan tersebut (Nurwening,1997).</p>
<p>Perlu diingat bahwa proses perencanaan strategi ini adalah suatu pemikiran stratejik (<em>strategic thinking) </em>dari para pemilik usaha. Perencanaan strategi tidak harus bersifat formal namun pemikiran stratejik ini setidaknya mensistesiskan intuisi dan kreativitas wirausaha kedalam visi masa depan (Rambat,2002). Perencanaan strategi merupakan sebuah rencana tertulis jangka panjang, yang didalamnya menyatakan misi perusahaan dan pernyataan tujuan organisasi.</p>
<p>Perencanaan strategi juga dianggap memberikan substansi dimana kinerja perusahaan dapat dikontrol dan diukur (Rue dan Ibrahim,1998; Shrader et al.1989). Ditambahkan pula menurut (Hopkins and Hopkins,1997) perencanaan strategi adalah sebagai proses penggunaan kriteria sistematis dan investigasi yang sangat teliti untuk merumuskan, menetapkan dan mengendalikan strategi serta mendokumentasikan harapan-harapan organisasi secara formal.</p>
<p>Perencanaan strategik biasanya mencakup periode waktu satu sampai lima tahun (Matthews &amp;Scott,1995; Rue &amp; Ibrahim,1998; Robinson and pearce,1997; Shrader et al,1984). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa perencanaan stratejik menjadi pedoman sebuah organisasi untuk tanggap terhadap lingkungan yang dinamis dan sulit diramal. Perencanaan stratejik menekankan pentingnya membuat keputusan-keputusan yang menempatkan organisasi untuk berhasil menanggapi perubahan lingkungan.</p>
<p>Sebagai upaya untuk meningkatkan keunggulan bersaing, perlu ditelaah lebih jauh mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sebuah perencanaan stratejik sehingga mampu menciptakan nilai keunggulan yang kompetitif. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut dihipotesiskan terdiri dari variable faktor manajerial, faktor lingkungan dan kultur organisasi.</p>
<h3><span style="color:#ff00ff;">4.       KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA INFORMASI</span></h3>
<blockquote>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"> </span> <span style="color:#0000ff;"><strong> </strong><strong>MANFAAT  DAN ETIKA DARI SISTEM INFORMASI</strong></span></h3>
</blockquote>
<h3><span style="color:#ff00ff;">1.       PENGGUNAAN KOMPUTER DI PASAR INTERNASIONAL</span></h3>
<h3><span style="color:#ff0000;">1.1   MODEL PERUSAHAAN MULTINASIONAL</span></h3>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Perusahaan Multinasional</span></strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Perusahaan multinasional <em>(multinational corporation) </em>atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan dan prosedur tersendiri.</p>
<p>Istilah <strong>warisan administratif </strong><em>(administrative heritage) </em>digunakan untuk menggambarkan kondisi internal seperti asset<em> </em>perusahaan, distribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, budaya perusahaan, dan gaya manajemen. Bagi MNC, lingkungan/eksternal bersifat global. MNC merupakan sistem terbuka yang berusaha meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan lingkungan. Ketidakpastian, adalah “perbedaan antara jumlah informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi”. MNC membuat sistem pengolah informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dari segi pengaruh lingkungan dan warisan administratif.<em> </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Jenis-jenis Struktur Organisasi MNC</span></strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Menurut William Egelhoff dari Fordham University, MNC dapat mengorganisasikan menurut <strong>divisi fungsional sedunia </strong><em>(worldwide</em> <em>functional division)</em>, <strong>divisi internasional </strong><em>(international divisions),</em> <strong>wilayah geografis </strong><em>(geographic regions)</em>, atau <strong>divisi produk sedunia</strong> <em>(worldwide product divisions)</em>.</p>
<p>Dalam <strong>divisi fungsional sedunia</strong>, anak-anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional-manufaktur, pemasaran, dan keuangan. Bidang-bidang operasional di anak perusahaan melapor langsung ke pasangan fungsional mereka ke induk perusahaan.</p>
<p>Dalam <strong>divisi internasional</strong>, semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC yang terpisah dari divisi domestik.</p>
<p>Dalam <strong>wilayah geografis</strong>, MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya.</p>
<p>Dalam <strong>divisi produk sedunia</strong>, perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Dimensi-dimensi struktural pengolahan informasi</span></strong></span></p>
<p>Pengolahan informasi suatu MNC dapat dipandang sebagai berada pada dua poros. Pada satu poros cenderung pada aktivitas taktis atau strategis. Di poros yang lain, pemrosesan informasi cenderung menghubungkan masalah perusahaan atau Negara dengan masalah produk.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Pemrosesan Informasi Taktis vs Strategis</span></strong></span></p>
<p>Pemrosesan informasi taktis menangani transaksi harian dalam volume besar, contohnya sistem informasi akuntansi pemrosesan informasi strategis melibatkan penyaringan dan pengikhtiaran data akuntansi untuk menonjolkan masalah-masalah tingkat tinggi, contoh SIM seperti SI pemasaran, DSS.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Informasi Perusahaan dan Negara vs Informasi Produk</span></strong></span></p>
<p>Informasi yang dihasilkan MNC dapat dipisahkan dalam duagolongan besar – yang satu menggambarkan produk-produk perusahaan dan yang lain menggambarkan perusahaan dan Negara tempat beroperasi perusahaan.</p>
<p>Contoh : Pemrosesan informasi MNC dipandang dari dua dimensi.</p>
<div>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="312"><strong>Masalah perusahaan dan negara</strong></td>
<td width="307"><strong>Masalah produk</strong><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="312" valign="top">Pengolahan   informasi taktis untuk masalah perusahaan dan negara.<em>Contoh: mengevaluasi cara dan   saat memperoleh uang di pasar internasional.</em></td>
<td width="307" valign="top">Pengolahan   informasi taktis untuk masalah produk.<em>Contoh: memutuskan perubahan   rutin harga produk.</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="312" valign="top">Pengolahan   informasi strategis untuk masalah perusahaan dan negara.<em>Contoh: memutuskan posisi   perusahaan terhadap tekanan pemerintah luar negeri atas kepemilikan lokal di   anak perusahaan luar negeri</em></td>
<td width="307" valign="top">Pengolahan   informasi strategis untuk masalah produk.<em>Contoh: memutuskan dukungan   Litbang jangka</em>&nbsp;</p>
<p><em>panjang untuk produk utama.</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Perlunya Koordinasi dalam suatu MNC</span></strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Keuntungan koordinasi :</p>
<ul>
<li>Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing di berbagai negara dan pasar.</li>
<li>Kemampuan memberikan respon di suatu negara, atau wilayah dari suatu negara terhadap perubahan di negara atau wilayah lain.</li>
<li>Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar di seluruh dunia.</li>
<li>Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit di berbagai negara.</li>
<li>Pengurangan keseluruhan biaya operasi.</li>
<li>Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.</li>
<li>Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk perusahaan serta cara produksi dan distribusinya.</li>
</ul>
<p>Sistem informasi yang digunakan MNC saat mereka mengikuti empat strategi bisnis disebut sistem informasi global <em>(global information</em> <em>system), </em>atau GIS. GIS dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari jaringan-jaringan yang melintasi batas-batas negara.</p>
<p>Dari uraian di atas dapat disimpulkan :</p>
<ol>
<li>Strategi multinasional bersifat desentralisasi.</li>
<li>Strategi global mengumpulkan pengendalian di perusahaan induk (sentralisasi).</li>
<li>Strategi internasional merupakan perpaduan sentralisasi pengendalian dari strategi global dan  Desentralisasi dari strategi multinasional.</li>
<li>Strategi transnasional, baik induk dan anak perusahaan bekerja sama memformulasikan strategi dan kebijaksanaan operasi, dan mengkoordinasikan logistik agar produk mencapai pasar yang tepat. Pada strategi ini, tanggung jawab yang besar pada pengelola database induk memastikan keseragaman rancangan database di seluruh dunia.</li>
</ol>
<h3><span style="color:#ff0000;">1.2 STRATEGI BISNIS GLOBAL</span></h3>
<p>Daya yang mendorong sistem informasi global pertama adalah keberhasilan <em>economies of scale. </em>Saat memulai penggunaan computer akan ada keuntungan-keuntungan yang tersedia. Keuntungankeuntungan ini disebut <em>global business drivers</em>. <em>Global business</em> <em>drivers </em>(GBD) adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari <em>economies of scale </em>dan <em>economies of scope</em>, serta kemudian memberikan kontribusi pada strategi bisnis global.</p>
<p>Dari survei pada 105 MNC di USA diidentifikasi ada 7 <em>drivers </em>:</p>
<ul>
<li>sumberdaya      manusia</li>
<li>operasi yang      fleksibel</li>
<li>rasionalisasi      operasi</li>
<li>pengurangan      risiko</li>
<li>produk global</li>
<li>pasokan yang      langka</li>
<li>pelanggan tingkat      perusahaan</li>
</ul>
<p>Saran untuk menetapkan GBD :</p>
<ul>
<li>Analisis harus melibatkan eksekutif puncak perusahaan.</li>
<li>Tingkat analisis seharusnya jangan terlalu tinggi. GBD yang memiliki sasaran “distribusi global”, “citra perusahaan yang menyatu”, “total quality management”, atau “wilayah Pasifik” terlalu luas untuk digunakan.</li>
<li>Analisis harus menyadari perbedaan-perbedaan yang ada dalam perusahaan.</li>
<li>Analisis harus menyadari perbedaan budaya yang ada antara satu anak perusahaan  dengan anak perusahaan yang lain.</li>
</ul>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Permasalahan dalam Menerapkan Sistem Informasi Global</span></strong></span></p>
<p>MNC yang memulai suatu proyek untuk membuat GIS akan</p>
<p>menghadapi sejumlah permasalahan :</p>
<p>1)      Kendala politis</p>
<p>- Pembatasan pembelian dan impor perangkat keras.</p>
<p>- Pembatasan pemrosesan data.</p>
<p>- Pembatasan komunikasi data.</p>
<p>Pembatasan komunikasi data yang paling umum adalah pembatasan atas arus data dan lintas batas. Arus data lintas batas <em>(transborder data flow) </em>atau TDF adalah perpindahan<em>machine-readable </em>data melintasi perbatasan negara. TDF dikelompokkan menjadi 4 jenis :</p>
<p>a) Data operasional, seperti data transaksi dalam SIA.</p>
<p>b) Data pribadi, yaitu data mengenai individu tertentu.</p>
<p>c) Transfer dana elektronika dari 1 negara ke negara lain.</p>
<p>d) Data teknik dan ilmiah.</p>
<p>2)      Permasalahan teknologi, misalnya di tempat anak perusahaan tidak  tersedia cukup catu daya yang   menyebabkan listrik seringpadam.</p>
<p>3)      Kurangnya dukungan dari manajer anak perusahaan. Sering manajer anak perusahaan sanggup menjalankan perusahaan tanpa bantuan dan menganggap standar baru sebagai hal yang tidak perlu.</p>
<h3><span style="color:#ff0000;">1.3   STRATEGI GIS</span></h3>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Strategi Transnasional bagi Penerapan GIS</span></strong></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p>Karena strategi ini paling rumit, menyatukan seluruh MNC suatu sistem yang bekerja lancar, strategi penerapannya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan potensial. Strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS/<em>business strategy linkage</em>, sumberdaya informasi, pembagian data internasional, dan lingkungan budaya.</p>
<ul>
<li>Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis, tim pengembangan harus :</li>
</ul>
<p>1)      Bekerjasama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.</p>
<p>2)      Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.</p>
<p>3)      Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis.</p>
<p>4)      Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.</p>
<p>5)      Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS dan menentukan prioritasnya.</p>
<p>6)      Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.</p>
<ul>
<li>Menentukan sumberdaya informasi, dalam menentukan sumberdaya informasi – H/W, S/W, personil, data, informasi serta fasilitas, tim pengembangan harus :</li>
</ul>
<p>1)      Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional.</p>
<p>2)      Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan jasa bagi tiap anak perusahaan.</p>
<p>3)      Membuat spesifikasi standar H/W dan S/W yang dapat digunakan semua anak perusahaan.</p>
<p>4)      Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang membantu anak perusahaan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.</p>
<p>5)      Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami di negara perusahaan induk.</p>
<ul>
<li>Menyediakan pembagian data; pembuatan sistem pemakaian bersama data (<em>data sharing) </em>mencakup beberapa tugas.</li>
</ul>
<p>Tim pengembangan harus :</p>
<p>1)      Mengembangkan suatu model data global yang mendukung tujuan bisnis global.</p>
<p>2)      Membentuk satu kelompok yang terdiri dari para wakil perusahaan induk dan anak perusahaan untuk menetapkan standar data yang akan diterapkan di seluruh MNC.</p>
<p>3)      Meneliti peraturan berbagai negara untuk mengetahui berbagai pembatasan atas pengolahan data dan telekomunikasi.</p>
<p>4)      Berdasarkan penelitian tersebut, menentukan apakah data akan dikirimkan melintasi batas negara atau memprosesnya di negara tempat anak perusahaan.</p>
<p>5)      Menerapkan database.</p>
<ul>
<li>Memperhatikan lingkungan budaya, untuk itu tim pengembangan harus:</li>
</ul>
<p>1)      Menyadari perbedaan budaya yang ada di antara negaranegara tempat anak perusahaan dan merumuskan pemecahan yang dapat diterima oleh semua pihak.</p>
<p>2)      Membuat survei atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal selama penerapan.</p>
<p>3)      Menyediakan pelatihan dan pendidikan bagi anak perusahaan.</p>
<p>4)      Membuat program-program formal yang mempersiapkan para manajer perusahaan induk untuk bekerjasama dengan para manajer anak perusahaan, dan sebaliknya.</p>
<ul>
<li>Peringatan, disadari bahwa tugas-tugas dan masalah-masalah di atas bukanlah langkah-langkah yang selalu diikuti beruntun</li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff00ff;">2.IMPLIKASI ETIS DARI TEKNOLOGI INFORMASI</span></h3>
<h3><span style="color:#ff0000;">1.1   PENGERTIAN MORAL, ETIKA DAN HUKUM</span></h3>
<p><em>Moral </em>adalah  tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah</p>
<p><em>Etika </em>adalah satu set kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan masyarakat.</p>
<p><em>Hukum</em> adalah peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah pada rakyat atau warga negaranya.</p>
<h3><span style="color:#ff0000;">1.2   PERLUNYA BUDAYA ETIKA</span></h3>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Apakah Etika Komputer ? </span></strong></span></p>
<p>Etika komputer didefinisikan sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Karena itu, etika komputer terdiri dari dua aktifitas utama, dan pimpinan organisasi yang paling bertanggungjawab atas aktifitas tersebut. Kedua aktifitas tersebut adalah:</p>
<p>1.  waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat.</p>
<p>2.  karena itu harus berbuat sesuatu dengan memformulasikan kebijakan-kebijakan yang</p>
<p>memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan secara tepat.</p>
<p>Namun ada satu hal yang sangat penting, yaitu bukan hanya pimpinan puncak sendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer; para pimpinan dilapis kedua, dan ketiga lainnya juga bertanggungajawab. Keterlibatan seluruh organisasi merupakan keharusan mutlak dalam dunia <em>end-user computing </em>saat ini, semua pimpinan di semua lapisan bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka; selain itu, setiap pegawai bertanggungjawab juga atas aktifitas mereka yang berhubungan dengan komputer.</p>
<p>Ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer, yaitu:</p>
<ol>
<li>Kelenturan logika (<em>logical malleability</em>)Kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkan; komputer bekerja tepat dan sesuai seperti yang diinstruksikan oleh pembuat program. Kelenturan logika inilah yang bisa menakutkan masyarakat, tetapi pada dasarnya masyarakat tidak takut terhadap komputer; sebaliknya masyarakat bisa takut terhadap orang-orang yang memberi perintah di belakang komputer.</li>
</ol>
<ol>
<li>Faktor transformasi</li>
</ol>
<p>Alasan kepedulian pada etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah secara drastis cara melakukan sesuatu. Sebagai contoh yang baik adalah surat elektronik (<em>e-mail</em>) yang tidak hanya memberikan cara berkomunikasi yang lain, tetapi memberikan cara berkomunikasi yang sama sekali baru. Transformasi seruapa dapat dilihat cara mengadakan rapat; jika pada masa lalu rapat harus dilakukan dengan berkumpul secara fisik, maka saat ini dapat dilakukan dalam bentuk konferensi video (<em>video conference</em>).</p>
<p>Faktor tak kasat mata (<em>invisibility factors</em>)Alasan lain minat masyarakat pada etika komputer adalah karena semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. Operasi internal yang tidak nampak ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat (perintah-perintah yang programer kodekan menjadi program yang mungkin dapat atau tidak menghasilkan pemrosesan yang diinginkan pemakai), perhitungan rumit yang tidak terlihat (bentuk program-program yang sedemikian rumit sehingga tidak dimengerti oleh pemakai), dan penyalahgunaan yang tidak terlihat (tindakan yang sengaja melanggar batasan hukum dan etika). Oleh karena itu masyarakat sangat memperhatikan etika komputer, masyarakat</p>
<h3><span style="color:#ff00ff;">1.3   HAK SOSIAL DAN KOMPUTER STRATEGI GIS</span></h3>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Rencana Tindakan, Tanggung Jawab Serta Kendali Untuk Mencapai Operasi Komputer Yang Etis </span></strong></span></p>
<p>Donn Parker dari SRI International menyarankan agar CIO mengikuti rencana sepuluh langkah dalam mengelompokkan perilaku dan menekankan standar etika dalam perusahaan, yaitu :</p>
<ol>
<li>Formulasikan kode perilaku</li>
<li>Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah      seperti penggunaan jasa komputer untuk pribadi dan hak milik atas program      dan data komputer</li>
<li>Jelaskan sanksi yang akan diambil terhadap pelanggar, seperti      teguran, penghentian dan tuntutan</li>
<li>Kenali perilaku etis</li>
<li>Fokuskan perhatian pada etika melalui program-program seperti      pelatihan dan bacaan yang di isyaratkan</li>
<li>Promosikan UU kejahatan komputer dengan memberikan informasikan      kepada karyawan</li>
<li>Simpan suatu catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban      tiap spesialis informasi untuk semua tindakannya, dam kurangi godaan untuk      melanggar dengan program-program seperti audit etika.</li>
<li>Dorong penggunaan program-program rehabilitasi yang memperlakukan      pelanggar etika dengan cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan      pemulihan bagi alkoholik</li>
<li>Dorong partisipasi dalam perkumpulan informasi</li>
<li>Berikan contoh</li>
</ol>
<p>Menempatkan etika komputer dalam perspektif berbagai masalah sosial yang gawat ada sekarang ini, karena pemerintah dan organisasi bisnis gagal untuk menegakkan standar etika tertinggi dalam penggunaan komputer.</p>
<p>Sepuluh langkah yang dianjurkan Paker dapat diikuti CIO di perusahaan manapun untuk mengantisipasi penerapan etika jasa informasi. Organisasi SIM dipercayakan pada program komputer, pasokan, data, dokumentasi dan fasilitas yang terus meningkat ukuran dan nilainya. Kita harus memelihara standar kinerja, keamanan dan perilaku yang jelas membantu kita dalam memastikan integritas dan perlindungan berbagai aktiva ini. Karena itu, hal-hal berikut ini harus digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan kerja. Namun keberhasilan program ini tergantung pada kewaspadaan tiap anggota organisasi SIM pada nilai aktiva yang dipercayakan kepadanya. Harus disadari bahwa pelanggaran kepercayaan ini mengakibatkan tindakan pendisiplinan, termasuk pemberhentian.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">Berikut ini adalah contoh struktur organisasi</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>PT. AIR SURYA RADIATOR</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>Jl. Mawar Rt 04/02 No. 88</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>Mustikajaya Bekasi 17156</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><em><strong>www.ptasr.co.id</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><em><strong>marketing@asr.co.id</strong></em></span></p>
<p><a href="http://a60377.files.wordpress.com/2010/11/struktur-organisasi-pt-asr.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-211" title="struktur organisasi PT. ASR" src="http://a60377.files.wordpress.com/2010/11/struktur-organisasi-pt-asr.jpg?w=300&#038;h=188" alt="" width="300" height="188" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=204&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2010/11/06/sistem-informasi-manajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a60377.files.wordpress.com/2010/11/struktur-organisasi-pt-asr.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">struktur organisasi PT. ASR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROSES AKUNTANSI PERBANKAN</title>
		<link>http://a60377.wordpress.com/2010/06/06/proses-akuntansi-perbankan/</link>
		<comments>http://a60377.wordpress.com/2010/06/06/proses-akuntansi-perbankan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 10:29:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nurthy Nuryaty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://a60377.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Proses akuntansi bank bertujuan untuk kepentingan pencatatan, penganalisaan, dan penafsiran data keuangan guna memenuhi kebutuhan berbagai pihak. Laporan keuangan bank harus sesuai dengan pronsip &#8211; prinsip akuntansi keuangan yang diterima secara luas. Persamaan Akuntansi Sistem pencatatan transaksi perbankan di Indonesia menggunakan metode perpasangan ( double entry system ) Persamaan Akuntansi Bank HartaBank = Hutang Bank [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=195&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><em>Proses akuntansi</em> bank bertujuan untuk  kepentingan pencatatan, penganalisaan, dan penafsiran data keuangan guna  memenuhi kebutuhan berbagai pihak.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Laporan keuangan bank harus sesuai dengan pronsip &#8211; prinsip akuntansi keuangan yang diterima secara luas.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Persamaan Akuntansi</span></p>
<p><span style="color:#ff9900;">Sistem pencatatan transaksi perbankan di Indonesia menggunakan metode perpasangan ( double entry system )</span></p>
<p><span style="color:#ff9900;">Persamaan Akuntansi Bank</span></p>
<p><span style="color:#ff9900;">HartaBank = Hutang Bank + Modal Bank</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;">Harta</span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#ff6600;">Penempatan Dana Dalam Kredit</span></li>
<li><span style="color:#ff6600;">Penyaluran Dana Dalam Kredit</span></li>
<li><span style="color:#ff6600;">Penanaman Dana Dalam Aktiva Tetap</span></li>
<li><span style="color:#ff6600;">Penanaman Lain</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;">Hutang</span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff6600;">Dana Masyarakat</span></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff6600;">Dana Pinjaman</span></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff6600;">Dana Lainnya</span></span></li>
</ul>
<p><span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;">Modal</span></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#ff6600;">Modal Saham</span></li>
<li><span style="color:#ff6600;">Premium saham</span></li>
<li><span style="color:#ff6600;">Laba Ditahan</span></li>
<li><span style="color:#ff6600;">Laba atau Rugi Tahun Berjalan</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#800080;">Hubungan antara pos &#8211; pos Neraca dan Laba Rugi</span></p>
<p><span style="color:#800080;">Pendapatan Bank + Biaya Bank = Harta Bank + Hutang Bank +Modal dan  Cadangan</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Laporan Keuangan</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;">Laporan keuangan bank sama dengan klaporan keuangan pada umumnya yaitu terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Laba Ditahan dan satu lagi yang berbeda yaitu Laporan Komitmen &amp; Kontinjensi.</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Neraca menunjukan posisi keuangan suatu bank pada periode tertentu. Dari mana saja sumber pendanaan bank dan kemana saja dana yang telah diserap disalurkan.<br />
</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Ikhtisar Laba Rugi menunjukan hasil kegiatan operasional suatu bank selama periode tertentu.</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Laporan Komitmen &amp; Kontinjensi menunjukan </span><em> </em><span style="color:#0000ff;"> suatu laporan yang berisi kewajiban dan tagihan bank.</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#99cc00;">Proses Akuntansi Bank</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Proses Akuntansi Bank pada umumnya sama dengan proses akuntansi umum, tapi banyak diperlukaan buku pembantu umum untuk mencatat dan mengikuti arus data keuangan atas seluruh transaksi yang terjadi pada bank. Selain itu juga banyak dijumpai dokumen -dokumen dasar/formulir untuk mencatat setiap jenis transaksi.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Proses Akuntansi Bank dapat diilustrasikan sbb :</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Transaksi hari &#8211; hari bersangkutan berikutnya &#8211; Laporan keuangan hari bersangkutan &#8211; Pengambilan keputusan &#8211; transaksi</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Proses Akuntansi Bank dapat dilakukan secara manual ataupun Komputerisasi. Perbedaan antara pencatatan manual dengan komputerisasi adalah sbb :</span></p>
<p><span style="color:#339966;"><span style="text-decoration:underline;">Manual</span></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ff00;">Semua pekerjaan mulai dari pencatatan sampai dengan pengikhtisaran dilakukan oleh tangan manusia.</span></li>
<li><span style="color:#00ff00;">Unsur manusia memegang peranan penting dalam menjalankan proses akuntansi.</span></li>
<li><span style="color:#00ff00;">Kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data keuangan dan penyajian laporan keuangan merupakan hal yangb kritis.</span></li>
<li><span style="color:#00ff00;">Perlu pemisahan antara petugas yang menyiapkan buku harian, jurnal dan buku besar.</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#339966;"><span style="text-decoration:underline;">Komputerisasi</span></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ff00;">Hanya melibatkan tangan manusia dalam proses key-in ( mencatat dokumen bisnis) kedalam komputer.</span></li>
<li><span style="color:#00ff00;">Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi keuangan terjamin oleh komputer</span></li>
<li><span style="color:#00ff00;">Unsur yang palin kritis adalah program komputer yang digunakan dalam memproses kegiatan akuntansi.</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#008080;">Transaksi pada bank dapat bersifat intern maupun ekstern. Transaksi Intern hanya mempengaruhi pos &#8211; pos dalam bank saja, sedangkan transaksi ekstern melibatkan pihak ketiga dan bank, dan mengakibatkan perubahan hutang piutang bank.</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Contoh transaksi intern :</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Bank Permata membeli sebuah mobil seharga Rp 500.000.000 dari Dealer Astra Indah dan dibayar tunai.</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Contoh transaksi ekstern :</span></p>
<p><span style="color:#008080;">Pemegang saham menyetor modal sebesar Rp 100.000.000 secara tunai.</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Contoh bentuk laporan Keuangan Bank</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong><strong>NERACA</strong></strong></span><strong></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">I. </span></strong><span style="color:#ff0000;"><strong>AKTIVA</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.1              Kas</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.2              Giro pada Bank Indonesia</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.3              Giro pada Bank Lain</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.4              Penempatan pada Bank – Bank Lain</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> Penyisihan untuk Penghapusan pada Bank – Bank Lain</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.5              Surat – Surat Berharga</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> Penyisihan untuk Penurunan Nilai Surat – Surat Berharga</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.6              Kredit yang Diberikan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> Penyisihan Penghapusan Kredit</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.7              Biaya Dibayar Dimuka</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.8              Pendapatan yang Masih Akan Diterima</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.9              Penyertaan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.10           Aktiva Tetap</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">1.11          Aktiva Lain – Lain</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">TOTAL  AKTIVA</span><span style="color:#ff0000;"><strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>II. </strong><strong>KEWAJIBAN</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.1              Giro Nasabah</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.2              Kewajiban Segera Lainnya</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.3              Tabungan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.4              Deposito Berjangka</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.5              Sertifikat Deposito</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.6              Surat – Surat Berharga yang Diterbitkan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 2.6.1    Surat Berharga Pasar Uang</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 2.6.2    Obligasi</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.7       Pendapatan Diterima Dimuka</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.8       Beban yang Masih Harus Dibayar</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.9       Pinjaman yang Diterima</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.10     Kewajiban Lain – Lain</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.11     Pinjaman Subordinasi</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">2.12     Modal Pinjaman</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">TOTAL KEWAJIBAN</span><span style="color:#ff0000;"><strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>III. </strong><strong>EQUITAS</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">3.1        Modal Disetor Saham Biasa</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 3.1.1    Saham Biasa</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 3.1.2    Saham Preferen</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">3.2       Tambahan Modal Disetor</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 3.2.1    Agio/Disagio  Saham</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 3.2.2    Modal Sumbangan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 3.2.3    Penyesuaian Akibat Penjabaran Laporan Keuangan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 3.2.4    Lain &#8211; Lain</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">3.3       Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">3.4       Saldo Laba</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 3.4.1    Cadangan Tujuan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 3.4.2    Cadangan Umum</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> 3.4.3    Saldo Laba yang Belum Dicadangkan</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">TOTAL  EQUITAS</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">TOTAL KEWAJIBAN DAN EQUITAS</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>LAPORAN LABA RUGI &amp; SALDO LABA</strong><strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>I. </strong>PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#ff00ff;"><strong></strong></span><span style="color:#ff00ff;">Pendapatan Bunga</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 1.1  Pendapatan bunga yang diperoleh</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 1.2  Pendapatan provisi dan komisi kredit</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> Total pendapatan bunga</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 2. Beban Bunga</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 2.1 Beban bunga yang dibayar</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 2.2 Beban hadiah untuk mendapatkan dana</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 2.3 Beban provisi dan komisi untuk mendapatkan dana</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> Total beban bunga</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 3.  Pendapatan Bunga Netto, (1-2)</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 4. Pendapatan dan Beban Operasional Lainnya</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 4.1  Provisi dan komisi yang diterima selain dari pemberian kredit</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 4.2  Provisi dan komisi yang dibayar selain untuk penerimaan kredit</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 4.3  Pendapatan/beban provisi dan komisi netto</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 4.4  Pendapatan lain</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 4.5  Beban overhead</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 4.6  Beban penghapusan aktiva produktif</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 4.7  Beban penyusutan aktiva tetap</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 4.8  Pendapatan/Beban operasional lainnya netto</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 5. Pendapatan Operasional Netto, (3+/-4.8)</span><strong></strong></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>II. </strong>PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#ff00ff;"><strong></strong></span><span style="color:#ff00ff;">Pendapatan Non Operasional</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 1.1  Laba penjualan aktiva tetap</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 1.2  Pendapatan deviden penyertaan</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 1.3  Pendapatan dari investasi jangka pendek</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 1.4  Lainnya</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> Total pendapatan non operasional</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 2. Beban Non Operasional</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 2.1  Rugi penjualan aktiva tetap</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 2.2  Denda/sanksi</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 2.3  Lainnya</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> Total Beban non operasional</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"> 3. Pendapatan (Beban) Non Operasional Netto (II.1-II.2)</span><strong></strong></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>III. </strong>LABA ( RUGI )</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#ff00ff;">Laba atau Rugi (I.5 – II.3)</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">Laba atau Rugi dari Pos Luar Biasa</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">Laba atau Rugi sebelum PPh</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">Pajak Penghasilan</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">Laba bersih setelah pajak tahun berjalan</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>IV. </strong>SALDO LABA</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#ff00ff;">Saldo laba tahun lalu</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">Jumlah saldo laba (III.5 + IV.1)</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">Deviden  yang dibayarkan</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">Saldo Laba</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>V. </strong>PERINCIAN SALDO LABA</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#ff00ff;">Cadangan tujuan</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">Cadangan umum</span></li>
<li><span style="color:#ff00ff;">Saldo laba yang belum dicadangkan</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#ff00ff;">Total rincian saldo Laba</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>LAPORAN KOMITMEN &amp; KONTINJENSI</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>KOMITMEN</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>A. Tagihan Komitmen</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ffff;">Fasilitas Pinjaman yang Diterima dan Belum Digunakan</span></li>
<li><span style="color:#00ffff;">Pembelian Berjangka Valuta Asing</span></li>
<li><span style="color:#00ffff;">Pembelian Valuta Asing Tunai yang belum diselesaikan</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#00ffff;">Jumlah Tagihan Komitmen</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>B. Kewajiban Komitmen</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ffff;">Fasilitas Kredit kepada nasabah yang belum digunakan</span></li>
<li><span style="color:#00ffff;">Kewajiban pembelian kembali aktiva Bank yang dijual dengan syarat repo</span></li>
<li><span style="color:#00ffff;">L/C yang irrevocable dan masih berjalan dalam rangka impor ekspor</span></li>
<li><span style="color:#00ffff;">Akseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka</span></li>
<li><span style="color:#00ffff;">Penjualan berjangka valuta asing</span></li>
<li><span style="color:#00ffff;">Penjualan valuta asing tunai</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#00ffff;">Jumlah Kewajiban Komitmen</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Jumlah Tagihan/Kewajiban Bersih Komitmen Bersih (A-B)</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>KONTINJENSI</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>A. Tagihan Kontinjensi</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ffff;">Garansi dari bank lain</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.1 Bank Garansi</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.2 Jaminan Risk Sharing</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.3 Jaminan Lainnya</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 2.  Pembelian Opsi Valuta Asing</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 3.  Pendapatan bunga dalam penyelesaian</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Jumlah Tagihan Kontinjen</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>B. Kewajiban Kontinjen</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#00ffff;">Garansi yang diberikan</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.1   Penerbitan Jaminan</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.1.1   Bank Garansi</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.1.2   Risk Sharing</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.1.3   Standby L/C</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.1.4   Bid Bonds</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.1.5   Lainnya</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.2    Akseptasi  atau endosmen surat berharga</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 1.3    Lainnya</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 2.   L/C  yang revocable dan masih berjalan dalam rangka impor ekspor</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> 3.  Penjualan Opsi Valuta Asing</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Jumlah Kewajiban Kontinjen</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Jumlah Tagihan/Kewajiban Kontinjen Bersih (selisih A dan B)</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/a60377.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/a60377.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/a60377.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/a60377.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/a60377.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/a60377.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/a60377.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/a60377.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/a60377.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/a60377.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/a60377.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/a60377.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/a60377.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/a60377.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=a60377.wordpress.com&amp;blog=4522998&amp;post=195&amp;subd=a60377&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://a60377.wordpress.com/2010/06/06/proses-akuntansi-perbankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ee226b1c8a69b90467b6a0cfc8a49b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">a60377</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
