Kenangan Musim Panas

Disebuah musim panas

Seseorang telah datang padaku

Menggapai tanganku dan membawaku berlari

Berlari ke dalam dunia yang tak pernah kusapa

Dan aku melihat

Embun pagi di atas dedaunan yang menyegarkan

Ombak yang berkejar – kejaran bergurau bersama angina

Warna pelangi yang mengiringi bidadari turun ke bumi

Matahari senja diantara mega yang berlarian

Dan bintang – bintang bertaburan yang setia menemani sang Dewi Malam

Beersamanya…

Kurasakan warna beda dalam duniaku

Kunikmati…kunikmati…dan kunikmati

Hingga akhirnya musim panas berganti dengan musim gugur

Dan bersamanya seseorang telah pergi dariku

Duniaku…

Sunyi…sunyi…dan sunyi

Bagai ranting yang kehilangan daun

Bagai burung yang kehilangan sayap

Kuberjalan seorang diri

Melewati jalan yang tiada berujung

Hingga akhirnya kudapati

Seekor Merpati bertengger pada sebuah ranting kering

Dia menatapku seraya berkata

Dubia tak selamanya musim gugur

Dan seseorang telah menunggumu dimusim panas berikutnya

Ketika Merpati itu mengepakkan sayapnya dan terbang ke langit

Aku tersenyum dan berkata

Atas nama kasih sayang yang selamanya hidup abadi

Aku akan menjadi ” Merpati yang Terbang Bebas ke Udara “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s