LINGKUNGAN BASIS DATA

Pengertian

Basis Data merupakan sunber informasi yang dapat dipakai bersama.

Tujuan utama dari basis data menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data dengan menyembinyikan detail dan bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan.

Tingkatan Arsitektur Basis Data

Tingkatan Arsitektur Basis Data terdiri dari :

  1. Tingkat Eksternal

Adalah cara pandang pemakai terhadap basis data. Cara pandang hanya terbatas pada entitas, atribut dan hubungan antara entitas yang diperlukan saja.

  1. Tingkat Konseptual

Adalah kumpulan cara pandang terhadap basis data.

Hal – hal yang digambarkan adalah :

–         Semua entitas beserta atribut dan hubungannya.

–         Batasan data

–         Informasi semantic tentang data

–         Keamanan dan integritas informasi

  1. Tingkat Internal

Adalah perwujudan basis data dalam komputer.

Hal – hal yang digambarkan adalah :

–         alokasi ruang dan penyimpanan data dab indeks

–         deskripsi record untuk penyimpanan

–         penempatan record

–         penempatan data dan teknik encryption

Sub language

Sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data.

  • Sub language secara umum dibagi 2, yaitu:
  1. Data Definition Language (DDL)

Adalah bahasa yang digunakan dalam mendefinisikan struktur atau kerangka dari basis data ( record, elemen data, kunci elemen, relasi ).

  1. Data Manipulation Language (DML)

Adalah bahasa yang digunakan untuk menjabarkan pemrosesan dari basis data, fasilitas untuk memasukkan, mengambil, mengubah data.

–         Procedural DML

Digunakan untuk mendefinisikan data yang diolah dan perintah yang akan dilaksanakan.

–         Non Procedural

Digunakan untuk menjabarkan data yang diinginkan tanpa menyebutkaan bagaimana cara pengambilannya.

  • Sub language secara khusus terbagi dalam 2, yaitu
  1. Programmer

Menggunakan bahasa cobol, Informix, dll ( host language ).

  1. User

Menggunakan bahasa queri ( misal SQL ).

  1. DBA

Menggunakan bahasa DDL dan DML yang tersedia dalam DBMS.

Tugas – tugas DBMS meliputi :

–         Pengguna menyatakan permintaan akses menggunakan DBMS

–         Menangkap dan menginterpretasikan

–         Mencarieksternal, conceptual schema

–         Internal mapping

–         Internal schema

Model Data

Adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan – batasan data dalam suatu organisasi.

Model data terbagi menjadi 2, yaitu :

  1. Model Data Berbasis Objek

Beberapa jenis model data berbasis objek :

–         entity-relationship

–         semantic

–         functional

–         abject-oriented

  1. Model Data Berbasis Record

Beberapa jenis model data berbasis record :

–         relational

–         hierarchical

–         network

Data independence

Tujuan utama dari 3 arsitektur adalah memelihara kemandirian data.

Dta independence terdiri dari 2, yaitu :

  1. Physical Data Independence
  2. Logical data Independence

Alasan pemakaian prinsip independence, diantaranya :

  1. DBA dapat mengubah isi, lokasi perwujudan dalam organisasi baaasis data tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada.
  2. software pengolah data dpat memperkenalkan produk – produk baru tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada.Memindahkan perkembangan program – program aplikasi.
  3. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi keamanan.

DBMS ( Database Management System )

Layanan – layanan DBMS :

–         Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data

–         Katalog yang dapat diakses pemakai

–         Mendukung transaksi

–         Melayani control concurrency

–         Melayani recovery

–         Melayani autorisasi

–         Mendukung komunikasi data

–         Melayani integrity

–         Melayani data independence

–         Melayani utility

Komponen DBMS :

–         Querry processor

–         Database Manager

–         File Manager

–         DML Preprocessor

–         DDL Compiler

–         Dictionary Manager

Komponen software utama database manager :

–         Authorization Control

–         Command Processor

–         Integrity Checker

–         Querry Optimizer

–         Transaction Manager

–         Scheduler

–         Recovery Manager

–         Buffer Manager

Arsitektur DBMS Multi User

–         Teleprocessing

Adalah arsitektur tradisional untuk system multi user, dimana suatu computer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminaltidak dapat berfungsi sendiri – sendiri.

–         File Sever

Bertugas mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS atau sebagai hardisk yang digunakan secara bersamaan.

Kerugiannya menggunakan File Server :

  1. Terdapat lalu lintas jaringan yang besar.
  2. Kontrol terhadap concurrency, recovery dan integrity lebih kompleks.
  3. Masing – masing workstation membutuhkan copy DBMS.

–         Client Server

Client server menunjukan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk system.

Keuntungan menggunakan Client Server :

  1. 1.      Memungkinkan akses basis data yang besar.
  2. 2.      Menaikan kinerja
  3. 3.      Biaya hardware dapat dikurangi.
  4. 4.      Biaya komunikasi berkurang
  5. 5.      Meningkatkan kekonsistenan.

Tugas dan Fungsi client-server

Client :

  • Mengatur user interface.
  • Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai.
  • Memproses aplikasi
  • Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server.
  • Memberikan respon balik kepada pemakai.

Server :

  • Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client.
  • Memeriksa autorisasi.
  • Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint.
  • Melakukan query/pemrosesan up date dan memindahkan respon ke client.
  • Memelihara data dictionary.
  • Menyediakan akses basis data secara bersamaan.
  • Menyediakan control recovery.

Data Dictionary

Adalah tempat penyimpanan informasi yang menggambarkan data dalam basis data meliputi pemeriksaan apakah seorang pemakai perlu mempunyai wewenang dan pemeriksaan terhadap integritas data.

  • Untuk memeriksa apakah seorang pemakai perlu mempunyai wewenang, meliputi :

–         nama – nama pemakai yang mempunyai wewenang untuk menggunakan DBMS.

–         nama – nama data item yang ada dalam basis data.

–         data item yang dapat diakses oleh pemakai dan jenis akses yang diijinkan ( insert,   update, delete, read ).

  • Pemeriksaan terhadap integritas data, meliputi :

–         nama – nama data item yang ada dalam basis data.

–         Jenis dan ukuran item data.

–         Batasan untuk masing – masing item data.

Sistem data dictionary dapat dibedakan atas system aktif dan pasif. Sistem aktif  selalu konsisten dengan struktur basis data karena secara otomatis dikerjakan oleh system. Sebaliknya system pasif tidak konsisten terhadap perubahan basis data yang dilakukan oleh pemakai.

One response to “LINGKUNGAN BASIS DATA

  1. Pingback: LINGKUNGAN BASIS DATA « hettyherawati2704

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s